Oleh : Nayla Iskandar
Ribuan orang memenuhi lapangan Ahmad Yani untuk menjadi peserta Aksi Apel Siaga Ganyang Komunis. Aksi dilakukan di Jabodetabek, Kemayoran Lama Jakarta Selatan pada Ahad 05 Juli 2020. Kegiatan aksi diikuti oleh sejumlah ormas Islam seperti FPI, PA 212, hingga Gerakan Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. (pikiran-rakyat.com).
Peserta berikrar untuk siap siaga jihad mempertahankan akidah dan memerangi komunis serta pihak yang ingin mengubah pancasila. Ikrar diawali dengan pembacaan syahadat. Mereka siap menjaga ulama, menyiapkan diri menghadapi komunis dan pihak yang ingin mengubah pancasila. Serta menyiapkan diri dari operasi intelijen komunis. (tempo.co)
Tragedi Madiun 72 tahun silam tak akan pupus dari sejarah perjalanan bangsa Indonesia. Pemberontakan PKI tahun 1948 merupakan peristiwa kelam yang merenggut banyak nyawa ulama dan tokoh-tokoh agama.
Luka lama kini terbuka kembali. Di tengah pandemi yang belum usai masyarakat disulut dengan RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) menjadi UU di rapat paripurna DPR 12 Mei 2020. Walaupun akhirnya pemerintah menunda pembahasan RUU HIP yang ditengarai berpotensi memunculkan faham komunisme. Bagaikan api yang tidak bisa dipadamkan. RUU ini terlanjur membawa kemarahan rakyat Indonesia.
Wajarlah umat bergejolak tolak komunis. Semangat jihad qital adalah wujud memperjuangkan Islam dengan jiwa raga bahkan nyawa. Namun aksi massa itu akan sia-sia, jika tidak didasari dengan cara pandang Islam. Semestinya aksi tidak hanya tolak dan sistem komunis. Tapi harus dilanjutkan dengan tolak sistem yang bertentangan dengan Islam yaitu sistem kufur.
Namun KPAI(Komisi Perlindungan Anak Indonesia) menyayangkan hal itu. Sebab aksi melibatkan anak-anak di bawah umur. Ada sekitar 15%sampai 20% mulai bayi, anak kecil, hingga remaja ikut dalam aksi tersebut. Apalagi masih dalam kondisi pandemi covid 19.
Pemantauan di lapangan memperlihatkan banyaknya orang tua yang tidak mematuhi protokol kesehatan. Bukan hanya itu, ujaran dan perkataan keras terlontar mengarah kepada kebencian sesama. Hal ini akan berdampak buruk pada perkembangan jiwa anak.antaranews
Begitulah setiap umat Islam mengadakan aksi pasti ada yang nyinyir. Demi untuk perkembangan jiwa anak, anak-anak dilarang terlibat dalam aksi massa. Tetapi disisi lain KPAI seolah membiarkan situs-situs porno, game online, film laga merajalela. Sehingga memicu terjadinya kekerasan seksual, perkelahian. Mengapa biang keroknya tidak dibrangus?
Tolak Sistem Kufur
Mengapa harus tolak komunis? Komunisme memandang bahwa asal segala sesuatu berasal dari materi. Materi sifatnya azali. Ia tidak percaya adanya Tuhan. Sedangkan manusia hidup untuk mencari materi dengan segala cara. Tanpa memperhatikan halal haram. Di samping itu komunisme tidak percaya adanya hari akhir. Dia hanya percaya pada sesuatu yang bisa diindra manusia. Jelas ini semua bertentangan dengan Islam.
Bagaimana dengan kapitalisme? Sama saja. Kapitalisme bertentangan dengan Islam. Kapitalisme yang ide dasarnya adalah sekulerisme. Yaitu memisahkan kehidupan dunia dengan kehidupan akhirat. Tuhan tidak mempunyai wewenang untuk membuat aturan, ini bertentangan dengan firman Allah Qs. Al an'am ayat 57 "Sesungguhnya menetapkan hukum itu hanya hak Allah"
Dari ide dasar (akidah) yang rusak pasti melahirkan peraturan yang rusak pula.
Kerusakan dibidang ideologi.
Manusia bebas menyakini ideologi atau agama apapun. Bahkan tidak beragama pun tidak masalah. Sehingga muncul pluralisme, sinkretisme dan do'a bersama.
Kerusakan dibidang politik.
Munculnya orang-orang yang haus akan kekuasaan. Sikut sana sikut sini tanpa peduli halal haram. Jual beli kekuasaan hal yang biasa.
Kerusakan dibidang ekonomi.
Praktek ekonomi sudah tidak memperhitungkan halal haram. Pabrik miras ada, yang penting bayar pajak. Pelacuran, diskotik bisa jadi ladang bisnis dan tanam investasi. Monopoli dan menumpuk kekayaan sah-sah saja. Praktek riba ada di mana-mana.
Kerusakan dibidang sosial-budaya
Dalam pergaulan masyarakat norma-norma agama dikesampingkan. Kebebasan berperilaku sangat menonjol. Orang bebas menjalani kehidupan pribadinya sekehendaknya, asal tidak mengganggu kehidupan orang lain. Sehingga muncul LGBT, seks bebas, film porno, jasa telepon seks, dan sebagainya.
Kerusakan dibidang pendidikan.
Asas pendidikan tidak lagi mengunakan akidah Islam. Kurikulum berubah-ubah. Dipisahkannya ilmu agama dengan ilmu-ilmu umum sehingga hanya bertumpu pada nilai materialistik. Hal ini akan menghasilkan subyek didik yang hanya berfikir profite oriented. Akhirnya mereka menjadi economic animal.
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka. Agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (TQS. Ar Rum 41).
Berbeda dengan Islam. Islam adalah agama dan ideologi yang utuh, sempurna dan menyeluruh. Syariah Islam berfungsi untuk menyelesaikan seluruh permasalahan umat baik ekonomi, politik, sosial, pendidikan dan lain-lain.
Setelah melihat kebenaran sistem Islam, seharusnya umat berjuang untuk menerapkannya. Perjuangan ini jangan sampai terbelokkan pada sikap prakmatis memperjuangkan Pancasila dan melalaikan kewajiban menegakkan sistem syariah Khilafah.
Terapkan Syariah Khilafah
Negeri-negeri muslim terus dibelit persoalan. Berbagai persoalan itu terjadi ketika umat menerapkan sistem kufur. Tidak menerapkan syariah Islam dan tidak hidup dalam naungan Khilafah Islam. Jelas ini berpaling dari perintah Allah yang akan berujung pada kesengsaraan.
Syariah Islam memberikan perlindungan menyeluruh pada umat manusia, baik akal, kehormatan, agama, jiwa, dan darah. Umat juga membutuhkan Khilafah Islam. Pasalnya, syariah Islam hanya akan dapat dilaksanakan secara sempurna oleh Khilafah.
Mustahil dapat menerapkan Islam tanpa Khilafah. Benarlah pernyataan Imam Al Ghazali, "Agama dan kekuasan adalah dua saudara kembar. Agama adalah pondasi dan kekuasaan adalah penjaga. Sesuatu tanpa pondasi pasti runtuh dan sesuatu tanpa penjaga pasti hilang."
Untuk itu Khilafah wajib ditegakan dan tidak boleh ditawar-tawar lagi.
Wallahu a'lam bish showab
