Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ulama dan Khilafah, Warisan Nabi Untuk Dunia

Tuesday, July 28, 2020 | Tuesday, July 28, 2020 WIB Last Updated 2020-07-28T06:31:03Z
Oleh : Risnawati 
(Pengiat Opini Media Kolaka)

Seakan tak ada habisnya duka yang menyapa negeri ini, kasus Ulama dan khilafahsebagai ajaran Islam terus dikriminalisasi dan di stigmatisasi negatif. Sungguh disayangkan.

Dilansir dalam Fajar.Co.Id, Jakarta – Video puluhan massa menginjak-injak baliho bergambar Habib Rizieq Sihab dan melemparinya dengan tomat viral di media sosial (medsos) sejak Senin malam (27/7/2020).

Para pendemo menyebut manusia dalam foto itu adalah sampah yang tidak boleh ada di Indonesia.

“Manusia di foto ini adalah sampah. Dia tidak berguna lagi. Jadi tidak ada tuntutan bahwa kita mencemarkan nama baik karena dia sudah mengkhianati negeri ini, tidak mengakui kemenangan Pak Jokowi, dan bahkan dia tidak meminta bantuan kepada Pak Jokowi,” kata seorang orator berkacamata hitam.

“Jadi silahkan saja teman-teman, ini manusia sampah yang tidak boleh ada di sini. Dan ketika nanti mau pulang, kita tolak ramai-ramai,” tegasnya.

Demonstran lainnya menyerukan agar foto Habib Rizieq dibakar. Beberapa pendemo yang mengenakan baju merah putih langsung menginjak-injak foto Habib Rizieq. Ada pula yang melemparinya dengan tomat. Setelah itu, demonstran mencoba membakar foto Habib Rizieq. Mereka terlebih dahulu menyiram foto itu dengan bensin. Pendemo kemudian menyalakan korek api dan membakarnya, tetapi tidak mempan. Setelah gagal membakar foto Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), para demonstran pun merobek-robek foto tersebut.

Berdasarkan pengamatan pada video itu, peristiwa tersebut diduga terjadi di depan kompleks DPR RI, Jakarta pada 27 Juli 2020.

Ulama, Pewaris Nabi Wajib Dibela
Ulama layaknya bintang-bintang bertebaran di langit yang menerangi gelapnya bumi menuju cahaya, yaitu Islam. Ulama adalah panutan dan teladan bagi umat. Ia guru keteladanan. Dialah yang mengajarkan umat hakikat penciptaan manusia, alam, dan kehidupan. 

Ulama adalah hamba yang paling takut kepada Allah SWT sebagaimana firman, "Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun." (QS. Fathir: 28).

Nabi bertutur tentang mereka:، "Dan para ulama adalah warisan (peninggalan) para nabi. Para nabi tidak meninggalkan warisan berupa dinar (emas), dirham (perak), tetapi mereka meninggalkan warisan berupa ilmu."(HR. Ibnu Hibban).

Di dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Al-Imam Al-Ghazali, disebutkan bahwa manusia yang paling dekat martabatnya dengan martabat para nabi adalah ahlul-ilmi (ulama) dan ahlul jihad (mujahidin).

Karena itu ulama adalah orang yang menunjukkan manusia kepada ajaran yang dibawa para rasul, sedangkan mujahid adalah orang yang berjuang dengan pedangnya untuk membela apa yang diajarkan oleh para Rasul. 

Ya, Ulama itu pewaris nabi. Ditangan ulama lah Islam bisa terus tersebar ke seluruh pelosok negeri. Jika ulama sudah tak ada lagi, pada siapa umat kan menimba ilmu untuk mengarungi kehidupan ini? Rasulullah Saw bersabda,“Ulama adalah pewaris para nabi.” (HR At-Tirmidzi dari Abu Ad Darda ra). Begitu mulia kedudukan para ulama. Terutama ulama yang lurus. Yang tak menyelisihi Alquran dan Sunnah Rasulullah Saw. Dari mereka lah ilmu tentang Dien ini bisa diwariskan kepada generasi berikutnya.

Allah Swt berfirman : "Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar." (QS. Faathir : 32)

Bahkan Nabi Saw lebih menghargai seorang yang berimu daripada satu kabilah. Beliau Saw bersabda, “Sesungguhnya matinya satu kabilah itu lebih ringan daripada matinya seorang ”alim.” (HR Thabrani)

Mulianya kedudukan ulama sebagai penyampai risalah Islam sejatinya untuk menyampaikan dakwah Islam di tengah-tengah umat. Sikap apatis umat terhadap politik saat ini menjadi tugas para ulama sebagai guru umat untuk terus melakukan penyadaran bahwa politik adalah bagian dari Islam. Tugas ini tak hanya menjadi tugas ulama, tapi tugas kita semua sebagai umat terbaik. Ajaran Islam harus disampaikan mulai dari aqidah, syariah, dakwah hingga sistem pemerintahannya. 

Seperti penuturan Imam Al Ghazali dalam kitab Ihya’ Ulumuddin: “Agama dan kekuasaan adalah dua hal saudara kembar. Agama adalah fondasi (asas) dan kekuasaan adalah penjaganya. Segala sesuatu yang tidak berpondasi niscaya akan runtuh dan segala sesuatu yang tidak berpenjaga niscaya akan lenyap”. 

Khilafah, Ajaran Islam Wajib Diperjuangkan
Meski memiliki landasan dalil yang kuat, masih saja ada beberapa kalangan yang mencitraburukkan Khilafah. Seruan penegakan Khilafah selalu direspons negatif oleh penguasa. Padahal, ajakan ini adalah dakwah yang mengajak pada kebaikan. Menjelaskan pada penguasa bahwa sistem yang ada sekarang tak layak dipertahankan. Mengapa malah dimusuhi? Sebagai sebuah gagasan, bukankah Khilafah layak didiskusikan sebagai sistem dan solusi alternatif untuk dunia dan negeri ini khususnya?

Khilafah itu bersandar pada wahyu bukan akal manusia. Oleh karenanya, tak pantas rasanya sebagai muslim, makhluk Allah yang lemah dan terbatas, malah menolak bahkan memusuhinya. Karena itu, umat harus memahami bahwa Ide Khilafah bukanlah ide perseorangan atau kelompok. Ide Khilafah itu berakar pada wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala. Berbeda dengan sistem hasil pikiran manusia seperti kapitalisme atau demokrasi.

Berdasarkan sumber asalnya, tentu Islam dan Khilafah lebih unggul dibanding kapitalisme dan demokrasinya. Mengapa? Karena sistem Islam tak berasas pada manfaat dan kepentingan. Atau terjebak pada intrik politik yang menipu daya. Sebagaimana penerapan demokrasi dan kapitalisme.

Dengan demikian, jika kapitalisme sudah pasti gagal, komunisme tak layak diemban, lantas aturan apalagi yang hendak dijadikan pengganti? Jawabannya adalah Islam. Sistemnya pernah ada. Sejarah kegemilangannya nyata, dan dasar hukumnya jelas dan terpercaya. Apalagi yang mau dicari? Maka patutlah kiranya umat Islam menjaga para ulama yang lurus inim yang kedudukannya sebagai pewaris Nabi. Dan Khilafah sebagai ajaran Islam yang diwajibkan oleh Allah SWT sebagai solusi ampuh untuk dunia. Sehingga Islam kan terus terjaga hingga akhir zaman nanti, umat pun hidup dalam keberkahan Allah SWT. Wallahu a’lam
×
Berita Terbaru Update