Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemimpin yang Dirindukan

Tuesday, July 28, 2020 | Tuesday, July 28, 2020 WIB Last Updated 2020-07-28T06:35:24Z
By : Nenden Santi Tresnawati S Pd

Pada saat ini masyarakat merindukan Penguasa yang adil,  amanah dan tidak korup. Masyarakat sudah mulai gerah dengan penguasa yang hanya mementingkan kalangan atas dan tidak peduli rakyat bawah. Di antara sekian banyak amanah, yang paling penting adalah amanah kekuasaan. Siapa saja yang memegang amanah kepemimpinan atau kekuasaan, pasti akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT di Akhirat nanti. 

Generasi Muslim pada masa lalu amat paham tentang betapa beratnya amanah kepemimpinan dan kekuasaan ini.

Sejarah peradaban Islam dalam sistem Kehilafahan selama berabad-abad telah melahirkan banyak pemimpin yang adil dan amanah. 

Pada zaman Khalifah Umar ra. Gubernur Mesir Amr bin al-‘Ash pernah menerapkan sanksi hukum (had) minum khamr terhadap Abdurrahman bin Umar (putra Khalifah Umar ra.). Biasanya, pelaksanaan sanksi hukum semacam ini diselenggarakan di sebuah lapangan umum di pusat kota. Tujuannya agar penerapan sanksi semacam ini memberikan efek jera bagi masyarakat.

Namun, Gubernur Amr bin al-‘Ash menerapkan hukuman tersebut di dalam rumah. Ketika informasi ini sampai kepada Khalifah Umar ra., beliau marah. Beliau segera melayangkan sepucuk surat kepada Amr bin al-‘Ash. 

Setelah itu Abdurrahman digiring ke sebuah lapangan di pusat kota. Amr bin al-Ash lalu mencambuk Abdurrahman di depan publik (Al-Yahya, Al-Khilâfah ar-Râsyidah, hlm. 345).

Begitulah sikap Khalifah Umar. Dengan berpegang teguh pada syariah Islam, beliau menerapkan kebijakan berupa persamaan di hadapan hukum. Tidak peduli dia putra Khalifah ataukah bukan. Ketika putranya sendiri melakukan kesalahan, maka hukum Islam ditegakkan. Tak ada nepotisme. Tak ada intervensi hukum. Bahkan Khalifah Umar ra. juga menghukum pejabat yang mengabaikan penerapan hukum Islam. Amr bin al-Ash mendapat teguran keras dan hukuman yang setimpal atas kecerobohan dan kelalaian tindakannya tersebut. 

Inilah keadilan hakiki yang berhasil diwujudkan Islam. Keadilan seperti inilah yang dulu pernah diwujudkan di Negara Khilafah yang menerapkan syariah Islam secara kaffah di tengah-tengah masyarakat. 

Keadilan semacam ini pula yang didambakan tak hanya oleh umat Islam, namun bahkan oleh orang-orang non-Muslim sekalipun.

Selain adil dan amanah, para pemimpin Islam pada masa lalu juga amat hati-hati dengan harta negara. Mereka tak berani menggasak uang negara. Mereka tidak korup.  

Jelas, hanya Islam yang bisa mendorong para pemimpin/penguasa untuk selalu bersikap adil, amanah dan tidak korup. Pemimpin yang adil, amanah dan tidak korup hanya mungkin lahir dari rahim sistem yang bertumpu pada al-Quran dan as-Sunnah. Itulah sistem Islam yang diterapkan dalam institusi pemerintahan Islam. Itulah Khilafah 'ala minhaj an-nubuwwah.
×
Berita Terbaru Update