By : Dede Arnisah
Dukungan korporasi multinasional makin mengukuhkan posisi kaum pelangi. Mengatasnamakan hak asasi menjadikan perilaku elgebete sebagai pembenar diri. Didukung lembaga internasional seperti PBB, UNDP, dan USAID misalnya, membuat kelompok pro-elgebete makin besar kepala.
Dukungan pengusaha kepada kelompok LGBT manuai kontra sejagat raya. Kaum sodomi dijunjung dan dilindungi, diayomi serta difasilitasi. Seolah menyemai benih, yang ditabur dimuka bumi. Aksi dukungan korporasi akan menuai perkembangan kaum pelangi. Lantas apa tindakan kita dalam menyelamatkan negeri ini?
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dukungan Unilever terhadap gerakan lesbian, gay, biseksual, transgender, dan queer (LGBTQ+) telah menuai kecaman di dunia maya. Tak sedikit seruan untuk memboikot produk Unilever.
Seruan boikot juga disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Ketua Komisi Ekonomi MUI, Azrul Tanjung, menegaskan akan mengajak masyarakat untuk beralih pada produk lain. “Saya selaku ketua komisi ekonomi MUI akan mengajak masyarakat berhenti menggunakan produk Unilever dan memboikot Unilever,” kata Azrul saat dihubungi Republika, Ahad (28/6).
Unilever adalah salah satu perusahaan terbesar yang memiliki ratusan produk yang beredar serta dikonsumsi rakyat Indonesia. Namun ternyata dibalik nama produk terdapat dukungan bagi kaum terkutuk. Siapa sangka kaum LGBT ditunggangi perusahaan-perusahaan besar untuk melestarikan eksistensinya. Menggemakan pergerakan, menyuarakan HAM sebagai pembenaran.
Begitulah fakta dilapangan. Kaum LGBT turut mendapatkan payung perlindungan. Menyebarkan wabah virus yang mewarnai hidup dengan kejahiliyaan. Sorotan pemikiran yang mundur kebelakang, menempatkan kedudukan diambang kehinaan. Itulah potret kaum sodomi yang perlu disadarkan.
Apakah harus menunggu azab diturunkan untuk menyadari kesalahan? Tidakkah manusia berpikir bahwa akal diciptakan untuk menimbang kesalahan dan kebenaran? Apakah fungsi akal telah tertutupi oleh nafsu yang dirasuki syaitan?
Sebelumnya, Unilever, perusahaan yang berbasis di Amsterdam, Belanda, pada 19 Juni lalu resmi menyatakan diri berkomitmen mendukung gerakan LGBTQ+. Hal tersebut disampaikan melalui akun Instagram.
"Kami berkomitmen untuk membuat rekan LGBTQ+ bangga karena kami bersama mereka. Karena itu, kami mengambil aksi dengan menandatangani Declaration of Amsterdam untuk memastikan setiap orang memiliki akses secara inklusif ke tempat kerja," kata Unilever.
Unilever juga membuka kesempatan bisnis bagi LGBTQ+ sebagai bagian dari koalisi global. Selain itu, Unilever meminta Stonewall, lembaga amal untuk LGBT, mengaudit kebijakan dan tolok ukur bagaimana Unilever melanjutkan aksi ini.
Dukungan-dukungan kepada kaum LGBT adalah dukungan global. Dukungan yang sulit diruntuhkan jika hanya dengan gerakan pemboikotan. Kita butuh pergeseran dari gerakan yang hebat untuk dapat mengubur tindak kebodohan. Sebab, walau kita memboikot produk yang menunggangi kaum terkutuk, tidak menutup kemungkinan bagi mereka untuk dapat bangkrut dan melepaskan diri untuk menggandeng kaum Nabi Luth.
Sesungguhnya kita butuh Islam!. Butuh sistem Islam untuk mencapai solusi. Dalam Islam pelaku LGBT sungguh terhina dan wajib untuk diberantas. Sanksi tegas akan dibebani, guna membentuk kesadaran dan hukuman bagi pelaku khususnya, dan bagi masyarakat pada umumnya.
Bukankah Allah Swt telah mengisahkan kaum LGBT dalam kisah kaum Luth? Allah Swt menurunkan azab bagi mereka dengan membiarkan mereka ditelan perut bumi. Ditenggelamkan dengan penuh kehinaan, serta dibangkitkan dengan penuh penderitaan. Lantas apakah kita nantinya tidak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang kita saksikan?
Sungguh, Allah Swt telah memberi amanah dipundak kita untuk beramar ma’ruf dan nahi mungkar. Setidaknya kita mengambil peran dalam menumpas kejahiliyaan, menyuarakan kebenaran, terlebih berkata yang haq kepada penguasa dzolim untuk meraih kebangkitan.
Walau penguasa tidak berpihak kepada kita dalam menyuarakan kebenaran, setidaknya kita berada pada barisan yang Allah Swt serukan. Mari kita berantas kejahiliyaan dengan menyongsong tegaknya Khilafah. Sebab, Khilafah akan menjadi konstitusi yang akan menjamin kemuliaan bagi hamba Allah yang mengharap keridhoan.
Dengan cahaya Islam dukungan global LGBT akan terkalahkan. Kehinaan akan ditenggelamkan. Kemaksiatan akan dibungkam. Sehingga Islam mampu menghapus kejahiliyaan. Meraih berkah dari Allah yang menaungi setiap sudut kehidupan. Yang akan kita capai hanya dengan jalan Islam. Sebab Islam adalah Rahmat Lil’alamiin. Rahmat bagi seluruh alam...
