Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hitam Putih yang Mengabu-abu

Monday, June 08, 2020 | Monday, June 08, 2020 WIB
Oleh: Shafayasmin Salsabila*


Bermanja bersama sejarah tidak ada salahnya. Sekadar mengingat mengapa kejumudan (kebekuan) menjamah benak. Jika banyak kepala yang berasumsi mengapa Islam sulit bangkit. Maka ingat kembali betapa dulu Barat pun hampir pupus asanya dalam menusuk ke-khilafahan (institusi Islam). Selama berabad-abad muslihat digencarkan. Dari mulai plan A sampai Z.

Mereka gigih dan penuh ambisi. Dendam dan syahwat menunggangi adrenalin. Yang paling mengerikan adalah serangan nonfisik. Dilakukan dengan sangat hati-hati dan terorganisir. Menyusup sehingga daulah saat itu tak menyadari terjadi pelemahan dari dalam. 

Sayangnya, kita hidup di masa khilafah benar-benara sudah dihabisi, dikoyak dan dinodai. Jika tidak dengan mengkaji dan berinteraksi dengan literasi, secuil ingatan pun tak akan dijumpai. Dan ini yang dialami oleh sebagian besar kaum Muslim di dunia. Buta dengan "ibu"nya. (Khilafah) 

Akan banyak diksi menari penuh kenestapaan. Tak cukup satu halaman menuliskan adegan tikaman demi tikaman hingga serangan misionaris Barat yang melenakan. Diakhiri pukulan telak di tahun 1924 oleh Mustafa Kemal. Dan inilah satu dari sekian sebab melemahnya daulah Islam, sehingga pudarlah "kekuatan Timur" yang sedemikian fenomenal di mata Eropa. 

Kala itu, Eropa mulai menggeliat. Pengaruh Renaissance merona. Dinamika perpolitikan dan perundangan menemukan jalan hidup baru. Revolusi terjadi. Berakhirlah episode raja diktator, diinjak mati oleh pemerintah baru bercorak parlemen dan berbajukan kedaulatan rakyat.

Di satu sisi Daulah Islam justru tengah melewati masa puncak kedigdayaannya. Aspek pendidikan macet. Ilmu dipelajari hanya sebatas akademis dan disesap demi sekadar bertahan hidup. Hampir nihil dari paradigma membangun kemaslahatan umat dan bangsa. Sementara agama dipahami secara spiritual semata. Aspek politisnya diusir, tak dipeduliakan. Mulailah episode abu-abu itu datang. Dunia Islam dipenuhi kesamaran. Hitam dan putih memudar. 

Daulah tercengang tak percaya, betapa secepat itu neraca dunia berubah. Berbalik 180 derajat. Terheran-heran, serba bingung dan gelisah. Daulah bimbang dalam hal pensikapan. Ini terjadi lantaran kaum Muslim sukar membedakan antara ilmu pengetahuan dengan tsaqofah, hadharah dan madaniyah. 

Seperti terperangkap dalam labirin pemikiran. Tanpa acuan yang jelas, akhirnya umat terkotak-kotak. Sebagian fuqaha menolak secara tegas segala hal yang tercium sebagai prodak Barat. Apapun bentuknya. Sementara kalangan intelektual Muslim bersikap sebaliknya. Menelan bulat-bulat segala hal dari Barat. Dari sinilah peradaban Barat digotong ke negeri Muslim. Kompromi terjadi. Islam di satu sisi, kehidupan di sisi lain. Racun sekulerisme malah dianggap obat. 

Mereka yang menyebut dirinya sebagai kaum reformis dan modernis, menjadi garda terdepan sebagai pengusung ide gila ini. Ide yang membunuh nyawa Islam itu sendiri. Karena secara faktual, terdapat kontradiksi akut antara peradaban Barat dan peradaban Islam. Yakni dalam aspek pandangan hidup. Bagaimana bisa, saat Islam meminta agar manusia hidup dengan tata kelola wahyu, malah sekulerisme mengacung-acungkan telunjuknya sembari marah-marah, demi memaksakan adanya pemisahan. "Sudah jangan kaubawa wacana agama dalam ranah publik," begitulah omelannya. 

Saking bingungnya, kaum Muslim malah mengamankan diri dari pendar kemajuan yang bersifat materi di bidang saint, penemuan-penemuan dan industri. Mereka mengabaikannya. Akhirnya daulah kian tertinggal dan terpuruk.

Padahal Islam bukanlah sesuatu yang menghalangi seseorang untuk berkembang. Sebaliknya ada dorongan besar untuk terlibat dalam deru kemajuan zaman. Nampak dari banyaknya ayat serta hadis tentang keutamaan penguasaan ilmu dan tekhnologi. Bukankan amanah untuk menjaga bumi, menuntut seorang muslim untuk merentangkan sayap keilmuan dan kekreativitasannya. 

Telah jelas antara yang hak dan batil. Islam datang untuk menegaskan mana hitam dan mana putih. Tidak lagi samar dalam memandang sesuatu. Adapun terkait ilmu pengetahuan dan tsaqofah, tentu ada perbedaan besar. Ilmu itu bebas nilai, sedang tsaqofah memiliki warna pandangan hidup tertentu, inilah yang dinamakan hadharah.

Ilmu matematika, fisika, biologi, astronomi, kedokteran, pertanian, dan sebagainya boleh untuk diambil. Sementara tsaqofah berupa pemikiran-pemikiran Barat, haram untuk didekap. Seperti isme-isme di luar Islam, baik berupa sekulerisme, liberalisme, materialisme, hedonisme feminisme, pluralisme, sinkretisme dan turunan-turunannya. 

Sedangkan prodak dalam bentuk materi hasil dari saint dan tekhnologi yang steril dari warna sebuah agama tertentu maka boleh digunakan, dan ini yang disebut sebagai madaniyah. Baik mesin industri, tekhnologi pertanian, transportasi, telekomunikasi, dan sebagainya. Islam tidak menutup diri dari kemajuan selama tidak menyentuh aspek pemikiran dan pandangan hidup (hadharah). 

Dan ini hanya berbicara satu faktor pelemahan. Masih ada serangkaian sebab yang menghajar daulah hingga runtuh. Dari satu hal ini, dapat diambil pelajaran berharga, bahwa amat penting untuk membawa umat kembali pada pemahaman yang benar. Bila sepakat mencitakan tegak kembalinya institusi Islam tersebut. 

Memurnikan fikrah dan kembali kepada tsaqofah Islam. Menjadikan akidah Islam sebagai komandan akal, timbangan dan arah pandang kehidupannya. Agar tidak ada lagi kerancuan dalam berpikir, kebimbangan dalam memutuskan sebuah permasalahan. Pun tidak terjebak pada pandangan hidup Barat. 

Misal dalam pensikapan terhadap wabah Covid-19 serta solusi penanggulangannya. Kebijakan yang lahir tidak akan tumpang tindih, mengundang polemik atau menjadi follower Barat, jika saja tergambar jelas kerangka berpikir Islam dalam mengelola negara. Tegas, mengembalikan serangkaian penyelesaian kepada syariat Islam. Tanpa perlu banyak pertimbangan. Karena hitam putih sudah tersaji, tinggal berkenan mengambil atau tidak. 

Wallâhu a'lam bish-shawab.
*Revowriter Indramayu

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update