Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meraih Berkah dalam Wabah

Tuesday, April 07, 2020 | Tuesday, April 07, 2020 WIB Last Updated 2020-04-07T04:06:01Z
Oleh: Meli Mustofiah, S.Pd.I
(Penulis, Revowriter)

Kusadari semua yang kuingin 
bukan yang terbaik
Yang Kau beri tak selalu jadi keinginan hati
Ampuni salahku menilai-Mu 
Salahku tlah jauh dari-Mu
***
Penggalan lirik lagu di atas patut kita renungkan. Terlebih saat ini ketika wabah tengah berlangsung. Tentu bukan merupakan suatu hal yang kita inginkan mengalami pandemi seperti ini. Bahkan saat kaum muslimin bersiap menyambut bulan Ramadhan dan juga hari raya Idul fitri. Namun sebagai umat Islam kita wajib berbaik sangka (husnudzan) terhadap qadha Allah SWT. Diantara tanda berbaik sangka kepada Allah adalah mengharap rahmat, jalan keluar, ampunan dan pertolongan dari-Nya. 

Allah SWT telah memuji orang yang mengharapkan perkara-perkara tersebut seperti halnya Allah memberikan pujian kepada orang yang takut kepada-Nya. Allah juga mewajibkan roja (mengharap rahmat) dan berbaik sangka sebagaimana mewajibkan khouf (takut) kepada-Nya. 
Allah SWT berfirman dalam quran surat al-zumar ayat 9:
أَمْ مَنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ سَاجِدًا وَقَائِمًا يَحْذَرُ الآخِرَةَ وَيَرْجُو رَحْمَةَ رَبِّهِ قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُواْ الألْبَابِ  
(Apakah kamu hai orang-orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedangkan ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya? Katakanlah, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.

Sebagai insan beriman selayaknya kita mampu menjadikan pandemi ini sebagai salah satu jalan untuk meraih rahmat Allah SWT. Tentu bukan sebuah kebetulan Allah menakdirkan pandemi ini berlangsung di bulan Sya’ban. Bukan tidak mungkin itu merupakan sebuah anugerah dari Allah SWT agar kita mampu meraih keutamaan-keutamaan di dalamnya yang selama ini seringkali kita lalaikan.

Bahkan Rasulullah saw juga pernah bersabda bahwa Sya’ban adalah bulan yang sering dilalaikan. Hadits dari Usamah bin Zaid, beliau bertanya: “Wahai Rasulullah, saya belum pernah melihat Anda berpuasa dalam satu bulan sebagaimana Anda berpuasa di bulan Syaban. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
“Ini adalah bulan yang sering dilalaikan banyak orang, bulan antara Rajab dan Ramadhan. Ini adalah bulan di mana amal-amal diangkat menuju Rab semesta alam. Dan saya ingin ketika amal saya diangkat, saya dalam kondisi berpuasa.” (HR. An Nasa’i, Ahmad, dan sanadnya dihasankan Syaikh Al Albani) .

Amalan yang sangat dianjurkan pada bulan Sya’ban adalah puasa. Bahkan turunnya perintah kewajiban puasa Ramadhan terjadi pada bulan Sya'ban tahun kedua sesudah hijrah Nabi SAW. Dalil wajibnya puasa Ramadhan terdapat dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 183-185 dan ayat 187, serta sejumlah hadis sahih riwayat al-Bukhari.

Kiranya memperbanyak puasa pada saat ini sangat sesuai dengan keadaan kita yang sedang menghadapi wabah. Secara otomatis kegiatan ekonomi mengalami penurunan dan tentu saja hal itu berimbas pada berkurangnya pemasukan masyarakat. Bisa jadi Allah SWT menginginkan kita meraih pahala sebanyak-banyaknya dengan amalan puasa di bulan ini. Karena kita tak bisa berharap banyak dari pemerintah. Mereka terus saja merevisi kebijakan terkait pandemi padahal ratusan nyawa telah melayang. Entah berapa nyawa lagi yang harus dikorbankan untuk membuka nurani para pemimpin negeri. Dalam benak mereka selalu saja untung rugi, jelas sekali bahwa sistem kapitalisme yang sejatinya berjalan di negeri tercinta ini.

Dengan berpuasa juga akan mendorong diri kita untuk melakukan ketaatan-ketaatan lainnya serta mencegah diri kita untuk melakukan maksiat. Bukankah dengan berpuasa kita lebih banyak berinteraksi dengan alquran dibandingkan ketika tidak berpuasa. Begitu juga kekuatan untuk menahan diri untuk tidak melakukan kemaksiatan lebih kuat bila sedang berpuasa. Terlebih saat ini aktivitas yang kita lakukan lebih sering di dalam rumah maka jangan sampai mengisinya dengan kegiatan yang sia-sia. Di sinilah keberkahan yang akan kita raih. Bukankah berkah berarti bertambahnya kebaikan yaitu bertambahnya ketaqwaan.

Puasa juga merupakan amal ibadah yang memiliki keutamaan dibandingkan dengan amal ibadah lainnya, diantaranya yaitu;
Pintu surga khusus
“Sesungguhnya surga mempunyai suatu pintu yang dinamakan “Rayyan”. Pada hari kiamat nanti pintu tersebut akan berseru kepada orang-orang yang telah berpuasa untuk memasuki surga melalui pintu itu. Setelah semuanya masuk, ditutuplah pintu itu,” (HR. Bukhari-Muslim)

Pahala langsung dari Allah SWT
Berbeda dengan amal ibadah lainnya, khusus untuk puasa, Allah langsung yang memiliki wewenang untuk memberi pahalanya.
“Orang berpuasa meninggalkan makanannya, minumannya, dan syahwatnya karena Aku, Puasa itu milik-Ku, dan Akulah yang akan memberinya balasan,“
(Hadits Qudsi).

Maksud lain dari hadits qudsi tersebut adalah bahwasanya puasa merupakan amalan yang terjauh dari riya’, karena hanya Allah dan diri pelakunya sendiri yang tahu sebaik apa kualitas puasa yang dilakukan.

Pahala puasa tidak terbatas
Jika amal ibadah lain diberikan pahala mulai dari sepuluh kali hingga tujuh ratus kali lipat maka puasa bisa memperoleh pahala jauh melebihi jumlah tersebut, yakni unlimited, tak terbatas.
“Semua amal Bani Adam akan dilipat gandakan kebaikan sepuluh kali sampai tujuh ratus kali lipat. Allah Azza Wa Jalla berfirman, ‘Kecuali puasa, maka ia untuk-Ku dan Aku yang akan memberikan pahalanya, yakni Aku akan memberikan pahala yang banyak tanpa menentukan kadarnya. Hal ini seperti firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas,“
(QS. Az-Zumar: 10) (HR. Muslim) 

Amalan yang tiada bandingannya
“Saya pernah mendatangi Rasulullah seraya aku berkata, Ya Rasulullah, perintahkanlah aku suatu amal, yang membawa aku masuk syurga.”
Rasulullah bersabda, “Hendaklah engkau berpuasa, karena puasa itu tiada bandingannya. Kemudian, saya datangi kedua kalinya, beliau bersabda lagi:  Hendaklah engkau berpuasa.” (HR. Ahmad, Nasa’i, Hakim)

Bau mulut orang yang berpuasa harum di sisi Allah SWT
Bau mulut sering terjadi ketika kita sedang berpuasa dikarenakan saat tengah berpuasa, produksi air liur dalam mulut dan saluran pencernaan berkurang, hal ini bisa menyebabkan mulut menjadi lebih kering dan rentan bakteri yang menyebabkan bau.

Akan tetapi uniknya, Allah justru menyukai bau mulut orang yang sedang berpuasa, sekalipun banyak manusia yang membenci bau mulut tersebut.
“Demi diri Muhammad di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak wangi (kasturi).” (HR. Abu Dawud)

Doa orang yang berpuasa terkabul
Berkata Rasulullah saw: Terdapat tiga kaum yang doanya tidak akan ditolak: imam yang adil, orang yang puasa sampai dia berbuka, dan orang yang teraniaya.” (Hadis Riwayat Abu Hurairah ra)

Dengan memahami beberapa keutamaan puasa di atas sudah selayaknya kita tidak lagi menyia-nyiakan kesempatan yang telah Allah anugerahkan. Saat inilah waktu yang tepat untuk berlomba meraih pahala sebagai bekal di akhirat kelak. Selain itu kita juga bisa mengambil pelajaran berharga bahwa pandemi ini merupakan teguran dari Allah SWT karena hukum-hukum-Nya sering kali kita abaikan. Bukan hanya masalah ibadah mahdoh namun hingga aturan masyarakat dan negara mestinya kita hanya mengambil hukum dari-Nya.

Allah SWT berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ 
Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam keseluruhannya, dan janganlah kalian turuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian (QS Albaqarah: 208)
Wallahu a’lamu bishshawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update