Abu Mush'ab Al Fatih Bala
(Penulis Nasional & Pemerhati Politik Asal NTT)
Pertarungan ideologi tak akan pernah sepi. Selama manusia hidup ideologi hidup pula.
Ada tiga ideologi di dunia ini yakni ideologi Kapitalisme, Komunisme dan Islam. Kapitalisme diemban oleh Amerika Serikat dan sekutunya, Komunisme oleh China, Rusia, Korut dan beberapa negara lainnya di benua Asia dan Amerika.
Sedangkan Islam diemban oleh semua Muslim tanpa melihat asal negaranya. Dan ke depannya, pertarungan ideologi akan semakin menarik karena dipengaruhi oleh penyebaran wabah Corona.
Virus ini telah menyebabkan banyak peristiwa politik yang akan merubah tatanan dunia. Imbas pertama adalah imbas ekonomi.
Di Indonesia sebanyak 25.000 pekerja dirumahkan di Jakarta Selatan (Kumparan.com, 16/4). Di Amerika Serikat bisnis tour dan travel mengalami penurunan yang besar dan akan melebar ke jenis bisnis yang lain. (NewYorkTimes, 16/4). Harga minyak dunia yang turun memberikan kerugian terhadap bisnis ekspor minyaknya.
Dari segi kesehatan, Virus Corona menimbulkan permasalahan yang apik terhadap beberapa negara besar berideologi Komunisme dan Kapitalisme. Di China ada corona bermutasi menjadi jenis baru yang tidak menunjukkan gejala kepada pengidapnya.
Di Korea Selatan, orang yang sempat sembuh terinfeksi lagi. Menurut WHO total ada 90.180 kematian akibat Corona di Eropa, sekitar 65 persen dari Jumlah kematian di seluruh dunia. Jumlah penderita Covid sekitar 1.914.916 di seluruh dunia (15/4).
Sedangkan di Amerika terdapat 827.000 yang terkena Corona dengan jumlah kematian 82 orang per satu juta penduduknya. Lalu bagaimana pendapat masyarakat dunia tentang ketiga ideologi ini? China telah menunjukkan watak sebenarnya dari komunisme.
Yaitu menyembunyikan fakta sebenarnya tentang penyebaran wabah pada bulan November 2019. Ideologi Komunisme ternyata bisa menyatukan negara pendukungnya. Ketika China kesusahan, Korea Utara dan Rusia menolak membantu China dan menutup perbatasannya dengan China.
China dikenal sebagai negara dengan track record yang buruk. Banyak memberikan Utang infrastruktur kepada negara lain untuk menguasainya. Sedangkan Amerika juga mendapatkan celaan dari warganya. Para wartawan juga berani mengkritik Trump yang dianggap gagal mencegah Corona sejak Januari.
WHO menyatakan status darurat internasional karena Corona sejak tanggal 4 Januari tetapi Trump selalu mengatakan bahwa ini bisa dikontrol dan akan segera berakhir di AS. Namun sayangnya rakyat AS frustasi dengan angka kematian yang besar dan bayangan resesi ekonomi.
AS bukan penyelamat dunia. AS pernah berniat membuat vaksin namun untuk dijual bukan untuk misi kemanusian. AS menjajah negeri-negeri Kaum Muslimin seperti Irak, Afganistan, Suriah dan mendukung penjajah Israel di Palestina. AS juga berniat menghentikan pendanaan kesehatan kepada WHO untuk melawan Corona.
AS dan China bukanlah negara yang menjadi suri tauladan yang baik bagi semua negara. Harapan sekarang tertuju pada dunia Islam dengan penduduknya yang berjumlah 1,7 Triliun. Mereka melihat bahwa problem utama Corona adalah terlambatnya Lock Down mengakibatkan semakin luas menyebarnya virus ganas ini.
Kaum Muslimin melihat sejarah Islam terdahulu mampu mengatasi virus ini dan mereka mulai mengkampanyekan Lock Down yang melibatkan peran serta negara. Mereka tahu dulu Khilafah Islam murni melock down wilayah Syam karena kepentingan umat bukan untuk mempertahankan bisnis kapitalis. Sebuah Survei menunjukkan pula bahwa keinginan menegakkan Syariah Islam di berbagai negeri kaum Muslimin semakin menguat. Misalnya di Afganistan 99% warganya ingin menerapkan Syariah.
Dan prediksi NIC bisa saja terjadi tahun ini (2020) bahwa akan tegak negara adidaya baru yaitu Khilafah Islam. Sebuah negara yang menurut George W. Bush akan melintas dari Eropa hingga Asia (2/3 dunia). Kaum Muslimin melihat AS dan China merupakan penjajah secara ekonomi dan militer dan mereka perlu persatuan untuk bisa lepas dari kezhaliman itu. AS dan China diduga tak akan mampu meredam Sistem Islam karena sedang mengalami resesi yang berat. AS dan China tidak bisa saling menyerang karena keduanya saling bergantung pada kegiatan ekspor impor. China membeli Surat Utang Negara AS dan AS adalah ekspotir terbesar peranti elektronik untuk China.
Akankah Ideologi Islam akan muncul dan menjadi penyelamat dunia di saat manusia mulai kecewa dengan peradaban Komunisme dan Kapitalisme yang hanya mementingkan keuntungan materi saja?
Bumi Allah SWT, 17 April 2020
#DenganPenaMembelahDunia
#SeranganPertamaKeRomaAdalahTulisan

No comments:
Post a Comment