By : Rahmatiah
Pada abad ke 15 Islam masuk ke Ternate melalui uslub perdagangan. Para pedagang Arab yang membawa Islam ke wilayah tersebut. Berawal dari dagang, Islam mulai dikenal dan diakui oleh masyarakat lokal bahkan sampai merambat ke dalam kerajaan Ternate pada saat itu. Setelah pihak kerajaan sudah mengenal Islam barulah kerajaan Ternate diganti menjadi kesultanan. Islam saat itu mulai dianut dan diterapkan dalam kehidupan baik dikalangan kerajaan maupun masyarakat lokal. Semakin hari islam berkembang menyeluruh di Ternate bahkan hingga ke pulau lainnya yang berada di sekitar maluku.
Islam saat itu bak virus merah jambu begitu cepat, pesat, dan masyarakat berbondong-bondong masuk memeluknya. Melalui berbagai pernyataan masyarakat saat itu dalam beberapa buku sejarah yang saya singgahi bahwa masyarakat begitu tertarik kepada islam sebab sesuai fitroh manusia, menentramkan jiwa, dan memuaskan akal. Islam begitu detail mengatur peribadatan terhadap Tuhannya. Tidak hanya itu, bahkan islampun mengatur hubungan antar manusia dan juga individu atau pribadi pemeluknya. Berbeda halnya dengan agama sebelum datangnya islam yang dipeluk oleh masyarakat yang hanya memahami animisme dan dinamisme yang mereka menjadikan gunung gamalama sebagai sesembahan mereka.
Seiring berjalannya waktu Ternate mulai dimasuki oleh portugis untuk membeli rempah-rempah dan diterima dengan lapang dada oleh sultan zainal abidin akan tetapi dengan syarat portugis harus mengikuti aturan hukum yang telah diterapkan yaitu sesuai syariat islam. Karena hubungan portugis semakin dekat dengan pihak kesultanan hingga pada akhirnya mereka menguasai perdagangan di era itu. Para pedagang arabpun mulai tersingkirkan secara perlahan, padahal cikal bakal perdagangan yang begitu pesat tersebut adalah para pedagang arab.
Ketika portugis mulai menguasai perdagangan dengan berbagai taktik yang begitu lihai, disinilah mereka mulai mengubah aturan baik dari aspek muamalah, tradisi, adat istiadat bermetamorfosis liberalis sekularis. Saat itulah Ternate jatuh ditangan mereka.
Pemurtadan merebak dengan iming-iming hidup penuh kesejahteraan. Sang sultan Zainal Abidin yang berkuasa saat itu tidak diam begitu saja. Beliau menyiapkan strategi perang sengit untuk melawan musuh akan tetapi lagi-lagi musuh telah bertindak lebih cepat dibanding ekspetasinya, kemudian sang sultan diasingkan keluar dari ternate hingga pada akhirnya wafat dibunuh oleh mereka.
Namun perjalanan jihad sang sultan Ternate tidak mandek disitu saja, akan tetapi bergantinya masa dan waktu lahirlah sultan tersohor yang memilki jiwa tangguh dan kuat dalam membela agama Allah karena kebenaran harus ditegakkan dan kehidupan haruslah diterangkan dengan cahaya ilahi yang harus dijunjung tinggi dengan dakwah dan jihad yang menjadi kunci utama hidupnya. Sang sultan di sebut Amir al-din yang artinya “Pemimpin Islam”, ialah bernama Khairun, ia adalah sosok sultan yang tangguh dan cerdik dalam menyiapkan strategi jihad serta dakwah di era itu. Telah kita ketahui bersama bahwa kesultanan sudah ditekan oleh portugis sehingga tidak bisa berekspresi yang sebagaimana mestinya mengenai islam.
Masyarakat muslim dilarang menggunakan pakaian yang sesuai dengan syariat-Nya dan bahkan beribadah pun sulit untuk dilaksanakan karena kekejaman portugis yang menguasai daerah pada saat itu, walaupun dibawah kepimpinan sultan Khairun akan tetapi kekuasaan terbesarnya ialah portugis.
Kaum misionaris terus melancarkan aksinya memurtadkan masyarakat, dari Ternate hingga pulau Moro, Bacan, dan daerah lain yang dijamahnya. Namun sang mujahid yaitu sultan Khairun dengan bala tentara dan kekuatan militernya atas izin Allah Azza Wajjalla bertindak cepat dengan perlengkapan seadanya. Namun, kesungguhan mereka membela agama Allah serta berusaha mengembalikan keadaan seperti sediakala tidak bisa diragukan lagi. Diamnya sang sultan kala itu menjadi strategi idealistik jihad.
Sultan Khairun memiliki hubungan baik dengan Portugis walaupun mereka musuh nyata akan tetapi, dengan cara seperti itu sang sultan dapat mengetahui titik kelumpuhan mereka. Saking dekatnya hingga tokoh portugis bernama Francois Valentijn serta dengan para pastor lain akrab dengannya sampai sang sultan di juluki “sang pembela akidah islam yang amat kuat”. Kemajuan kristenisasi atau pemurtadan semakin pesat di maluku khususnya di moro dengan jumlah yang ribuan dan hampir merata kemurtadan mereka di daerah tersebut, hingga pada akhirnya para sultan maluku saat itu saling menguatkan dibidang kemiliteran untuk berjihad dan berusaha mengembalikan wilayah itu agar kembali kepada islam, dan sang sultan Khairun lah yang menjadi pemeran utamanya dalam jihad tersebut.
Beliau mengirim kolano katarabumi (panglima jihad) beserta pasukan alifurunya menyerang pemukiman kristen di Morotia/Moro (Morotai) saat itu, kecuali daerah Tolo tidak sempat diserang karena bisa dibilang jantungnya portugis oleh karena itu ada pertahanan kuat pasukan portugis yang memiliki misi jesuit dibanding dengan jumlah para mujahid di masa itu namun dengan izin Allah subhannallah wata’ala selain daerah lain juga berhasil di taklukan. Di tahun 1569 sultan Khairun menerima usulan Portugis untuk memperbaharui perjanjian yang telah disepakati sebelumnya atas daerah yang ditaklukan tersebut agar berdamai namun kekuasaan sepenuhnya berada ditangan sang sultan. Kemudian sultan Khairun pun menerimanya akan tetapi, ketika diadakan perayaan perdamaian terjadi malapetaka yang tak diduga bahwa sang sultan dibunuh oleh prajurit Portugis bernama Antonio Pimental yang merupakan suruhannya De Mesquita yang menjabat sebagai Gubernur Portugis di wilayah yang dijajahinya.
Setelah lengsernya sultan Khairun kemudian digantikan posisinya oleh anaknya sendiri yang bernama Babullah. singkatnya sultan Bab melakukan perlawanan kepada Portugis untuk melanjutkan perjuangan sang ayah dalam memimpin dan berjihad di jalan Allah. Ketika Bab naik takhta dengan gagahnya beliau perintahkan pasukan yang terlatih untuk memburu si pembunuh ayahnya.
Dimasa kepemimpinan sultan Babullah Orang kristen diberikan opsi : kembali ke agama asal (islam) atau menjadi tawanan. Ketegasan sultan Bab membuat Portugis tak bisa berkutik pada akhirnya banyak mayoritas pribumi kristen Moro memilih kembali ke islam sementara sebagian kecil menjadi tawanan. Tindakan sultan Bab didukung oleh sultan lainnya di maluku sehingga dijuluki sama seperti ayahnya yaitu 'Pembela islam'.
Konversi besar-besaran dan kerusuhanpun terjadi, sehingga orang Portugis di Moro dan Bacan mulai di evakuasi ke berbagai benteng di Ternate. Jihad pun berlanjut hingga ke bagian perbatasan Sulawesi-Maluku, Bab serta bala tentaranya menggunakan kapal tempur yang telah mereka rampas dari Portugis saat pertempuran mereka di Moro dan Bacan, kapal yang digunakan untuk mengepung Portugis di Maluku dari Galela bergerak menuju pantai Utara dan pantai selatan Halmahera semua orang portugis atau non yang beragama kristen dibunuh hingga akhirnya tiba di Tolo, pasukan sultan Bab mendapat perlawanan sengit karena jumlah pasukan mereka lebih banyak namun sultan Bab dapat menaklukannya.
Ambon adalah daerah yang dikuasai oleh portugis dan daerah itulah yang menjadi tujuan Bab untuk mengembalikan ke syariat islam, pengepungan serta pertempuran menaklukannya butuh waktu 3 tahun. Setelah itu alhamdulillah Sultan Bab berhasil menjadi sang penakluk Maluku. Orang Portugis yang masih hidup di evakuasi ke luar meninggalkan daerah-daerah di Maluku dan ada beberapa Portugis yang bertahan hidup di daerah tersebut karena mereka menerima tunduk dan patuh pada penguasa saat itu ialah Sultan Babullah. Sayang seribu sayang andaikan aturan hukum di wilayah Maluku baik itu kesultanan ataupun tidak, jika masih menggunakan syariat islam pastilah bahagia dan merasa aman serta tentram karena islam adalah agama sempurna akan tetapi karena penerapan kehidupan bukanlah bersistem islam hanya sekedar spiritual saja, oleh karena itu lihatlah sekarang ini islam dijadikan bahan olokan, bualan semata, dan ditindas oleh kafir bahkan dari muslim sekalipun. Perlu ditegaskan kembali saat ini muslim hanya sekedar pengisi formalitas diatas lembaran kertas atau biodata. Sungguh kami merindukan sebuah revolusi baru. Untuk itu marilah kita menjadi mujahid dan mujahidah berjiwa tangguh dan berintelektual untuk berjihad di jalan Allah SWT. Dalam meraih naungan rahmat dan ridho-Nya. Semoga dengan tulisan sejarah ini bisa dijadikan ibroh dalam kehidupan kita, dan mendapat pelajaran berharga darinya yaitu sang penakluk Maluku. Sebagaimana dalam QS. Al-Hujurat 49: Ayat 15 Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِا للّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ ثُمَّ لَمْ يَرْتَا بُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَ مْوَا لِهِمْ وَاَ نْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الصّٰدِقُوْنَ
"Sesungguhnya orang-orang mukmin yang sebenarnya adalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu, dan mereka berjihad dengan harta dan jiwanya di jalan Allah. Mereka itulah orang-orang yang benar."

No comments:
Post a Comment