Oleh : Neneng Sriwidianti
Pengasuh Majelis Taklim dan Member AMK
Menolak lupa! Tanggal 03 Maret 1924, Kekhilafahan Utsmani terakhir di Turki, diruntuhkan oleh Mustafa Kemal Attaturk, agen Yahudi didikan Inggris yang menyamar menjadi muslim untuk menghancurkan umat Islam dari dalam. Kaum muslimin tidak akan pernah lupa tanggal tersebut, hari berkabung bagi umat Islam seluruh dunia. Sejak saat itulah penderitaan umat Islam menanggung penderitaan dan keterpurukan atas perbuatannya sampai detik ini.
Umat Islam hidup tanpa seorang pemimpin, terpecah-pecah menjadi 50 negeri-negeri kecil tanpa kekuatan, umat Islam seperti buih di lautan, mayoritas tetapi tidak ada kemuliaan, mereka di sekat oleh bangsa-bangsa (nation state). Jadilah umat ini terpuruk, terzalimi hampir diseluruh aspek kehidupan. Proses ini dimulai ketika pada awal abad ke-19 M, kaum muslimin mulai meninggalkan Al-Quran dan Sunah untuk memecahkan masalah-masalah mereka, hukum syariat diabaikan dan bahkan direndahkan sebagai hukum yang tidak sesuai zaman. Umat Islam justru tertarik dengan ideologi liberal yang menggiurkan nafsu manusia. Ideologi ini menafikan aturan Allah Swt untuk mengatur seluruh kehidupannya.
Hari ini tepat 96 tahun, umat Islam hidup di bawah aturan sekuler (memisahkan agama dari kehidupan). Aturan hidup sekuler ini dipaksakan diterapkan kepada umat Islam, tanpa kuasa untuk menolaknya. Jadilah umat Islam menjadi umat yang identik dengan kebodohan, kemiskinan, penganiayaan dan pembantaian terus terjadi menimpa umat Islam. Gaza berdarah, Uighur menjerit dan saudara-saudara muslim di India juga mengalami hal yang sama. Begitu juga dengan muslim di seluruh dunia yang sampai hari ini masih berkutat pada duka berkelanjutan.
Belum lagi persoalan perempuan dan generasi semakin banyak dan keluarga sebagai benteng terakhir penanaman dan praktek Islam semakin lemah bahkan direkayasa untuk dihancurkan melalui berbagai cara. Tidak ada yang bisa menolong umat Islam saat ini. Kemana predikat "Umat Terbaik" yang Allah Swt lekatkan pada kita, umat Islam?
"Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena mampu) menyuruh (berbuat) yang Makruf, dan mencegah dari yang mungkar, dan beriman kepada Allah..." (TQS. ali-Imran [3] : 110).
Lupakah kita, bahwa kita pernah berjaya selama 14 abad dan 2/3 dunia ada dalam naungan Khilafah Islamiyah. Sebuah peradaban emas yang pernah ada dimuka bumi ini. Seorang Will Durant, ahli sejarah dari Barat yang mampu melihat secara objektif dengan kefasihan keilmuannya ketika ia memuji eksistensi Khilafah. Terbukti Khilafah berhasil membagi kesejahteraan dan keadilan secara merata yang meliputi wilayah yang begitu luas tanpa membedakan ras dan warna kulit.
Benar apa yang dikatakan oleh Syekh Taqiyuddin An-Nabhani, Amir pertama Hizbut Tahrir, bahwa masalah fatal kalian (umat Islam) adalah ketika akidah Islam telah padam sinarnya di hati kalian, telah pergi efeknya dalam amal-amal kalian, telah hilang panasnya dalam perbuatan-perbuatan kalian dan telah menjadi mati dalam jiwa-jiwa kalian. Maka sinarilah aqidah Islam itu dengan hukum-hukum Al-Qur'an, hidupkanlah ia dengan mengingat Allah Swt, jadikan ia mampu mengembalikan kalian menjadi sosok lain seperti kaum muslimin terdahulu dari para sahabat, para tabi'in dan tabi' tabi'in.
Wahai kaum muslimin, episode kelam dalam sejarah ini bukan untuk ditangisi dan diratapi. Melainkan harus dipetik sebagai ibroh dan pelajaran agar umat Islam memahami bahwa faktor penyebab yang menyebabkan umat Islam terjerembab kedalam lubang kehancuran yang menyakitkan adalah ketika umat Islam tidak lagi menerapkan hukum Islam secara kaffah dalam bingkai Khilafah. Ketika akidah Islam telah padam sinarnya di hati kaum muslimin. Khilafahlah satu-satunya institusi yang bisa menyelesaikan permasalahan hari ini, menjaga umat Islam dari segala macam penganiayaan dan penindasan. Khilafah juga yang akan mengembalikan kemuliaan muslimah dengan aturannya yang agung. Khilafah yang akan mengakhiri penderitaan panjang kaum muslimin.
"Sesungguhnya seorang Imam itu (laksana) perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang dibelakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah 'azza wa jalla, dan adil maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa atau azab karenanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
Mari kita songsong tegaknya Khilafah. Tidak lama lagi. Khilafah ala minhaj an-nubuwwah akan segera diproklamirkan, yang akan disambut umat Islam sedunia dengan penuh kesyahduan. Inilah yang disebut oleh lisan yang mulia Rasulullah Saw : "Tsumma takunu Khilafah ' ala minhaj an-nubuwwah (kemudian akan datang kembali Khilafah yang mengikuti jejak kenabian)." (HR. Ahmad).
Jadilah kita sebagai muslimah yang akan dicatat oleh tinta emas peradaban, sebagai orang yang memperjuangkan tegaknya Khilafah. Karena Khilafah adalah kewajiban dan kebutuhan yang mendesak saat ini.
Wallahu a'lam bishshawaab

No comments:
Post a Comment