Oleh : Suriyanti Samad
Baper alias kebawa perasaan adalah istilah yang mengemuka beberapa waktu belakangan di kaum milenial ini. Namun,sekarang masih banyak yang ngakunya muslimah sejati tapi kenyataannya perilaku mereka tidak sesuai dengan ajaran islam. Lihat saja fenomena zaman sekarang yang serba dibawah perasaan. Perasaan dimana hati tak pernah tenang dan selalu merasakan kegalauan dengan gombalan-gombalan yang diberikan oleh kaum lelaki sehingga membuat kaum wanita menjadi baper.
Baper dalam hal mudah tersinggung atau terlalu sensitif terkadang membuat orang lain yang berinteraksi dengan kita menjadi tidak nyaman. Seringkali kita harus sangat berhati-hati agar orang tersebut tidak marah, tersinggung, sedih dan sebagainya. Bagi kita para muslimah persoalan baper seringkali berawal dari hal sepele yang kemudian meledak menjadi hal besar. Sebenarnya baper ini diciptakan oleh diri kita sendiri sehingga kita bisa mengendalikannya itu semua tergantung dengan pilihannya kita. Tentu berbeda kalau baper itu merujuk ke hal positif yang konteksnya care atau memberi rasa peduli kepada orang lain. Daripada kita terjebak didalam baperan yang tak bermanfaat, lebih baik kita melatih diri menjadi muslimah yang BAPERAN (bawah perubahan),untuk selalu mendekatkan diri kita kepada ALLAH SWT.
Sebagaimana kita sebagai seorang muslimah wajib mengkaji manual book yaitu Al-Qur’an dan hadist, karena didalamnya terdapat banyak sekali petunjuk kehidupan baik didunia maupun diakhirat. Muslimah baperan juga harus mengenali Allah, sang pencipta. Jika kita mengenal Allah maka kita kan tahu tujuan hidup kita. Jangan hanya hidup tanpa mengetahui makna hidup yang sebenarnya yang kita jalani ini. Hidup kita didunia hanya sementara, maka selama hidup perbanyaklah melakukan kegiatan yang bermanfaat yang dapat membawah kita ke jannahnya Allah. Selain itu, kita harus ikhlas dan selalu bersyukur atas peran yang Allah berikan. Akhlak seorang muslimah yang suka baperan juga sudah dicontohkan oleh para perempuan hebat dalam sejarah nabi.
Seperti kisahnya Maryam seorang wanita yang selalu menjaga kesuciannya. Ia tidak sembarangan berdekatan dengan laki-laki yang bukan mahromnya, Ia tidak mengoda laki-laki dan juga menjahui godaan mereka. Pernah suatu ketika jibril datang kepada Maryam,datang dalam fisik laki-laki yang sempurna. Melihat laki-laki yang sangat sempurna ketampanannya, Maryam tidak terkecoh dengan merendahkan dirinya mencoba menarik perhatian laki-laki tersebut. Tetapi ia malah berlindung kepada Allah dan meminta laki-laki tersebut menjauh. Hingga akhirnya jibril mengatakan “ sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci“. ( QS. Maryam : 19 ). Barulah Maryam tahu bahwa laki-laki tersebut tidak bermaksud menggoda dan mengganggunya. Dan ia juga bisa menjaga diri darinya. Ternyata Ketika diberi ujian oleh Allah swt bahwa ia mengandung seorang anak padahal ia tidak pernah menikah,bahkan tidak ada seorang lelaki yang menyentuhnya. Dengan kondisi seperti itu, ia tetap sabar dan menerima apapun yang Allah berikan.
Hendaknya menjadi wanita muslimah menjadikan Maryam sebagai salah satu teladannya. Sudah seharusnya wanita muslimah menjaga diri dari laki-laki karena itulah kemuliaan. Jangan tertipu dengan ungkapan bahwa kehebatan wanita itu karena mampu menaklukan laki-laki dengan rayuan. Semestinya kita sebagai seorang muslimah harus menjaga diri dari godaan dan gombalan para laki-laki. Dan mintalah taufik dan pertolongan kepada Allah agar kita selalu menjaga kehormatan dan kesucian kita sebagai seorang muslimah.
“ TETAP ISTIQOMAH DIJALAN ALLAH “

No comments:
Post a Comment