Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tingginya Kasus HIV, Bukti Kegagalan Sistem

Monday, February 10, 2020 | Monday, February 10, 2020 WIB Last Updated 2020-02-10T06:47:36Z
Oleh: Faridah 
(Pemerhati Lingkungan dan Generasi)

Balikpapan merupakan kota yang terbuka  dan gerbang pintu Kal -Tim. Siapa saja bisa tiba dan tinggal di kota ini, apalagi setelah resmi menjadi Ibu Kota baru. Dampak yang ditimbulkan dari keterbukaan kota ini yaitu meningkatnya angka penderita Human Immunodeficiency Virus atau biasa di sebut (HIV). Menurut Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan sepanjang tahun 2018 sampai 2019 terjadi peningkatan virus HIV di Balikpapan yakni sebesar 8 persen. Bukan hanya itu saja, angka kematian akibat HIV juga meningkat yakni sebanyak 44 persen pada tahun 2019 dibanding tahun sebelumnya. (https://kaltim.prokal.co/read/news/366211-waduh-bahaya-kasus-hiv-di-kota-ini-naik-8-persen.html).

Melihat tingginya resiko kematian penderita HIV /AIDS, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan lintas sektor bersama beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM). Berbagai program di gulirkan untuk penanggulangan ODHA, mulai dari memberikan edukasi pemahaman hingga  pembagian kondom ke tempat-tempat lokalisasi dengan alasan supaya aman dalam berhubungan seks (zina). Solusi yang diberikan hanya tambal sulam yang tidak memecahkan permasalahan tersebut hingga keakarnya.

HIV / AIDS bukan sekedar masalah medis, penyakit ini merupakan dampak sosial yang di timbulkan oleh gaya hidup bebas yang salah seperti seks bebas, penyimpangan seks (lesbi dan homo), pernikahan sesama jenis, narkoba, dan lain-lain. Penyakit HIV /AIDS hingga saat tidak ada obat nya. Menurut data penyebaran HIV / AIDS melalui seks bebas merupakan penyumbang terbesar yang menyebabkan naiknya angka penderita HIV/AIDS saat ini.

Mereka beranggapan bahwa hubungan seks adalah hak asasi yang harus dilindungi oleh hukum. Padahal terlihat jelas bahwa kerusakan yang ditimbulkan seperti munculnya pedofil - pedofil yang menjamur yang mengintai kepada anak - anak demi memuaskan nafsu syetan. Inilah akibat diterapkannya gaya hidup bebas sekuler liberal di tengah - tengah masyarakat yang mana agama tidak digunakan dalam kehidupan untuk mengatur pergaulan. Kemudian ditambah perekonomian yang sulit di masyarakat, sehingga menjadikan gaya hidup bebas sebagai alternatif memenuhi kehidupan yang tidak melihat pada halal dan haramnya perbuatan.

Solusi islam mengatasi HIV / AIDS
Di dalam islam perilaku seks bebas ( zina ) tegas hukumannya. Bagi mereka yang sudah menikah akan di rajam sampai mati dan bagi yang belum menikah  akan dicambuk dan diasingkan. Perlakuan ini bukan tidak manusiawi atau kejam tetapi ini adalah solusi preventif sekaligus kuratif agar masyarakat yang ingin melakukan perbuatan tersebut berfikir terlebih dahulu sebelum bertindak.

Didalam keluargapun agama dan aqidah harus sedari kecil ditanamkan agar mereka tidak terjerumus dalam perilaku hidup bebas seperti seks bebas, pacaran, berdua-duaan dengan lawan jenis, ikhtilat dan lain-lain. Selain itu masyarakat wajib mengontrol serta menegur ketika ada penyimpangan perilaku masyarakat agar tercipta masyarakat yang peduli terhadap sesama dan bertanggungjawab menjaga lingkungannya.

Negara bersikap tegas terhadap siapa saja yang terkena virus ini untuk mengkarantina agar virus tidak menyebar dan menular kepada orang yang sehat. Maka jika semua itu dilakukan, penyebaran HIV / AIDS akan berkurang bahkan tidak ada sama sekali. Tentu saja hal itu bisa terwujud jika sistem islam diterapkan secara sempurna (kaffah). Menerapkan hukum Allah secara komprehensif hanya bisa diwujudkan ketika daulah khilafah tegak.
Wallahuu a'lam bissowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update