Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Hidupnya Virus Corona, Pengubah Takdir Cina?

Friday, February 07, 2020 | Friday, February 07, 2020 WIB Last Updated 2020-02-07T04:34:15Z
Oleh : Erni Yuwana 
(Aktivis Muslimah)

“Tidak ada kekuatan yang bisa mengguncang fondasi dari negara yang hebat ini. Tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan rakyat China dan negara China untuk terus maju,” ujar pemimpin China Xi Jinping. Ungkapan itu disampaikan Jinping pada Oktober 2019 silam. Bertepatan dengan perayaan 70 tahun berdirinya negara berhaluan komunis itu.

Keangkuhan kata-kata Xi Jinping tengah meminta pembuktian. Hidupnya virus Corona menguji seberapa hebat negara China, hingga tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan negara komunis tersebut. Xi Jinping salah. China luluh lantak. Wabah virus Corona melumpuhkan daerah Wuhan dan daerah-daerah lain di China. Wuhan tak ubahnya kota mati. Virus menyebar dengan ucepat. Makin ganas. Makin mengerikan. Virus Corona berhasil mengguncang kehebatan negara tak bertuhan tersebut.

Dilansir dari MailOnline, Rabu (29/1), virus mematikan itu meningkat tiga kali lipat hingga mencapai 6.200 kasus dalam tiga hari. Dari jumlah itu, sebanyak 6.078 terjadi di China. Selain itu, wabah virus Corona juga lebih buruk dibandingkan SARS pada 2003.

Akibat kejadian itu, China diisolasi warga dunia. Sejumlah negara sahabat, seperti Korea Utara bahkan menutup pintu rapat-rapat bagi para wisatawan asal China. Tak ada orang yang mau datang ke China. Tak ada tempat yang mau menerima warga China. Semua takut tertular wabah bernama Corona. 

Corona pada akhirnya membelalakkan mata warga dunia. Kedzaliman pasti kan terbalas juga. Hantaman virus Corona ke negeri China di tengah perayaan hari raya imlek membuat etnis China dan etnis Uighur bernasib sama. Mereka sama-sama terisolasi dari dunia. Bedanya, etnis China terisolasi karena virus mematikan yang bisa membunuh kapan saja, sedangkan etnis Uighur sengaja diisolasi karena kekejaman pemerintah etnis China. Apakah ini karma? Atau teguran Allah atas melangitnya doa Uighur yang tak ada hijab dengan Rabb nya? 

Dikutip dari CNN, Minggu (2/2/2020) dampak ekonomi dari virus tersebut masih belum bisa ditentukan. Namun demikian, satu media pemerintah dan beberapa ekonom menilai pertumbuhan ekonomi China bisa terpangkas hingga 2 persen kuartal ini lantaran wabah virus tersebut.

Sebab, kerberadaan virus membuat sebagian besar aktifitas ekonomi di negara tersebut terhenti. Di kuartal pertama tahun ini, China bisa jadi kehilangan momentum pertumbuhan hingga 62 miliar dollar AS.

Suasana matinya kota-kota di Cina lantaran wabah sudah menelan 361 orang dan 17 ribu kasus terinfeksi virus Corona. Perusahaan-perusahaan asing ramai-ramai mengumumkan penutupan kantor cabang mereka di Cina dan meliburkan ribuan karyawannya.

Apple Inc menutup seluruh kantor cabangnya di Cina hingga 9 Februari 2020. Perusahaan dengan 10 ribu karyawan tersebut juga berhenti beroperasi. Starbucks, Ikea, dan restoran McDonald juga memutuskan menutup gerainya karena khawatir dengan wabah virus Corona.

Tak kalah seru, Levi Strauss & Co yang baru buka kantor cabang di Cina pada Oktober 2019 dan membuka kantor terbesarnya di Wuhan, tempat ditemukan virus Corona, pun menutup seluruh outletnya di Cina.

Industri pariwisata terpuruk, kehilangan miliaran dollar dari perayaan Imlek lalu. Perusahaan-perusahaan jasa perjalanan, hotel, dan maskapai penerbangan terpaksa mengembalikan biaya perjalanan kepada konsumen yang menuju atau dari Cina. Kerugian juga terjadi pada dunia hiburan seperti bioskop dan taman bermain raksasa seperti Disneyland.

Dampak yang lebih luas lagi adalah sekitar 290 juta pekerja migran terhenti yang berasal dari desa-desa di Cina dan bekerja di sektor konstruksi, manufaktur dan jenis pekerjaan yang disebut bergaji rendah tapi vital bagi pekerja seperti pelayan restoran, pengirim paket, bahkan pekerja pembersih toilet. Belum lagi ribuan pekerja asal Cina yang menghadapi penolakan di perusahaan-perusahaan asing lantaran khawatir menularkan wabah virus Corona.

Industri farmasi, lembaga keuangan, industri otomotif, hingga teknologi multinasional juga terkena imbasnya. Mereka ramai-ramai melakukan evakuasi para pekerja mereka dari Cina.

Sejumlah negara tetangga pun memutuskan untuk menutup wilayah perbatasan dengan Cina di antaranya Korea Utara dan Rusia. Kementerian Luar Negeri Cina akhirnya membuat pernyataan pada hari Sabtu, 1 Februari 2020 atas pembatalan 36 maskapai terbang ke Cina.

Takdir bisa berbalik kapan saja. Keangkuhan China tak ada apa-apanya di depan virus Corona. Suatu keniscayaan jika kebinasaan adalah akhir dari setiap kesombongan. Rasulullah bersabda, “Ada tiga perkara yang dapat membinasakan manusia (hamba), yaitu; sikap bakhil yang dipatuhi, hawa nafsu yang diikuti, dan kekaguman seseorang kepada diri sendiri.” (HR. Thabrani).

China harus mulai sadar diri. Negaranya bukan apa-apa di hadapan sang Maha Pencipta lagi Maha Tinggi, Allah SWT. Setiap kedzaliman akan hancur. Setiap kesombongan akan binasa. Fir’aun yang mengaku Tuhan (QS [79]:23-25,[28]:38), akhirnya ditenggelamkan di Laut Merah. Qarun yang pongah karena harta kekayaannya (QS [28]:76-82), dilenyapkan ke perut bumi. Raja Namrudz yang menyetarakan diri dengan Allah SWT. (QS [2]:258), justru dimatikan oleh seekor nyamuk. Akankah China mengikuti kebinasaan dari para pendahulunya? Akankah masih tak bertuhan dengan berlututnya bangsa tersebut di depan makhluk tak kasat mata bernama Corona? 

Ingat firman Allah SWT:

وَمَكَرُوا وَمَكَرَ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ

“Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya”. (Q.S.Ali Imron: 54)

Allahu A'lam bi Ash Shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update