Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Uighur Dipersekusi, Tak Ada Yang Berani Mengakhiri

Friday, January 10, 2020 | Friday, January 10, 2020 WIB Last Updated 2020-01-10T11:47:53Z
Oleh: Tiara
Pelajar, Aktivis dakwah Serdang Bedagai

Uighur adalah salah satu suku minoritas resmi di Republik Rakyat Tiongkok. Suku ini merupakan keturunan dari suku kuno Huihe yang tersebar di Asia Tengah, menuturkan bahasa Uighur dan memeluk agama Islam. Akhir-akhir ini pemberitaan tentang Uighur sedang hangat-hangatnya diperbincangkan . 

Dikutip dari TEMPO.CO, Jakarta (23/12/2019) - Topik tentang etnis Muslim Uighur sedang menghangat. Pertama, ketika dokumen resmi pemerintah Cina "Xinjiang Papers" bocor dan dirilis oleh New York Times. Kedua, setelah pesepakbola Arsenal keturunan Turki Mesut Ozil yang buka suara soal dukungannya terhadap Uighur.

Apakah yang terjadi pada muslim Uighur??
Uighur kini tengah dipersekusi oleh pemerintah Cina. Siapa sangka negara yang memiliki ekonomi nomor dua terbesar di dunia setelah AS ini melakukan tindakan yang keji terhadap muslim Uighur. 
Dikutip dari bbc.com (19/12/2018)-Menurut Human Rights Watch, suku Uighur khususnya, dipantau secara sangat ketat. Mereka harus memberikan sampel biometrik dan DNA. Dilaporkan terjadi penangkapan terhadap mereka yang memiliki kerabat di 26 negara yang dianggap 'sensitif'. Dan hingga satu juta orang telah ditahan.Kelompok-kelompok HAM mengatakan orang-orang di kamp-kamp itu dipaksa belajar bahasa Mandarin dan diarahkan untuk mengecam, bahkan meninggalkan keyakinan iman mereka.

Suaramuslim.net (24/12/2019)–Lebih dari 2 juta Muslim Uyghur dikurung di kamp konsentrasi mirip dengan gaya Nazi, di mana mereka dipaksa untuk mengutuk agama mereka dan makan daging babi, dengan dalih “memerangi ekstremisme. Bahasa Muslim Uyghur telah dilarang dari penggunaan resmi dan pendidikan, sedangkan semua buku dalam bahasa Uyghur juga dibakar.

Dari 24.000 masjid di seluruh Turkistan Timur, lebih dari 20.000 diantaranya telah dihancurkan, diubah menjadi kantor-kantor pemerintah, diberikan kepada pebisnis Cina, dan berubah menjadi pusat propaganda. Lebih dari 60.000 guru agama, dan ulama telah dibuang ke penjara dengan dalih “memerangi ekstremisme”. Ulama besar Muhammad Salih terbunuh di penjara, dan imam terkenal lainnya seperti Abdushukur Haji telah dijatuhi hukuman 20 tahun penjara.

Masih ada banyak lagi kekejaman rezim China untuk muslim Uighur. Namun China menegaskan berita-berita yang hot tersebut adalah hoaks, China juga menegaskan permasalahan di xianjiang bukan soal agama melainkan separatisme. . Menurut Duta Besar China untuk Indonesia Xiao Qian, pemerintah murni memerangi aksi radikalisme dan terorisme. 

Hal ini dikatakan saat menemui Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Selasa (17/12/2019). Ia meluruskan pemberitaan soal dugaan persekusi dan diskriminasi etnis Muslim Uighur yang dituding sebagian pihak ke negara tirai bambu itu.
Bahkan pemerintah China mempersilahkan warga Indonesia untuk melihat langsung ke kamp-kamp konsentrasi tersebut. 

Soal muslim Uighur China, apakah respons istana?
Masalah Uighur hingga kini semakin menegang, pasalnya berita soal Uighur berlalu begitu saja tak ada respon dari penguasa mayoritas Islam yaitu Indonesia. Dikutip dari Jakarta, CNBC Indonesia (24/12/2019)- Istana mengaku tak akan mencampuri urusan China soal Uighur di Xinjiang. Hal tersebut dilakukan sebagai cara menghormati hubungan internasional kedua negara.

Apa yang akan terjadi jika kita tak ada yang berani “berkutik”. Muslim Uighur adalah saudara kita, seharusnya tak ada sekat yang membatasi kita untuk menolong mereka. Namun  kita yang mayoritas penduduknya beragama Islam bahkan penguasanya saja tidak berani melakukan apapun, itu karena Indonesia memiliki hubungan yang erat dengan China bahkan memiliki hutang yang sangat banyak yang tak memungkinkan untuk dibayarkan. 

Muslim Uighur kini tak punya perisai dan perlindungan. Hanya kepemimpinan Islam lah yang mampu memberikan perisai yang tebal tuk melindungi rakyatnya. Karena itulah kita mesti membaiat seorang Khalifah. Selama sistem yang diterapkan adalah sistem kufur maka tak akan pernah bisa menyelamatkan umat Islam yang tertindas. Kita akan mengalami penindasan dari segi fisik serta ekonomi. Dengan menerapkan sistem yang berpedoman dengan Al Qur'an maka kita dapat menyelamatkan saudara-saudara kita yang teraniaya.
Wallahu a’lam Bishawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update