Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Musibah Membawa Hikmah

Thursday, January 16, 2020 | Thursday, January 16, 2020 WIB


Oleh : Tutik Haryanti
(Ibu Rumah Tangga dan Member AMK)

Awal tahun 2020 bencana banjir melanda negeri kita. Hujan deras saat malam pergantian tahun terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Daerah terdampak banjir terparah yaitu, DKI Jakarta dan sekitarnya.

Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi menyebut, banjir yang terjadi di sejumlah wilayah akibat penggundulan hutan, penyempitan dan pendangkalan sungai hingga pembangunan yang jor-joran.

"Banjir terjadi di mana-mana, tidak usah saling menyalahkan karena ini kesalahan kolektif bersama," kata Dedi melalui sambungan telepon, Kamis (2/1/2020). (Kompas.com)

Negeri ini tak henti dirundung duka. Musibah datang silih berganti. Tsunami pada tahun 2004, telah meluluh-lantakkan Propinsi Nangro Aceh Darusalam. Gempa bumi dengan  goncangan dahsyat di Daerah Istimewa Yogyakarta, Palu dan Lombok. Meletusnya gunung berapi dan kebakaran hutan di wilayah Indonesia. Dahsyatnya bencana senantiasa mengingatkan kebesaran  Allah Swt.

Sebab Musibah

Fakta yang bisa kita indera bersama, bahwa kemungkaran di negeri ini kian merajalela. Sistem kapitalisme yang dianut negeri ini, menghasilkan degradasi moral, dan keserakahan. Dalam pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), hitungannya untung rugi. Berharap dengan modal sedikit, mampu menghasilkan keuntungan yang besar. Alhasil, pengelolaan SDA dan pembangunan infrastruktur dilakukan jor-joran tanpa memperhatikan lingkungan. Sehingga bencana pun tak bisa dihindari.

Berikut sebab-sebab bencana yaitu,

(1). Banyaknya kemaksiatan, dimana manusia telah berbuat melampui batas. Sebagaimana firman Allah,

Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas". (QS. Yasin: 19).

(2). Kezaliman kian merajalela, seperti pembunuhan, anak durhaka kepada ibunya, pemerkosaan, perampokan dan sebagainya. Membuat Allah murka dan datanglah bala bencana, Firman Allah Swt.

"Dan tidak adalah Tuhanmu membinasakan kota-kota, sebelum Dia mengutus di ibukota itu seorang rasul yang membacakan ayat-ayat Kami kepada mereka, dan tidak pernah (pula) Kami membinasakan kota-kota, kecuali penduduknya dalam keadaan melakukan kezaliman. (QS. Qasas: 59).

(3). Kerusakan alam akibat ulah tangan-tangan manusia. Allah ta'ala berfirman,

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (QS. Ar Rum: 41).

(4). Para tokoh yang melakukan kemaksiatan dan kezaliman.  Pemimpin yang tidak amanah terhadap rakyatnya, hartawan yang berfoya-foya lalu tidak menghiraukan saudaranya yang sedang menderita, serta ulama yang telah menggadaikan ayat-ayat Allah Swt hanya demi materi/harta.

"Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya. (QS. Al Isra': 16).

(5). Orang-orang sholeh yang hanya bersikap diam, melihat kezaliman yang ada di hadapannya. Dimana seharusnya mereka berbuat amar ma'ruf nahyi mungkar  terhadap setiap kezaliman yang terjadi.

"Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (QS. Al Anfal: 25).

(6). Musibah adalah rahmat Allah Swt. Peringatan kepada manusia apabila mendapatkan musibah selalu dikembalikan lagi kepada-Nya.

"Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: "Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji'uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. Al Baqoroh: 155-157).
  
(7). Allah Swt menguji orang-orang yang hanya cinta dunia dan lalai akan akhiratnya. 

"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan." (QS. Hud: 15).

"Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan." (QS. Hud: 16).

Demikian Allah menguji hambanya, untuk mengetahui sampai dimana letak ketaatan kita kepada sang pemilik jagad raya. Dan dengan musibah apa pun, menjadikan jalan untuk kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya.

Dampak Bencana

Bencana dirasakan semua warga yang terdampak. Bencana banjir membawa kerusakan dan kerugian, hilangnya harta benda, lumpuhnya aktivitas, rusaknya fasilitas umum, merusak rumah-rumah warga dan segala perabotannya, bahkan hilangnya nyawa. Semua itu butuh penanganan yang sigap dan cepat dari pemerintah, dan juga peran serta seluruh lapisan  masyarakat untuk saling membantu. Disinilah dituntut kesadaran kita untuk meringankan beban saudara-saudara kita, dan mengokohkan tali persaudaraan sesama manusia tanpa pandang bulu, baik muslim maupun non muslim, baik kaya ataupun miskin.

Hikmah di Balik Musibah

Alam semesta dan seluruh isinya adalah milik Allah Swt. Maka setiap bencana yang terjadi merupakan kehendak-Nya. Bencana dan musibah yang menimpa pada tiap-tiap manusia adalah bukti kasih sayang Allah kepada hambanya, untuk mengingatkan manusia yang senantiasa lalai dan mudah tergelincir dalam kemaksiatan. Untuk itu kita harus selalu berusaha  memperbaiki diri, dengan  mengikuti ajaran yang dibawa oleh nabi kita Muhammad Saw, berupa Al Qur'an dan As sunnah. 

Bencana terjadi sebagai peringatan untuk kita, agar kembali kepada Allah Swt. Sudah saatnya kita membuang jauh hukum buatan manusia, sistem kapitalisme yang membaw malapetaka. Kembalilah kepada aturan Allah Swt. Sistem Islam yang mengatur segala aspek kehidupan. Islam   mengatur tata cara pengelolaan alam, tata ruang lingkungan, dan penanggulangan bencana. Yang tentunya akan membawa keberkahan bagi seluruh umat manusia. 

Wallahu a'lam bishshowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update