Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Merdeka Belajar dalam Perspektif Islam

Friday, January 10, 2020 | Friday, January 10, 2020 WIB Last Updated 2020-01-10T12:06:55Z


Oleh : Nur Ilmi Hidayah
Praktisi Pendidikan Madrasah, Member  Akademi Menulis Kreatif

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengubah sejumlah sistem pendidikan di Indonesia. Lewat konsep pendidikan merdeka belajar, ada program pokok yang menjadi fokus Nadiem ke depan. Program pokok tersebut  meliputi perubahan pada Ujian Sekolah Berstandar Nasional (SBN), Ujian Nasional (UN), Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dan Peraturan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Zonasi.

“Empat program pokok kebijakan pendidikan tersebut akan menjadi arah pembelajaran ke depan yang fokus pada arahan Presiden dan Wakil Presiden dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia.” Jelas Nadiem. (Antara.com, Rabu, 22/12/2019)

Nadiem menjelaskan, untuk menyelenggarakan USBN 2020 akan diterapkan oleh sekolah. Ujian tersebut dilakukan untuk menilai kompetensi siswa yang dapat dilakukan dalam bentuk tertulis atau bentuk penilaian lainnya yang lebih komprehensif, seperti potorfolio dan penugasan (tugas kelompok, karya tulis, dan sebagainya).

Melalui hal itu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam penilaian hasil belajar siswa. Nantinya, anggaran USBN dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah, guna meningkatkan kualitas pembelajaran.

Mengenai UN, tahun  2020 merupakan pelaksanaan UN untuk terakhir kalinya. UN tersebut akan dilaksanakan oleh siswa yang berada di tengah jenjang sekolah untuk memperbaiki mutu pembelajaran. Hasil ujian ini tidak digunakan untuk basis seleksi siswa ke jenjang selanjutnya.

Terkait penyusunan RPP, Kemendikbud dengan merencanakan beberapa komponen. Dengan kebijakan baru tersebut, guru secara bebas dapat memilih, membuat, menggunakan dan mengembangkan format RPP. Tiga komponen inti RPP terdiri dari tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran dan  asesmen.

Adapun kebijakan PPDB lebih fleksibel untuk mengakomodasi ketimpangan akses dan kualitas  di berbagai daerah.  Menurut Nadiem, komposisi PPDB jalur zonasi dapat menerima siswa minimal 50%, jalur afirmasi minimal 15%, dan jalur perpindahan minimal 5%. Untuk jalur prestasi 0-30%, lainnya disesuaikan dengan kondisi daerah. Daerah berwenang menentukan proporsi final dan menetapkan wilayah zonasi.

Belajar dalam Perspektif Islam

Belajar dalam pandangan Islam memiliki arti yang sangat penting, sehingga hampir setiap saat manusia tidak pernah lepas dari aktivitas belajar. Keunggulan suatu umat manusia atau bangsa juga sangat tergantung kepada seberapa banyak mereka menggunakan rasio, anugerah Tuhan untuk belajar dan memahami ayat-ayat Allah Swt. Sebagaimana firman Allah Swt dalam surat al-Mujadilah ayat 11, "Wahai orang-orang yang beriman! Apabila dikatakan kepadamu, "Berilah kelapangan di dalam majelis-majelis,"
maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberikan kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan, "Berdirilah kamu," maka berdirilah, niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan."

Salah satu faktor yang penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses pembelajaran yang dilakukan. Sedangkan salah satu faktor penting untuk efektivitas pembelajaran adalah evaluasi, baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran. Evaluasi dapat mendorong siswa untuk giat belajar secara  terus-menerus dan  mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas pembelajaran serta mendorong sekolah untuk meningkatkan fasilitas dan kualitas manajemen sekolah.

Fungsi evaluasi dalam pendidikan dan tujuannya menurut Al-Qur’an, yaitu :

1. Untuk memberikan umpan balik (feed back) kepada guru sebagai dasar  untuk memperbaiki proses belajar mengajar.

2. Untuk menentukan angka kemampuan/ hasil belajar masing-masing siswa yang antara lain diperlukan kenaikan kelas.

Pendidikan pada masa Rasulullah saw. tidak hanya terfokus pada ilmu fikih dan tafsir saja, tapi juga mengembangkan ilmu kesehatan, perdagangan dan strategi perang. Pendidikan pada masa Rasulullah saw. menghasilkan daya saing umat saat itu, umat yang berdaya saing tinggi sehingga sanggup mendominasi peradaban jahiliah di sekitarnya.

Pemanfaatan sumber belajar meliputi sumber belajar yang sudah disediakan secara formal seperti perpustakaan, buku sumber pelajaran, tempat ibadah dan sumber belajar lain yang dapat digali. Penyusunan materi terpilih yang dianggap tepat untuk mengembangkan suatu topik pembelajaran, seperti cerita sejarah Islam, sejarah para nabi dan sejarah cendekiawan.

Penerapan variasi metode pendidikan tidak akan berhasil jika hanya menggunakan satu metode. Setiap metode memiliki kelemahan dan kelebihannya masing-masing, sehingga pembelajaran dapat dilakukan secara efektif, yaitu menggabungkan sejumlah metode pembelajaran secara proporsional.

Penerapan evaluasi berkelanjutan menjadi perhatian utama oleh guru. Keutamaannya adalah fokus pada internalisasi nilai kepada siswa. Dengan melakukan evaluasi akhir, guru tidak hanya menyampaikan materi, namun materi pembelajaran bisa dikaitkan dengan pengalaman sehari-hari, sehingga siswa akan mudah untuk memahaminya.

Berdasarkan pengalaman lintasan sejarah, Islam merupakan agama yang sanggup bertahan dalam segala keadaan. Oleh karena itu, yang akan datang pun, Islam akan eksis di dunia ini. Akan tetapi, persoalannya adalah apakah umat Islam akan bertahan sebagai pihak yang selalu kalah dalam segala hal atau menjadi pemilik peradaban cermerlang yang mampu memberikan pencerahan sekaligus rujukan bagi peradaban lain, selain peradaban Islam. Tentu, peran pendidikan sangat diharapkan dalam melahirkan generasi-generasi yang saleh, tapi juga memberikan kontribusi yang positif pada kehidupan manusia.

Keberhasilan dan kegagalan suatu proses belajar mengajar dapat dinilai dari outputnya, yakni orang yang menjadi produk pendidikan. Keberhasilan pendidikan dalam menghasilkan outputnya sebagian besar dipegang oleh guru, karena guru adalah salah satu komponen dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam usaha pembentukan sumber daya manusia potensial.

Mengembalikan kegemilangan peradaban Islam merupakan kewajiban semua muslim. Mengembalikan kegemilangan, bukan berarti mengembalikan kehidupan masa Rasulullah saw. di masa sekarang. Akan tetapi motivasi dan nilai yang diperjuangkan Rasulullah patut kita tiru.

Lahirnya generasi-generasi Islam yang tangguh dalam segala bidang merupakan hasil pendidikan yang nilai dan motivasinya mengikuti Rasulullah saw. akan tetapi mode dan strateginya mengikuti perkembangan zaman. Salah satunya, pendidikan Islam mengarahkan siswanya menjadi manusia saleh yang kreatif dalam berkarya dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya dalam kehidupan.

Wallaahu a’lam bish shawaab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update