By : Diwi
Sudah sekian lama Indonesia menjadi incaran banyak pihak asing. Mulai dari ingin jalan jalan semata, lambat laun ada iming iming ingin berinvestasi di Indonesia. Mulai hanya berfoto bareng hingga makan siang yang tanpa disadari semua itu tidak gratis begitu saja, pasti ada yang akan mereka bawa pulang sebagai buah tangan.
Indonesia sejati nya indah dengan kekayaan alam nya yang kemudian dikelola oleh lembaga khusus. Pemerintah Indonesia telah mengembangkan potensi pariwisata sejak tahun 1991 dengan slogan Visit Indonesia Year untuk menarik wisatawan mancanegara.
Kemudian dilanjutkan tahun 2008 mengusung slogan Pesona Indonesia atau Wonderful Indonesia yang berdampak luar biasa terhadap kunjungan wisatawan. Bahkan memperoleh juara dunia dalam ajang kompetensi yang digelar oleh UNWTO dengan tema The Journey of Wonderful World. Di Indonesia semua yang menarik dapat dijadikan keuntungan bagi negara. Sama halnya dengan pariwisata yang menyumbang devisa negara terbesar, mencapai US$17 miliar. Devisa yang berpotensi turut naik hingga 25,68% dari posisi US$13.57 miliar pada tahun lalu ke angka US$17,05 miliar sampai akhir 2017.
Angka tersebut mengalahkan sumbangan dari minyak kelapa sawit yang selama ini digadang sebagai kontributor utama devisa negara. Liberalisasi sosial budaya menjadi ruh penjajahan pariwisata. Modal alam semesta tanpa basis manuaia tidak mampu menjamin keberlangsungan arus penjajahan di suatu negara.
Dalam banyak negara yang memiliki industri pariwisata, peran korporasi masuk melalui jalur neoliberalisme. Para pemodal melakukan privatisasi dengan membangun industri pariwisata yang merupakan kekayaan alam milik publik sebuah negara.
Kesadaran akan Kemahabesaran Allah, Dzat yang menciptakan keindahan alam. Seharusnya objek objek ini dapat digunakan untuk mempertebal keyakinan wisatawan yang melihat akan keagungan Islam. Disisi lain, bagi wisatawan non muslim sebagai sarana untuk menanam kan keyakinan pada Kemahabesaran Allah.
Meski bidang pariwisata dengan kriteria dan ketentuan sebagaimana telah disebutkan diatas tetap harus dipertahankan. Juga sebagai sarana dakwah dan propaganda, negara Islam mempunyai sumber perekonomian yang bersifat tetap. Disamping itu memberi jalan pada asing untuk menguasai negeri muslim adalah sebuah keharaman. (QS. An-Nisa:141)

No comments:
Post a Comment