Umat Islam Tak Punya Pelindung

Oleh : Kiki Nadia Wati

Kejam,itu kata yang terucap saat kita mendapat kabar dari PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) dalam bidang HAM (Hak Asasi Manusia) mendapat laporan akan adanya penyanderaan yang dilakukan pemerintah Komunis Cina terhadap minoritas Muslim Uighur. Panel HAM PBB mengaku mendapatkan sejumlah laporan kredibel bahwa etnis minoritas disekap dalam fasilitas rahasia.

Seperti yang telah dilansir di TEMPO.CO,bahwa PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa) telah memperkirakan sekitar 1juta warga dari etnis Uighur,Kazakh dan minoritas lainnya diduga telah ditahan di Xinjiang barat laut Cina sejak 2017.
Kaum Muslim Uighur sebagai pihak minoritas di Cina mengalami penindasan dan kezaliman dari pemerintah Komunis Cina. Kezaliman itu terus berlangsung sampai hari ini,tanpa henti,dan melakukan aksi kekerasan senjata terhadap muslim di wilayah itu.
Tak hanya aksi kekerasan yang diterima oleh Muslim Uighur,namun pemerintah Cina juga menerapkan kebijakan "srtike hard" yaitu memperketat pengendalian terhadap kegiatan agama,membatasi pergerakan orang dan menahan orang yang dicurigai mendukung gerakan separatis,pada tahun 1996. Pada bulan Juli 2009,konflik kekerasan besar terjadi dengan melibatkan antara warga suku Uighur dengan suku Han di Urumqi,ibukota Xinjiang. 
Kesewenang-wenangan pemerintah Cina kepada rakyat Muslim Uighur tak hanya itu, Beijing melarang Muslim Uighur berpuasa. Bahkan,melarang melaksanakan shalat tarawih.
Fakta diamnya dunia Islam terhadap kekejaman Cina terhadap Muslim Uighur,juga derita Muslim Rohingya dan Palestina menegaskan bahwa saat tiada khilafah umat Islam tak punya pelindung. Bahkan tidak bisa berharap perlindungan dan pembelaan dari negeri muslim terbesar seperti Indonesia untuk menyelamatkan saudara muslim Rohingya.
Posisi Indonesia sebagai pemimpin ASEAN maupun anggota Dewan Keamanan pun tidak berpengaruh terhadap sikap pembelaannya.
Bila ada Negeri kecil yang jauh di Afrika Barat (Gambia) menunjukkan protes dan menggugat kekejaman Myanmar terhadap Rohingya melalui lembaga dunia,seharusnya menggugah seluruh dunia Islam untuk bersikap lebih baik sebagai manifestasi ukhuwah Islamiyyah.
Sayangnya,itu tidak terjadi karena beragam alasan. Maka umat harus menyadari,tidak bisa dihentikan penindasan terhadap muslim sampai tegak Khilafah Islamiyyah. Jika hari ini kata "Khilafah" di monsterisasi dan di deskreditkan oleh sebagian kalangan,maka Ini adalah tuduhan yang kejam,karena hanya Khilafah Islamiyyah lah yang mampu menyelesaikan persoalan saudara kita di berbagai negeri. Sejarah telah mencatat,bahwa selama Khilafah Islamiyyah berdiri kokoh sampai 14 abad lamanya,belum pernah terjadi penindasan terhadap Kaum Muslimin maupun Non Muslim. Khilafah benar-benar menjaga setiap hak orang untuk hidup dengan aman dan nyaman di negerinya.Dengan adanya Khilafah Islamiyyah,maka Islam dapat memfungsikan kekuatannya sebagai pelindung Umat. 
Wallahu'alam.

Post a Comment

Previous Post Next Post