Syariah Islam Wujudkan Kemerdekaan Yang Hakiki

Oleh: Fatmawati 
Pensiunan guru dan pegiat dakwah


Umat dan bangsa manapun pasti menginginkan kehidupan yang "terang benderang". Karena itu mereka bangkit dan memperjuangkannya. Namun banyak bangsa yang sudah merdeka, tetapi sejatinya mereka belum lepas dari penjajahan. Pasalnya, penjajah hanya mengubah gaya penjajahannya.

Penjajahan gaya baru tidak lagi menjajah secara fisik, tetapi secara non-fisik. Diantaranya dengan menggunakan sistem dan hukum penjajah. 

Penjajahan gaya baru ini lebih berbahaya dari penjajahan secara fisik. Sebab penjajahan gaya baru ini lebih sulit dikenali. Bahkan tak sedikit pihak yang dijajah tidak merasa dan tidak menyadari   bahwa mereka sedang dijajah. Sebaliknya, mereka merasa sedang dibebaskan, dimerdekakan dan dimakmurkan.

Penjajahan gaya baru ini, sebenarnya mudah disadari jika kita mau membuka hati dan pikiran serta bersikap kritis terhadap keadaan. Dengan menilai fakta yang terjadi dan membandingkannya dengan klaim dan propaganda yang disebarkan oleh penjajah.

Dalam demokrasi misalnya, rakyat diklaim sebagai pemilik kedaulatan. Faktanya mereka minim sekali menentukan hukum dan UU. Hukum dan UU itu umumnya dibuat atas arahan pihak asing tanpa memperhatikan aspirasi rakyat.

Kekayaan alam dikatakan sebagai milik rakyat, faktanya dikuasai oleh swasta asing dan swasta dalam negeri. Hasilnyapun lebih banyak mengalir ke luar negeri. Asing bisa menguasai jutaan hektar tanah negeri ini. Sebaliknya, banyak sekali rakyat  yang tidak memiliki tanah dan hanya menjadi kuli penggarap itu pun merupakan bentuk penjajahan gaya baru.

Lalu, utang luar negeri sekarang tidak hanya dijadikan alat untuk memaksakan kebijakan. Seperti disinyalir oleh banyak pihak, utang juga digunakan untuk memaksakan penggunaan bahan dari negara pemberi utang meski di dalam negeri banyak tersedia. Begitu pun tenaga kerja hingga level pekerja kasar, padahal banyak rakyat yang tidak punya pekerjaan. 

Maka selama sistem yang diterapkan adalah sistem yang didesain untuk melanggengkan eksploitasi seperti itu, penjajahan tidak akan bisa dihentikan.

Upaya menghentikan penjajahan gaya baru ini tentu harus dilakukan melalui sistem yg memang didesain untuk memerdekakan umat manusia dari segala bentuk penjajahan dan eksploitasi.

Islam jelas bisa menghentikan eksploitasi kekayaan alam oleh asing dan swasta serta mengembalikannya kepada rakyat sebagai pemilik yang sebenarnya. Islam mengharamkan kepemilikan dan pengusaan kekayaan alam yang depositnya besar oleh individu, swasta apalagi asing.

Islam juga akan menghentikan utang ribawi. Sebab Islam mengharamkan utang ribawi.

Islam diturunkan oleh Allah SWT memang untuk memerdekakan umat manusia secara hakiki dari segala bentuk penjajahan. Penjajahan itu hakikatnya merupakan bagian dari bentuk penghambaan kepada manusia.

Penghambaan dalam bentuk penyerahan kekuasaan menentukan hukum,  halal dan haram, kepada manusia itu jelas masih berlangsung diseluruh dunia, termasuk di negeri kaum Muslim, tak terkecuali negeri ini. 

Karena itu untuk mewujudkan kemerdekaan hakiki, berarti manusia juga harus memerdekakan manusia dari penghambaan kepada sesama manusia. Penghambaan itu haruslah hanya ditujukan kepada Allah SWT. 

Mewujudkan penghambaan hanya kepada Allah SWT sesungguhnya mewujudkan kemerdekaan hakiki untuk umat manusia. Inilah yang merupakan misi utama Islam.

Dalam pandangan Islam, kemerdekaan hakiki terwujud saat manusia terbebas dari segala bentuk penghambaan dan perbudakan oleh sesama manusia.

Dengan kata lain Islam menghendaki agar manusia benar-benar merdeka dari segala bentuk penjajahan, eksploitasi, penindasan, kezaliman, perbudakan dan penghambaan oleh manusia lainnya.

Terkait misi kemerdekaan Islam ini, Rasulullah saw. pernah menulis surat keada penduduk Najran. Diantara isinya berbunyi:

... Amma ba'du. Aku menyeru kalian untuk menghambakan diri kepada Allah dan meninggalkan penghambaan kepada sesama hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian agar berada dalam kekuasaan Allah dan membebaskan diri dari pengusaan oleh sesama hamba (manusia)... (Al-Hafizh Ibnu Katsir, Al-Bidayah wa an Nihayah, v/553).

Islam sebagai agama dan sistem yang berasal dari Allah Yang Maha bijak telah didesain akan mengantarkan kehidupan yang "terang benderang" untuk umat manusia.

Sebab Allah SWT telah menyatakan bahwa Islam diturunkan agar dengan itu Rasul saw. mengeluarkan umat manusia dari kegelapan menuju cahaya. Allah SWT berfirman:

Alif, laam raa. (inilah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita menuju cahaya terang-benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha perkasa lagi Maha Terpuji (TQS Ibrahim [14]: 1).

Mari kita bahu membahu, berjuang bersama untuk menerapkan Islam dan syariahnya secara kaffah (totalitas) dan menyeluruh. Itulah tanggung jawab dan kewajiban kita sebagai hamba Allah dan tanggung jawab kita sebagai umat manusia.

Wallah a'lam bi ash-shawab.
Previous Post Next Post