Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Garam Diatas Bukit Inum Tinggi Akan Diekspor Ke Tokyo Jepang

Friday, August 30, 2019 | Friday, August 30, 2019 WIB Last Updated 2019-09-02T01:25:45Z
N3,Sarolangun - Jika biasanya garam terdapat di pinggir pantai atau dilaut maka beda cerita di Kabupaten Sarolangun. Garam di Sarolangun justru ditemukan di atas bukit.

Fenomena alam langka ini terjadi di Bukit Gunung Inum yang berada di Desa Sei Keradak, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, yang mana dari sela-sela bebatuan mengeluarkan air yang berasa asin.

Ardiansyah yang merupakan warga setempat sekaligus Kasi Pemerintahan Kecamatan Batang Asai mengatakan,jika air garam gunung tersebut sudah ada sejak dulu sampai sekarang tetap mengalir keluar tak henti-henti. Dimana masyarakat setempat sering menyebutnya Air Garam Inum Tinggi.

" Saat ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun sedang mengembangkan lokasi tersebut untuk dijadikan objek wisata. Karena tempat tersebut akan mencuri perhatian, apalagi kalau bukan garam gunung," sebut Ardiansyah.

Ia juga menyebutkan jika beberapa hari yang lalu, Rabu (28/8/2019) tempat tersebut dikunjungi salah seorang WNA dari Jepang Mr.Norito untuk meneliti kebenaran air tersebut. Dalam kunjungan tersebut ikut mendampingi Kepala KPHP Limau Ulu Misriadi, Kabid Industri Disperindagkop Admin dan dari Dinas Parpora Sarolangun Arbain.

" Dari hasil penelitiannya Mr.Norito mengakui jika Air Garam Inum Tinggi sangat unik," jelasnya.

Usai melihat dan meneliti Mr.Norito bersama rombongan dari Pemkab Sarolangun melakukan pertemuan bersama Kades dan masyarakat Desa Sei Keradak. Dalam pertemuan tersebut Mr.Norito menunjukkan cara pengolahan air garam tersebut untuk dijadikan garam dengan benar. Dia juga akan membantu masyarakat untuk memfasilitasi dalam hal pemasaran hingga di ekspor keluar negeri terutama kenegaranya sendiri Tokyo Jepang.

Bahkan Mr.Naruto menyarankan membuat nama garam tersebut yaitu 'GARAM HUTAN'. Sementara KPHP Limau Ulu juga menyarankan Air garam tersebut kiranya dapat dikelolah oleh masyarakat setempat tanpa melibatkan pihak lain atau investor dalam negeri maupun luar negeri. (SRF)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update