Oleh: Hamsina Halisi Alfatih
Kalau ngomong soal warna, kalian sukanya warna apa adik-adik? Pastinya pilihan kita beda-beda kan. Yupss, saya pun demikian. Warna favorit saya adalah biru. Karena bagi saya biru itu cerah, menyemangati dan menyenangkan.
Tapi disini , kita gak bakalan berbicara soal warna yahh tetapi film remaja yang lagi viral saat ini. Hmm tau kan film apa..? Ok, film yang akan kita bahas ini adalah yang menceritakan sepasang remaja yang masih duduk dibangku sekolah Menengah Atas. Dalam film ini sepasang remaja ini menjalin hubungan hingga diluar batas sehingga mengakibatkan pemeran wanitanya hamil diluar nikah, kalo mau dibilang sihh film di ibaratkan kayak pengantin muda yang lagi merasakan indahnya jatuh cinta.
Film berjudul “ 2 Garis Biru” Yang dibintangi oleh Angga Yunanda (Bima) dan Zara JKT48 ( Dara) diproduksi oleh Starvision Plus ini telah dijadwalkan tayang 11 juli 2019 lalu diseluruh bioskop Indonesia. Antusiasme penonton dari kalangan remaja membludak hingga di kabarkan dalam 6 hari mencapai 1 juta penonton.
Nah, pertanyaannya apakah film ini patut diapresiasi dengan alasan memberikan seks education kepada kepada remaja-remaja diseluruh Indonesia? Jawabannya tidak.
Kenapa saya katakan film ini tidak patut diapresiasi :
Pertama, dalam film ini jelas memberikan kebebasan yang melanggar aturan islam.
Kedua, film ini seolah-olah membolehkan kita boleh kok pacaran, kita boleh kok ngeseks yang penting kita mampu untuk bertanggungjawab.
Dan ketiga, tidak ada sama sekali pendidikan agama didalamnya yang mengajarkan bagaimana berakhlak sesuai dengan tuntunan syariah.
Maka dimana seks education nya? Apakah memberikan seks education harus lewat tontonan yang jelas-jelas kontennya melanggar syari’ah? Inilah letak kekeliruan dalam menyampaikan, memperlihatkan serta mengajarkan anak-anak tentang seks.
Lalu bagaimana islam sendiri menyikapinya? Dan seks education di dalam islam itu seperti apa? Nah untuk menjawab kedua pertanyaan ini kita harus tahu dulu yahh adik-adik bahwa didalam Islam itu tidak mengajarkan yang namanya pacaran apalagi sampai ngeseks.
Allah subhanahu Wata’ala sendiri telah berfirman dalam surah Al Isra ayat 32 :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Dalil diatas sudah cukup jelas bukan bahwa kita diperintahkan untuk menjauhi perbuatan zina, serta jauhilah segala sesuatu yang bisa mengantarkan padanya, karena zina itu sendiri adalah amalan paling keji dan jalan yang sangat buruk karena akibat adanya ketidak jelasan nasab anak hasil zina dan azab Allah. Na’udzubillah min dzalik.
Disini, islam sangat memperhatikan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Jadi begini yah adik-adik, laki-laki dan perempuan itu pada dasarnya terpisah gak boleh ikhtilat maupun kholawat.
Meskipun kita tahu bahwa setiap manusia itu diberi potensi dari Allah berupa tiga naluri salah satunya yaitu naluri nau’. Dan setiap potensi itu tidak bisa dihilangkan karena itu merupakan fitrah manusia.
Lalu bagaimana naluri nau’ itu bisa kita salurkan? Nah islam juga punya cara yaitu dengan menikah. Karena hanya dengan menikah kita boleh menyalurkan syahwat kita kepada lawan jenis bukan dengan pacaran.
Dan seks education didalam islam sendiri diajarkan bagaimana menjaga interaksi diantara lawan jenis, menghindari tontonan yang memicu adanya rangsangan, dan yang paling utama yaitu menanamkan pemahaman aqidah kepada anak-anak agar dalam setiap aktivitasnya di sekolah maupun dimana saja tidak melanggar aturan islam.
Maka sebagai remaja kita harus cerdas dalam menyikapi sesuatu termaksud tontonan. Karena kita adalah generasi harapan bangsa dan agama. Kita adalah estafet untuk melanjutkan kehidupan islam. Dan kita adalah agent of the chance, pembawa perubahan, pengukir peradaban, tentunya untuk tegaknya kegemilangan islam.
Kendari, 18 Juli 2019
Wallahu A'lam Bishshowab
Tapi disini , kita gak bakalan berbicara soal warna yahh tetapi film remaja yang lagi viral saat ini. Hmm tau kan film apa..? Ok, film yang akan kita bahas ini adalah yang menceritakan sepasang remaja yang masih duduk dibangku sekolah Menengah Atas. Dalam film ini sepasang remaja ini menjalin hubungan hingga diluar batas sehingga mengakibatkan pemeran wanitanya hamil diluar nikah, kalo mau dibilang sihh film di ibaratkan kayak pengantin muda yang lagi merasakan indahnya jatuh cinta.
Film berjudul “ 2 Garis Biru” Yang dibintangi oleh Angga Yunanda (Bima) dan Zara JKT48 ( Dara) diproduksi oleh Starvision Plus ini telah dijadwalkan tayang 11 juli 2019 lalu diseluruh bioskop Indonesia. Antusiasme penonton dari kalangan remaja membludak hingga di kabarkan dalam 6 hari mencapai 1 juta penonton.
Nah, pertanyaannya apakah film ini patut diapresiasi dengan alasan memberikan seks education kepada kepada remaja-remaja diseluruh Indonesia? Jawabannya tidak.
Kenapa saya katakan film ini tidak patut diapresiasi :
Pertama, dalam film ini jelas memberikan kebebasan yang melanggar aturan islam.
Kedua, film ini seolah-olah membolehkan kita boleh kok pacaran, kita boleh kok ngeseks yang penting kita mampu untuk bertanggungjawab.
Dan ketiga, tidak ada sama sekali pendidikan agama didalamnya yang mengajarkan bagaimana berakhlak sesuai dengan tuntunan syariah.
Maka dimana seks education nya? Apakah memberikan seks education harus lewat tontonan yang jelas-jelas kontennya melanggar syari’ah? Inilah letak kekeliruan dalam menyampaikan, memperlihatkan serta mengajarkan anak-anak tentang seks.
Lalu bagaimana islam sendiri menyikapinya? Dan seks education di dalam islam itu seperti apa? Nah untuk menjawab kedua pertanyaan ini kita harus tahu dulu yahh adik-adik bahwa didalam Islam itu tidak mengajarkan yang namanya pacaran apalagi sampai ngeseks.
Allah subhanahu Wata’ala sendiri telah berfirman dalam surah Al Isra ayat 32 :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.
Dalil diatas sudah cukup jelas bukan bahwa kita diperintahkan untuk menjauhi perbuatan zina, serta jauhilah segala sesuatu yang bisa mengantarkan padanya, karena zina itu sendiri adalah amalan paling keji dan jalan yang sangat buruk karena akibat adanya ketidak jelasan nasab anak hasil zina dan azab Allah. Na’udzubillah min dzalik.
Disini, islam sangat memperhatikan hubungan antara laki-laki dan perempuan. Jadi begini yah adik-adik, laki-laki dan perempuan itu pada dasarnya terpisah gak boleh ikhtilat maupun kholawat.
Meskipun kita tahu bahwa setiap manusia itu diberi potensi dari Allah berupa tiga naluri salah satunya yaitu naluri nau’. Dan setiap potensi itu tidak bisa dihilangkan karena itu merupakan fitrah manusia.
Lalu bagaimana naluri nau’ itu bisa kita salurkan? Nah islam juga punya cara yaitu dengan menikah. Karena hanya dengan menikah kita boleh menyalurkan syahwat kita kepada lawan jenis bukan dengan pacaran.
Dan seks education didalam islam sendiri diajarkan bagaimana menjaga interaksi diantara lawan jenis, menghindari tontonan yang memicu adanya rangsangan, dan yang paling utama yaitu menanamkan pemahaman aqidah kepada anak-anak agar dalam setiap aktivitasnya di sekolah maupun dimana saja tidak melanggar aturan islam.
Maka sebagai remaja kita harus cerdas dalam menyikapi sesuatu termaksud tontonan. Karena kita adalah generasi harapan bangsa dan agama. Kita adalah estafet untuk melanjutkan kehidupan islam. Dan kita adalah agent of the chance, pembawa perubahan, pengukir peradaban, tentunya untuk tegaknya kegemilangan islam.
Kendari, 18 Juli 2019
Wallahu A'lam Bishshowab
