By : Adisa NF
Islam menjadikan kekuasaan hal sangat penting. Mengapa? Karena hanya dengan kekuasaanlah Islam bisa tegak, terpelihara dan dijalankan sesuai perintah dan larangan-Nya. Allah Swt berfirman : Katakanlah (Muhammad), "Tuhanku, masukanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar serta berikanlah kepada diriku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong." ( TQS. Al Isra'[17]: 80).
Agama adalah pondasi, sementara kekuasaan adalah penjaganya. Apa saja yang tidak berpondasi pasti hancur. Pun yang tidak memiliki penjaga akan lenyap (Abu Abdillah al Qol'i, Tadrib ar Riyasah wa tartib as Siyasah,1/8).
"Agama dan kekuasaan itu ibarat dua saudara kembar, seperti saudara kembar yang lahir dari satu perut yang sama" (Al Ghazali, At Tibr al Masbuk fi Nashihah al Mulk, 1/9).
Saat ini, ditengah krisis kepemimpinan, sejatinya perlu menyiapkan dengan bekal ilmu- ilmu (tsaqofah Islam) agar selaras apa yang dimaksud pemimpin dalam Islam. Menyiapkan agar terlahir generasi calon-calon pemimpin masa depan yang adil dan amanah itu bukan hanya sekedar membekalinya dengan memenuhi keinginannya, berpendidikan tinggi, mampu mencari materi yang diserap dari pendidikan formal saja, kemudian menjadi pemimpin yang mengokohkan dan memperkuat sistem yang rusak kapitalisme - demokrasi -liberal. Sehingga yang dijalankan sejalan dengan asasnya yaitu penjajahan terhadap manusia, pengrusakan generasi, dan alam semesta. Dia memimpin berdasarkan aturan dan arahan manusia bukan aturan Allah Swt.
Namun yang harus kita siapkan adalah calon - calon pemimpin umat yang akan memimpin peradaban di era Khilafah Islamiyah 'ala min hajji nubuwwah. merekalah yang akan mengukir peradaban gemilang untuk kedua kalinya dibawah kepemimpinan mereka.
Pemimpin amanah adalah pemimpinn yang bukan hanya tidak mengkhianati rakyat yang telah memilih dirinya, tetapi yang lebih penting adalah tidak mengkhianati Allah dan Rasul-Nya. Sebagaimana firman-Nya " "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Alloh dan Rasul-Nya serta janganlah mengkhianati amanah-amanah kalian,sementara kalian tahu". ( TQS. al Anfal [8]: 27).
Semua manusia adalah pemimpin. Laki-laki adalah pemimpin keluarga, lebih luas lagi dia pemimpin umat secara umum yang akan mampu mewujudkan kekuasaan ideologi Islam dan melestarikannya. Demikian pula perempuan, dia adalah harus bisa memimpin didalam rumah tangga suaminya, karena anak perempuan kelak pencetak generasi pemimpin. Lebih luas lagi memimpin sesama perempuan untuk mewujudkan kekuasaan ideologi Islam dan melestarikannya hingga akhir zaman.
Anak laki-laki mesti disiapkan agar kepemimpinan dalam urusan-urusan publik, sedangkan untuk anak perempuan mengarahkannya dalam urusan -urusan domestik yang paling dominan, agar generasi kepemimpinan itu tetap berlangsung.
Yang pertama yang harus menjadi perhatian para ibu dalam menyiapkan generasi pemimpin adalah dengan melekatkan pada mereka jiwa kepemimpinan yang bertanggung jawab terhadap amanah, apapun itu. Kemudian biasakan diajak berfikir untuk mencari solusi, jangan biarkan mereka lepas dari tanggung jawabnya. Namun terus dibimbing, jika mengalami masalah, berikan arahan-arahan yang mengarah pada solusi Islam kaffah bukan solusi pragmatis. Sehingga mereka akan terbiasa dengan mengambil keputusan dengan solusi yang tepat dan cepat. Selanjutnya, bangun dirinya agar mampu berkomunikasi aktif dalam berbagai hal. Tidak diam atau bahkan memendam masalah yang sedang dia hadapi. Biasakan agar bisa bermusyawarah, saling amar ma'ruf dan pekak terhadap lingkungan dimana dia tinggal. Selebihnya akan mampu mempengaruhi kebaikan-kebaikan kepada yang lain.
Walhasil, meskipun tuk bisa mewujudkan generasi pemimpin adil dan amanah dalam kondisi saat ini menjadi kerja yang sangat berat bagi para ibu dan ayah, namun ini adalah ladang pahala kita sebagai orang tua dan bagian dari masyarakat, yang kelak akan dimintai pertanggung jawaban atas apa yang diusahakannya. Karena seorang pemimpin baik itu
memimpin kelompok kecil atau besar baru bisa dikatakan pemimpin jika mengarahkan, memerintah berdasarkan al Quran dan as Sunnah, bukan dengan yang lain.
Wallahu 'alam bi ash shawwab
Penulis adalah ibu rumah tangga, yang belajar di Akademi menulis Kreatif(amk5), alumni-bfw212

No comments:
Post a Comment