Penulis : Salwa hidayah 
(Aktivis Dakwah)
Wahai orang orang yang beriman masuklah kamu kedalam islam secara keseluruhan. Dan janganlah kamu menikuti langkah – langkah syaitan(al- Baqarah : 208). Ini adalah perintah yang Allah sampaikan melalui Al-Qur’an yang mulia. Maka sebuah kewajiban bagi setiap jiwa yang mengaku beriman terhadap adanya Allah untuk menjalankan perintah ini.

“saya sudah sering menyatakan dalam banyak kesempatan, bagaimana pak jokowai tetap menjaga shalat dan puasa senin kamis di tengah kesibukkannya”, presiden Jokowi juga memilki spirit kenabian yang kuat, tutur Ustadz Yusuf Mansur. Dilansir oleh tribun news 2 maret 2019.

Pernyataan diatas menunjukkan bahwa saat ini adalah detik- detik pilpres (pemilihan presidan). Sebentar lagi  akan dilaksanakan Pemilu pada bulan April ini, banyak para paslon (pasangan calon) yang melakukan ajang pencitraan diri terhadap masyarakat mulai dari membagi – bagi sembako, blusukkan ke daerah- daerah terpencil bin kumuh, sholat, pembacaan al-qur’an juga diperlombakkan. Mereka juga mendekati para ulama dan mengunjungi pesantren-pesantren agar mendapatkan sokongan suara, padahal dahulu sangat anti dengan  berbagai ajaran islam.

Dalam hal ini para pemimpin dan ulama saat ini salah memposisikan islam yang sesungguhnya. Mereka mengira orang yang sudah melaksanakan shalat, puasa, zakat, dan sederetan ibadah mahdoh sudah dikatakn orang yang bertakwa, spirit keislamanya tinggi atau julukkan yang lainnya. Dan ini adalah pemikiran yang sangat dangkal tentang islam.

Islam adalah agama yang mani (mendasar) dan jami (menyeluruh), bukan hanya mengatur hubungan manusia dengan ALLAH saja. Islam juga mengatur tentang hunbungan manusia dengan sesama manusia dan dirinya sendiri. Misalnya saja tentang pergaulan, islam memerintahkan seorang muslimah saat keluar rumah untuk menutup aurat secara sempurana, melarang untuk mendekati zina (pacaran), dan sangat tegas terhadap pelaku zina dengan memberikan sanksi. Bukan hanya masalah pergaulan saja bahkan islam juga mengatur cara mengelolah sumber daya alam, ekonomi, politik dan segala hal. 

Namun apa semua aturan diatas sudah diterapakan di negeri ini?. Pada kenyataannya semua itu belum diterapkan oleh pemimpin tertinggi negeri ini,  buktinya saja masih banyak remaja yang melakukan free sex, perjudian, serta ribawi masih sangat merebak. Sumber daya alam Indonesia juga masih berada di tangan asing, dan terus memburuk dengan kondisi ekonomi serta politik yang sedang carut marut. Ini membuktikan bahwa sejak dulu sampai sekarang Indonesia tidak di pimpin oleh pemimpin yang mampu meriayah dan mensejahterakan rakyatnya

Pemimipin yang bisa mengriayah dan mensejahterakan rakyatnya adalah pemimpin yang mampu menerapkan hukum ALLAH swt secara menyuluruh tanpa  ada pilihan. Pemimpin islam tidak akan memilah aturan yang akan diterapkan dengan asas manfaat yang akan menghasilkan keuntungan atau tidak. Dan pemimpin yang seperti ini ada pada saat islam diterapakan seperti yang terjadi berabad-abad dan mulai sirna 93 tahun yang lalu, pada saat itu khilafah masih berdiri. Maka sudah merupakan kewajiban kita untuk memilih pemimpin yang akan menerapkan islam kaffah. Dan pemimpin yang demikian tidak akan kita dapatkan dalam sistem demokrasi-kapitalis saat ini. Sebab landasan dalam penerapan sistem ini bukan berasal dari sang Kholiq, melainkan bersumber dari akal manusia yakni warisan kafir barat. 
wallahu’alm bisshowab.
 
Top