N3, Sumbar ~ Tahun 2016 ini Pesisir Selatan (Pessel) menjadi daerah pencapaian Vasektomi (Metode Operasi Pria/MOP) tertinggi jika dibandingkan dengan daerah lain, pasalnya dari capaian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sumbar 600 peserta Vasektomi 300 peserta berasal dari Pessel.
Pencapaian Vasektomi di Pessel mencapai angka paling tinggi, karena adanya dukungan dari pemerintah daerah termasuk juga Babinsa untuk mensukseskan program-program yang ada di BKKBN. Selain itu, juga karena faktor kesadaran yang sudah mulai muncul pada masyarakat.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, moment Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 23 ini hendaknya dimaknai dengan arti keluarga yang sebenarnya. Dengan demikian, akan membawa pengaruh bagi penurunan angka kelahiran, dan peningkatan angka berKB pada masyarakat untuk melahirkan generasi yang berkualitas.
“Untuk mencapai keluarga yang sejahtera tentunya harus mempunyai perencanaan sejak dini, misalnya saja perencanaan 1000 hari pertama kehidupan. Keluarga juga menjadi tonggak utama dalam pembangunan karakter generasi ke depannya, agar melahirkan generasi-generasi yang berkualitas,”ujarnya saat menghadiri Harganas tingkat Sumbar yang ke 23 tahun sekaligus Upacara Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 97 yang dilaksanakan di Pessel, Selasa (20/9).
Lebih jauh Nasrul Abit mengatakan, “ lingkungan keluarga, orang tua, anak dan keluarga dekat merupakan tempat bersemi kasih saying, sikap dan prilaku hormat-menghormati, nilai moral, agama dan kemanusian. Keluarga juga tempat berlangsungnya interaksi yang harmonis dalam suasana asih dan asuh dalam menumbuhkan keluarga yang baik, tentram dan damai”.
“ Ketahanan suatu bangsa berawal dari ketahanan dalam sebuah keluarga. Karena itu sebuah keluarga hendaknya mampu mencerminkan nilai akhlak, religius, menjunjung tinggi kebersamaan dalam keluarga dalam kehidupan sehari-hari,” himbaunya. Zrd
Pencapaian Vasektomi di Pessel mencapai angka paling tinggi, karena adanya dukungan dari pemerintah daerah termasuk juga Babinsa untuk mensukseskan program-program yang ada di BKKBN. Selain itu, juga karena faktor kesadaran yang sudah mulai muncul pada masyarakat.
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengatakan, moment Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke 23 ini hendaknya dimaknai dengan arti keluarga yang sebenarnya. Dengan demikian, akan membawa pengaruh bagi penurunan angka kelahiran, dan peningkatan angka berKB pada masyarakat untuk melahirkan generasi yang berkualitas.
“Untuk mencapai keluarga yang sejahtera tentunya harus mempunyai perencanaan sejak dini, misalnya saja perencanaan 1000 hari pertama kehidupan. Keluarga juga menjadi tonggak utama dalam pembangunan karakter generasi ke depannya, agar melahirkan generasi-generasi yang berkualitas,”ujarnya saat menghadiri Harganas tingkat Sumbar yang ke 23 tahun sekaligus Upacara Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke 97 yang dilaksanakan di Pessel, Selasa (20/9).
Lebih jauh Nasrul Abit mengatakan, “ lingkungan keluarga, orang tua, anak dan keluarga dekat merupakan tempat bersemi kasih saying, sikap dan prilaku hormat-menghormati, nilai moral, agama dan kemanusian. Keluarga juga tempat berlangsungnya interaksi yang harmonis dalam suasana asih dan asuh dalam menumbuhkan keluarga yang baik, tentram dan damai”.
“ Ketahanan suatu bangsa berawal dari ketahanan dalam sebuah keluarga. Karena itu sebuah keluarga hendaknya mampu mencerminkan nilai akhlak, religius, menjunjung tinggi kebersamaan dalam keluarga dalam kehidupan sehari-hari,” himbaunya. Zrd
