N3, Padang ~ Lagi, proyek milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, pekerjaan konstruksi trotoar Pantai Purus Cimpago yang dikerjakan PT. Cahaya Baru Sikoember, terancam ambruk. Pasalnya, proyek bernomor kontrak 556/197/SPK/Disbudpar-Pdg/2016, tanggal kontrak 20 Juli 2016, beberapa item pekerjaan bermasalah, terutama pekerjaan dinding coran.
Terbukti, proyek bernilai Rp3.252.094.000 dengan konsultan pengawas PT Multi Engineering Konsultan anggaran tahun 2016, masih dalam tahap pekerjaan, sudah ada yang patah. Penyebabnya, proyek di kawasan wisata ini dikerjakan asal jadi dan terkesan blunder yang dilakukan, mengakibatkan pekerjaan ini tak akan bertahan lama.
Pasalnya, proyek ini berada dibibir pantai dan rentan terjadi hantaman ombak. Lagipula, air ombak dan udara sekitar yang mengadung garam, mengakibatkan pekerjaan mudah ambruk dan hancur. Wajar saja, masih dalam tahap pekerjaan beberapa item pekerjaan bermasalah.
Lihat saja pekerjaan pondasi, terlihat keropos dan lining (puncak) berserakan. Begitu juga pekerjaan dinding, sudah ada yang patah dan pasangan batu bata mudah lepas, seakan tanpa perekat. Ini disebabkan adukan semen tak sesuai takaran.
Telusuran media ini kelokasi pekerjaan, Sabtu (17/9), untuk pekerjaan pondasi, dibeberapa lokasi sudah ada yang hancur, terutama lining (puncak) dan batu mudah lepas. Sementara, untuk pekerjaan dinding coran, bagian bawahnya berlubang, mengakibatkan dinding coran patah dan terban.
Permainan lain yang mengakibatkan dinding coran patah dan sebagian dinding ada yang keropos, bisa jadi disebabkan spilit yang digunakan berganti pecah. Padahal, untuk pekerjaan coran itu menggunakan batu split dari Aspal Mixing Plant (AMP) bukan batu pecah yang berasal dari Batang Air.
Wajar saja, proyek yang dikerjakan PT. Cahaya Baru Sikoember ini menuai hujatan berbagai kalangan, sebab pekerjaan yang berada dibibir pantai ini tak akan bertahan lama. Terbukti, masih dalam tahap pekerjaan proyek ini sudah ada yang rusak.
Inipun disesali oleh Darwin, SH LSM ACIA Sumbar yang juga pengamat jasa konstruksi. Menurut laki laki yang sudah banyak melaporkan kasus pekerjaan proyek bermasalah di Kejaksaan Tinggi Sumbar ini, ada indikasi permainan dalam pekerjaan proyek ini, terutama pengurangan volume pekerjaan.
Ia juga menilai, buruknya mutu pekerjaan proyek ini, juga disebabkan kurangnya pengawasan, baik pengawas dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang, juga konsultan pengawas PT Multi Engineering Konsultanme
“Biasanya, sebelum item pekerjaan dimulai haruslah melalui persetujuan pengawas. Artinya, kalaupun pekerjaan bermasalah ini dikerjakan, bisa jadi kurangnya pengawasan dari pengawas atau pengawas ikut bermain dalam pekerjaan proyek yang bermasalah ini,” kata Darwin seraya mengatakan, pengawas harus bertanggungjawab terhadap pekerjaan proyek tersebut.
Disamping itu, kata Darwin, PPTK dan Kepala Dinas, haruslah menegur perusahaan nakal dan pengawas lapangan. Jika memang, ditemukan ada pekerjaan bermasalah, sebaiknya dibongkar saja, daripada bermasalah dikemudian hari.” Ya, sebaiknya dibongkar saja, daripada harus berujung ke ranah hukum,” kata Darwin.
Meski, demkian, Darwin juga mengatakan, sebagai LSM yang bergerak di bidang kontrol sosial dan pekerjaan proyek yang menggunakan anggaran negara, ia akan tetap mengawasi pekerjaan dan mengumpulkan data terhadap permasalahan yang terjadi, terutama pengurangan volume pekerjaan.
“Pengurangan volume ini kuat dugaan korupsinya, sebab proyek ini menggunakan anggaran negara yang berasal dari rakyat. Jika ada pekerjaan menggunakan uang negara dimainkan, berarti terindikasi terjadinya tindak pidana korupsi,” kata Darwin sembari mengatakan, dalam waktu dekat kasus ini akan dikadukan ke Kejaksaan Tinggi Sumbar.
Sekedar mengingatkan kata Darwin, di Sumbar sudah banyak yang terjerat hukum, disebabkan memainkan pekerjaan proyek. Dan, tak tertutup kemungkinan ini bisa terjadi pada pekerjaan proyek di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Padang.” Ya, sebelum ini terjadi, sebaiknya pekerjaan proyek ini sesuai dengan spesifikasi teknis,” harap Darwin.
Sementara, saat dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumbar, Medi Iswandi tak bisa dihubungi. Beberapa kali didatangi ke Kantornya, pengakuan staf Bapak sedang dinas luar. Sampai berita ini diturunkan, konfirmasi terhadap Medi belum juga bisa dilakukan. Tim