Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pertahankan Prediket Terbaik

Tuesday, April 02, 2013 | Tuesday, April 02, 2013 WIB Last Updated 2017-08-09T15:13:04Z
MESKIPUN raihan prestasi fase lima puluh tahun pertama telah kita lewati, namun semua itu, jangan membuat kita terlena. Karena keberhasilan dimasa yang akan datang menjadi tidak berkorelasi positif dengan keberhasilan yang telah kita capai, Jika saja kita tidak mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan Eksternal bisnis yang selalu berubah dan akselarasinya kian cepat. 

Dan perlu diketahui bersama, secara berturut-turut semenjak tahun 2011 sampai dengan 2013, BPD juga selalu meraih prediket sangat bagus atas kinerja keuangannya.

Oleh karena itu, atas nama Manajemen dan keluarga besar Bank Nagari, saya menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tinggi kepada para perintis berdirinya Bank Pembangunan Daerah Sumatera Barat ini.

Penghargaan dan ucapan terimakasih yang sama selayaknya juga kita sampaikan kepada seluruh pensiunan pengurus dan pegawai Bank Nagari yang telah mengabdikan tenaga dan pikirannya kepada Bank yang kita cintai ini. 

Kita akan mengenang perjuangan dan pengabdian beliau sebagai cermin menuju Bank Nagari lebih baik dimasa yang akan datang.

Pada kesempatan ini saya menghimbau, agar kita senantiasa memahami lingkungan internal Bank dengan mengidentifikasi berbagai kekuatan yang kita miliki dan menggunakannya secara maksimal serta meminimalisir kelemahan-kelemahan internal yang ada sehingga secara keseluruhan mampu bersaing memenuhi permintaan nasabah melebihi harapannya.

Juga, Bank Indonesia sebagai regulator yang menjadi salah episentrum perubahan lingkungan eksternal bisnis sudah mengisyaratkan tiga Koridor yang menjadi arah Kebijakan ke depan yakni, Pemeliharaan Stabilitas Keuangan, Penguatan Ketahanan dan Daya Saing serta Penguatan Fungsi Intermediasi. Arah kebijakan ini mendorong seluruh insan bank mengelola aktifitasnya dengan prudent agar tidak mengganggu stabilitas keuangan baik secara regional maupun nasional. 

Isyarat ini juga mengingatkan kita untuk senantiasa mampu menyediakan modal yang cukup dan berkelanjutan serta terus menerus melakukan inovasi dan kreasi baru menciptakan produk dan jasa layanan berkualitas. Selanjutnya bank harus mampu membuktikan dirinya efektif melaksanakan fungsi intermediasi demi kepentingan bank dan kepentingan pengembangan ekonomi dan selanjutnya kesejahteraan masyarakat.
Sepanjang tahun 2012 Bank Indonesia mengeluarkan beberapa kebijakan yang akan merubah peta industri perbankan masa depan, antara lain :
  1. Pengaturan baru tentang Penilaian Kesehatan Bank berbasis risiko, yang mewajibkan bank lebih memamahmi dirinya melalui pengelolaan risiko yang lebih akurat, GCG dengan struktur, mekanisme dan outcome yang lebih baik, kemampuan memperoleh laba yang lebih stabil serta kecukupan dan pengelolaan modal lebih prudent. Kegagalan pengelolaan variabel penilaian kesehatan bank tersebut akan berakibat bank dipaksa menerima investor baru.
  2. Kebijakan tentang Kegiatan Usaha dan Jaringan Kantor Berdasarkan Modal Inti Bank, yang mewajibkan bank untuk menata ulang produk dan jasa layanannya, jaringan kantor dan komposisi kredit produktif dan konsumtif berdasarkan Modal Inti yang dimiliki.

Tidak saja peraturan Bank Indonesia tersebut di atas yang menjadi faktor perubahan lingkungan bisnis bank, tetapi juga munculnya teknologi terkini, yang meliputi komputer tablet, smartphone dan aplikasinya, akan menciptakan peluang baru bagi bank bermodal kuat dan memiliki SDM kompeten untuk memberikan layanan lebih prima kepada nasabah yang kian hari punya banyak pilihan. Teknologi Long Term Evolution (LTE) dan Near Field Comunication (NFC) akan menyempurnakan kualitas E-Banking yang tidak saja dituntut oleh nasabah Corporate yang bermukim dikota-kota tetapi juga oleh nasabah mikro dan kecil yang berada dipelosok negeri sekalipun, karena mereka telah lebih dahulu memiliki perangkat untuk mengaksesnya seperti Handphone sebagai alat komunikasi. Teknologi ini akhirnya akan semakin memudahkan nasabah mengakses fasilitas perbankan dimana dan kapan saja mereka suka.

Liberalisasi perbankan Indonesia akan semakin memunculkan persaingan semakin ketat dengan terlaksananya  Komunitas Masyarakat Ekonomi Asean yang akan dimulai tahun 2020. Bank-Bank dari negara Asean akan memasuki pasar perbankan Indonesia.

Dengan demikian bila ditinjau dari teori Bersaing Porter yang sangat terkenal itu, maka Persaingan Perbankan dalam melayani masyarakat dimasa-masa yang akan datang semakin lebih ketat lagi, dengan bertambah kuatnya posisi tawar menawar pemilik dana disatu sisi untuk memilih bank dengan layanan premium dan harga tinggi, serta posisi tawar  menawar peminjam uang (kreditur) dengan layanan premium dan harga rendah. 

Hal ini sangat dimungkinkan dengan akan derasnya bank asing masuk pasar Indonesia dan semakin beragamnya produk pengganti berasal dari perusahaan Multifinance dan Shadow Bank yang bertumbuh dan berkembang seperti jamur. Beberapa Bank besar telah mempersiapkan dirinya sejak lama dengan membangun konglomerasi melalui pemilikan dan atau aliansi bersama perusahaan Multifinance, asuransi dan bahkan perusahaan yang bergerak dibidang jasa remitance.

Oleh sebab itu tidak ada pilihan kita, selain mampu memproduksi produk dan jasa layanan perbankan dengan harga bersaing (rendah) dan delivery yang handal, cepat dan akurat serta front liner yang sopan dan ramah. (bersambung Menuju 50th Kedua)
×
Berita Terbaru Update