Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Target Genosida Zionis adalah Anak-anak Palestina

Thursday, July 02, 2026 | Thursday, July 02, 2026 WIB



Oleh : Rasyidah (Pegiat Literasi)

Bertahun-tahun Palestina terus dihancurkan oleh zionis serangan itu bukan hanya menghancurkan rumah mereka melainkan tempat umum seperti rumah sakit sekolah dangkem pengungsian serta yang paling miris adalah menyerang masa depan bangsa yang berada di tangan-tangan anak-anak generasi hari ini

Di tengah gencatan senjata sejak Oktober 2025, Israel tetap menyerang Gaza dan menewaskan 1.005 orang. Laporan lembaga PBB menyatakan Zion*s sengaja menargetkan serangan terhadap anak Gaza hingga lebih dari seribu anak syahid sejak Oktober 2023. Setiap hari Zion*s membunuh satu anak Gaza. Anak-anak lainnya mengalami luka fisik hingga banyak yang cacat sekaligus mengalami trauma psikologis yang berat. Masa depan anak Gaza terancam, ini merupakan genosida oleh Zion*s. (Kompas.Id, 25/6.2026).

Serangan kian brutal yang terus dihadapi oleh dengan tudingan bahwa wilayah tersebut dijadikan tempat uji coba berbagai jenis senjata. Beragam laporan menunjukkan upaya sistematis yang memperparah penderitaan warga, mulai dari pembatasan akses bantuan kemanusiaan, seperti makanan dan obat-obatan. Bahkan, titik distribusi bantuan diduga dijadikan sasaran serangan, menyebabkan jatuhnya korban dari kalangan sipil yang telah berkumpul demi bertahan hidup. Dan informasi terbaru Z10nis dengan terang-terangan mencarkan genosida terhada anak-anak di Gaza.

Z1on15 sengaja menargetkan anak-anak Gaza dalam rangka genosida untuk menghabisi muslim Palestina. Zion15 melakukan segala cara (termasuk membunuh anak-anak) demi meraih tujuan mereka, yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan 15rael raya. Mereka tidak peduli gencatan senjata dan kecaman lembaga PBB, genosida terus mereka lakukan. 


Dunia tidak bisa berharap Z10nis melunak (misalnya dengan pergantian PM), maupun pada PBB (yang terbukti gagal dengan puluhan resolusinya), apalagi pada dunia Islam yang makin merapat pada AS dan Z10nis karena paham nasionalisme dan politik kapitalistik.


Solusi yang ditawarkan dunia sebenarnya hanyalah ilusi belaka bagi rakyat Palestina. Umat Islam tidak seharusnya terjebak dalam narasi yang dikemas sebagai upaya damai, padahal pada hakikatnya solusi ini justru menyesatkan dan menjauhkan umat dari akar permasalahan sebenarnya.

Umat Islam seharusnya menyadari bahwa inti masalah di Palestina adalah penjajahan sistematis oleh Zionis dengan dukungan kekuatan global barat. Maka menjadi hal yang keliru jika solusi dua negara dijadikan pijakan perdamaian, karena justru dari sinilah akar bencana dimulai hadirnya entitas penjajah di tanah yang telah menjadi bagian integral dunia Islam selama beradab-adab dan pernah dijaga oleh kekhilafahan.

Solusi untuk mengatasi problem di Palestina hanya dengan menghapus problem pokok yakni mengusir penjajah Israel dari bumi Palestina. Seperti yang tercantum dalam Pembukaad UUD 1945, bahwa sesungguhnya Kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.Konstruksi.

Satu-satunya harapan pembebasan Palestina ada pada Khilafah. Khilafah adalah satu-satunya institusi politik Islam yang akan melakukan jihad fisabilillah untuk mengalahkan Z10nis dan membebaskan Palestina. Khilafah mewujudkan perlindungan bagi anak-anak Palestina, baik terhadap jiwa, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, maupun seluruh aspek masa depan mereka. Khilafah adalah qadhiyah masiriyah umat yang harus diperjuangkan penegakannya.

Jihad dan Khilafah adalah solusi satu-satunya untuk membebaskan rakyat Palestina dari penjajah Israel. Sudah seharusnya para pemimpin negeri-negeri muslim mengirim militernya untuk berjihad melawan penjajah Israel dan membebaskan kembali Masjidil Aqsha. Tugas utama kita sebagai umat Islam adalah, belajar dan berdakwah untuk menyerukan ke tengah-tengah umat bahwa yang mampu menyelesaikan problematika umat saat Ini ialah Khilafah Islamiyah.

Adanya sebuah gerakan dakwah dan perjuangan yang bukan hanya bersifat emosional dan temporer tetapi bersumber dari pemahaman ideologis yang kokoh. Gerakan ini diharapkan mampu membangkitkan kesadaran politik umat secara kolektif memperkuat solidaritas Islam lintas negara, dan mengarahkan potensi umat menuju satu titik perubahan strategis yaitu bersatunya kaum Muslim dalam satu kepemimpinan global yang mampu menegakkan keadilan dan mengakhiri penjajahan atas Palestina dan wilayah Muslim lainnya.

Ketika kesadaran kolektif mulai tumbuh di tengah umat, hal ini akan mendorong mereka untuk terus berjuang menempuh jalan dakwah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah. Sebab hanya metode dakwah Rasulullah lah yang terbukti membawa kepada kemenangan hakiki. Oleh karena itu, penting bagi umat untuk senantiasa diingatkan agar tidak tergoda menempuh cara tidak sesuai dengan tuntunan Islam, seperti mengandalkan aksi massa (people power) atau mengikuti jalur demokrasi dan parlemen yang justru menjauhkan dari tujuan sejati perjuangan Islam.

Para pejuang dakwah harus tetap teguh dan senantiasa waspada terhadap berbagai ancaman yang bisa menggoyahkan arah perjuangan mereka baik berupa godaan kepentingan kelas maupun serangan ideologis yang menyesatkan. Kedua hal ini bisa mengalihkan umat dari jalan dakwah yang telah dicontohkan Rasulullah SAW., sehingga harus dihadapi dengan kesabaran dan keteguhan prinsip. Wallahu a’lam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update