Oleh Emy
Aktivis Muslimah
Nusantaranews.net, Israel sengaja menargetkan anak-anak Palestina yang mengakibatkan genosida, kejahatan terhadap kemanusiaan dan kejahatan perang dijalur Gaza, dan kejahatan perang di tepi Barat yang diduduki, demikian dilaporkan penyelidik PBB. Laporan terbaru komisi tersebut menuduh bahwa pemerintah dan pasukan keamanan Israel "secara sengaja melakukan tindakan yang menyebabkan kematian serta penderitaan fisik dan mental yang berat terhadap ratusan ribu anak Palestina". Bahkan menurut komisi itu, pembunuhan terhadap anak-anak Palestina terus berlanjut bahkan setelah gencatan senjata pada Oktober 2025 lalu. Komisi tersebut mengatakan punya dasar yang kuat untuk menyimpulkan bahwa tindakan-tindakan Israel, merupakan bagian dari strategi yang disengaja untuk menghancurkan masa depan rakyat Palestina di Gaza dengan menargetkan anak-anak mereka. Kementerian Luar negeri mengatakan pihaknya "sepenuhnya menolak" laporan komisi tersebut. Menyebutnya sebagai "fitnah palsu" dan "sebuah karya propaganda yang sama keterlaluan dengan laporan-laporan sebenarnya". Sejak Oktober 2023, militer Israel melancarkan operasi militer di Gaza.
Laporan baru komisi penyidik PBB menyebut, Israel menargetkan anak-anak Palestina di Gaza dengan menembak organ vital mereka menggunakan senjata presisi, seperti drone guadcopter dan penembak jitu, serta menggunakan senjata berdaya ledak tinggi dalam serangan terhadap bangunan perumahan, sekolah dan kamp pengungsian yang dipadati anak-anak. Komisi penyidik PBB menyatakan telah mendukomentasikan "insiden kekerasan seksual dan berbasis gender yang menargetkan anak-anak Palestina, sering kali selama penangkapan atau didalam tahanan". Selain itu, laporan tersebut menyatakan bahwa melalui serangan terhadap sekolah, pemindahan massal, dan penutupan paksa otomatis Israel telah "secara sistematis mengganggu kemampuan anak-anak untuk belajar, sehingga merusak fondasi intelektual dan sosial masyarakat Palestina itu sendiri". Komisi tersebut sebelumnya menyimpulkan Hamas dan kelompok bersenjata Palestina lainnya melakukan kejahatan perang dan pelanggaran berat lainnya terhadap hukum internasional pada 7 Oktober 2023, serta bahwa pasukan keamanan Israel telah melakukan kejahatan perang di Gaza.
Kondisi Gaza saat ini sungguh sangat menghawatirkan, khususnya yang dialami anak-anak Gaza. Dampak dari serangan, pembunuhan dan bombardir yang dilakukan oleh zionis Israel mengakibatkan trauma yang mendalam bagi anak-anak Palestina. Mereka harus menyaksikan tindakan yang terjadi dihadapan mata, konflik ini bukan hanya sekadar genosida yang bertujuan hanya untuk menghancurkan fisik dan infrastruktur saja. Tapi konflik ini bertujuan merusak mental dan semangat rakyat Gaza untuk bangkit. Dalam hal ini, anak-anak Gaza sengaja dijadikan sasaran utama zionis dalam melaksanakan misinya untuk menghabisi muslim Palestina. Karena mereka yakin, anak-anak adalah generasi penerus bagi kehidupan negerinya. Dalam fase tumbuh kembang anak seharusnya mendapatkan hak bermain, belajar dan memimpikan cita-citanya dimasa yang akan datang. Namun, miris sekali yang dirasakan anak-anak Gaza, mereka harus bergelut dengan bombardir yang meledakkan tempat tinggalnya, kehilangan orang yang dicintainya dan ketakutan yang selalu menghantui jiwanya.
Penderitaan yang dialami rakyat Palestina khususnya anak-anak di jalur Gaza, menggambarkan perdamaian dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja, bahkan lembaga perdamaian dunia yang mengatasnamakan PBB tidak bisa berbuat apa-apa, kata-kata tentang kemanusiaan hanya sekadar slogan saja. Pelanggaran HAM yang dilakukan zionis Israel seakan dibiarkan dan tidak ada tindakan tegas dari lembaga dunia. Sedangkan bentuk kezaliman yang dilakukan zionis sudah di luar batas kemanusiaan.yang lebih menyakitkan, negeri-negeri muslim yang jumlahnya mayoritas di dunia tidak mampu melindungi rakyat Palestina. Mereka hanya cukup mengeluarkan kecaman dan memboikot produk Israel dan Amerika saja. Mereka sibuk mengurus kepentingan pribadi terkait politik dan ekonomi yang menguntungkan negaranya, itulah ciri dari negara yang menganut sistem kapitalis. Mereka seakan tidak berdaya dan memilih diam untuk menghentikan kezaliman yang dilakukan oleh zionis Israel. Disamping itu, ada juga negeri muslim yang seharusnya membela rakyat Palestina justru berkhianat memberikan dukungan kepada zionis Israel.
Dalam Islam, satu muslim dengan muslim yang lainnya adalah satu tubuh, jika ada satu anggota tubuh yang sakit maka seluruh tubuh merasakannya. Oleh karena itu, sebagai sesama muslim tentunya kita jangan cukup merasa iba dan menjadi penonton saja, tetapi kita wajib melakukan pembelaan. Tentunya hal itu tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tetapi harus berjama'ah yaitu umat muslim di dunia harus bersatu mengerahkan seluruh pasukan militernya menggempur zionis Israel, untuk membebaskan rakyat Palestina. Semua itu akan terwujud dalam sistem kepemimpinan Islam yaitu Daulah Islamiyah.
Dalam kepemimpinan Islam, negara akan melindungi seluruh umat di dunia, apalagi anak-anak yang akan menjadi penerus perjuangan dimasa yang akan datang. Oleh sebab itu, sudah saatnya kita kembali pada syariat Islam, yang segala aturannya jelas mutlak datang dari Allah Swt. Bukan aturan yang dibuat manusia, yang suatu saat bisa dirubah sesuai dengan kepentingan mereka. Selama kepemimpinan Islam belum tegak, maka kemerdekaan Palestina akan sulit diwujudkan. Namun sebaliknya, ketika ada pemimpin yang menerapkan syariat Islam, maka tidak akan terjadi genosida dan ancaman bagi anak-anak Palestina di Gaza.
Wallahu alam bishowab

No comments:
Post a Comment