Sepekan yang lalu pengguna sosial media Instagram dihebohkan oleh aksi nekat seorang wanita yang mendatangi rumah terduga pencuri ponsel milik karyawan warnetnya. Wanita muda yang berinisial TR (25) tersebut mendatangi rumah terduga pencuri ponsel dan memukulnya menggunakan bambu lantaran kesal terhadap aksi kejahatan terduga pelaku. Berdasarkan unggahan akun Instagram wilis_medan, aksi pencurian tersebut terjadi di Jalan Young Putri Hijau, Medan Marelan. Dalam video yang beredar TR awalnya datang dengan sopan sambil mengucapkan salam, namun suasana berubah tegang tatkala terduga pelaku enggan mengembalikan ponsel yang dikatahui telah digadaikan. Tidak sampai disitu terduga pelaku sempat tersudut sampai akhirnya melarikan diri. TR mengaku bahwasannya lokasi usahanya sudah beberapa kali menjadi sasaran pencurian, sehingga ia menghimbau masyarakat agar tetap waspada dalam situasi apapun.
Aksi seorang wanita di Medan marelan yang nekat mendatangi rumah terduga pencuri ponsel hingga melakukan pemukulan, menunjukkan tingginya keresahan masyarakat terhadap maraknya aksi pencurian. Kejadian ini juga memperlihatkan menurunnya kepercayaan sebagian warga terhadap kemampuan sistem keamanan dalam memberikan rasa aman dan keadilan secara cepat. Turunnya rasa kepercayaan masyarakat tersebut bukan tanpa sebab, akan tetapi fakta dilapangan menunjukkan seringnya laporan pencurian atau barang hilang dianggap kasus biasa dan sepele oleh aparat keamanan, dan prosesnya pun seringkali berlarut-berlarut. Sehingga masyarakat perlahan hilang kepercayaan dan kesabaran yang pada akhirnya terpaksa turun tangan untuk menyelesaikan masalahnya sendiri.
Adanya aksi korban yang turun tangan sendiri untuk mencari barang yang hilang, juga menandakan bahwa kriminalitas sudah begitu dekat dengan masyarakat sehari-hari. kasus seperti ini juga memeperlihatkan pola yang terus berulang dalam sistem kapitalisme sekuler yang tengah diadopsi negara saat ini. Pola yang ada yaitu pencurian terjadi, korban dirugikan, pelaku kabur lalu masyarakat berusaha menyelesaikan persoalan dengan caranya sendiri, karena penanganan hukum sering lambat atau tidak memberikan efek jera. Dalam sistem kapitalisme sekuler, persoalan krimialitas seringkali hanya diselesaikan di permukaan melalui penangkapan pelaku. Sementara akar masalah yakni kemiskinan, pengangguran, lemahnya pendidikan moral, hingga rusaknya lingkungan sosial, seperti maraknya pergaulan bebas, narkoba, perjudian dan yang lainnya tidak ditangani secara menyeluruh. Akibatnya, tindakan kejahatan seperti pencurian berulang terjadi.
Dalam prespektif Islam, menjaga harta dan kemanan masyarakat termasuk menangani kasus tindakan kriminal seperti pencurian, merupakan tanggung jawab besar negara. Islam melarang segala bentuk pencurian maupun tindakan main hakim sendiri, karena keduanya dapat merusak ketertiban sosial. Negara dalam presfektif Islam merupakan pengayom masyarakat, bukan hanya sebagai regulator atau pembuat hukum seperti pada pandangan sistem kapitalisme sekuler. Sehingga negara didalam Islam akan meghadirkan sistem keamanan yang mampu melindungi rakyat, sehingga masyarakat tidak sampai turun tangan sendiri atau menyelesaikan masalah dengan main hakim sendiri.
Tidak hanya sistem yang menjamin kemanan, penegakan hukum dalam sistem Islam dilakukan secara adil, cepat, dan tegas agar memberikan rasa aman sekaligus efek jera. Negara didalam sistem Islam juga tidak akan hanya fokus pada tindakan kuratif akan tetapi tindakan preventif juga dilaksanakan, seperti negara memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi, membuka lapangan pekerjaan, membangun pendidikan berbasis akidah dan akhlak, serta menciptakan lingkungan sosial yang sehat. Dengan sistem yang terintegrasi antara kesejahteraan, pembinaan moral, dan penegakan hukum syriat, keamanan masyarakat tidak lagi bergantung pada keberanian individu dan penanganan kriminal tidak hanya karena adanya aksi viral, akan tetapi benar-benar lahir dari penjagaan menyeluruh oleh negara.
Wallahu'alam bissawab
Putri Maharani
Alumni STMIK Triguna Dharma

No comments:
Post a Comment