Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Proyek Jalan S. Sungkai - Batas Dharmasraya Bersiap Dongkrak Ekonomi Regional

Wednesday, June 17, 2026 | Wednesday, June 17, 2026 WIB

Rampung 89,98 Persen, Proyek Jalan S. Sungkai - Batas Dharmasraya Bersiap Dongkrak Ekonomi Regional

​SOLOK SELATAN, NUSANTARANEWS.NET

Akses transportasi yang menghubungkan antar-kabupaten di Sumatera Barat kini semakin mulus. Proyek Peningkatan Jalan Sungai Sungkai – Log Batu Sandi / Batas Dharmasraya terus menunjukkan tren pofisif di lapangan. Memasuki akhir Mei 2026, capaian fisik pengerjaan infrastruktur ini dilaporkan sudah menyentuh angka 89,98 persen.


​Proyek sepanjang 7,0 kilometer ini didanai melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dengan total nilai kontrak sebesar Rp 65.177.490.000. Pembangunan ini berada di bawah kendali Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat.


​Jalur Strategis Pendukung Feeder Tol

​Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., mengungkapkan bahwa jalur ini memegang peranan yang sangat vital. Tidak hanya menjadi rute pergerakan harian warga lokal, melainkan juga berfungsi sebagai urat nadi logistik regional.


​"Ruas jalan sepanjang 7 kilometer ini merupakan bagian dari Program Inpres Jalan Daerah (IJD) yang berfungsi sebagai penghubung wilayah Solok Selatan dan Kerinci menuju Jalan Lintas Tengah Sumatera, serta dipersiapkan untuk mendukung rencana Feeder Tol Dharmasraya-Rengat," jelas Masudi.


​Bila merujuk pada data teknis, proyek yang memulai masa kerjanya pasca-penandatanganan kontrak pada 12 Desember 2025 ini mencatatkan deviasi progres yang positif. Sejumlah item pekerjaan utama bahkan telah diselesaikan seutuhnya (100%), meliputi:

​Penghamparan sekaligus pemadatan agregat Kelas A.

​Pengaspalan jalan memanfaatkan lapisan Asphalt Concrete - Wearing Course (AC-WC).

​Pembuatan sistem drainase menggunakan pasangan batu mortar di tepian jalan.

​Konstruksi struktur jembatan gorong-gorong kotak beton (box culvert).


​Saat ini, pihak kontraktor pelaksana, PT. Arafah Alam Sejahtera, bersama konsultan supervisi dari PT. Eskapindo Matra KSO, PT. Jasa Mitra Manunggal, dan PT. Indec Internusa, tengah fokus merampungkan sisa pekerjaan minor. Salah satunya adalah pemarkaan jalan yang saat ini progresnya sudah berada di angka 50 persen. Dengan waktu pelaksanaan total 180 hari kalender, proyek ini optimis rampung tepat waktu.


​Efek Berantai bagi Sektor Perkebunan

​Peningkatan kapasitas jalan ini diproyeksikan mampu menghidupkan multiplier effect bagi perekonomian daerah. Di samping mempererat koneksi antar-wilayah, jalur ini menjadi akses utama menuju kawasan perkebunan sehingga distribusi hasil bumi warga kini menjadi lebih aman, cepat, dan efisien.


​Perubahan signifikan pada wajah jalan Sungai Sungkai ini pun langsung memanen respons positif serta apresiasi dari para pengguna jalan, terutama para sopir logistik dan travel yang setiap harinya melintasi jalur tersebut.


​Ronal (42), seorang pengemudi truk sawit, mengaku sangat lega dengan kondisi jalan yang sekarang. Ia menceritakan bahwa sebelum diperbaiki, rute ini menjadi salah satu jalur yang paling ditakuti oleh kendaraan bermuatan berat.


​"Dulu lewat sini taruhannya waktu dan kondisi mobil. Lubang di mana-mana, kalau hujan jalanan berubah jadi kubangan lumpur, as roda patah itu sudah jadi makanan sehari-hari kami. Sekarang, setelah diaspal mulus dan dipasang drainase yang bagus, waktu tempuh jadi jauh lebih cepat. Kami bisa menghemat solar dan onderdil mobil tidak cepat rusak," tutur Ronal sembari tersenyum


​Kebahagiaan serupa turut dirasakan oleh Hendra, seorang sopir mobil boks trayek Solok Selatan–Dharmasraya. Ia menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat.


​"Bagi kami para sopir box, kenyamanan dan keselamatan penumpang adalah yang utama. Dengan kondisi jalan yang sekarang sudah mulus dan mulai dilengkapi marka jalan, perjalanan malam hari pun terasa jauh lebih aman dan tidak membuat waswas lagi. Kami sangat mengapresiasi kerja keras Kementerian PU dan kontraktor di lapangan," kata Hendra.


​Apresiasi yang mengalir dari para pengemudi ini menjadi bukti konkret bahwa pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat ini tidak sekadar mengejar target administratif semata, namun benar-benar memberikan solusi nyata yang langsung mempermudah mobilitas dan meringankan beban ekonomi masyarakat di lapangan.

​(Nal Koto)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update