Akibat perang di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran hingga kini masih terus berlanjut. Bahkan, dampaknya sampai ke tingkat ekonomi global dan dinamika hubungan diplomatik antara negara. Perkembangan terbaru, kemungkinan terjadi krisis pangan yang meningkat, harapan akan kesempatan perdamaian, serta reaksi dari Tiongkok.
Peperangan ini terjadi berawal dari tujuan Amerika Serikat untuk melumpuhkan kemampuan militer, khususnya menghancurkan rudal balistik, infrastruktur nuklir, dan drone di Iran. Menurutnya, operasi ini juga bertujuan melindungi Sekutu AS di Timur Tengah ( termasuk Israel) dan menggulingkan rezim Iran.
Tetapi, nyatanya sampai saat ini AS- Israel tak mampu mengalahkan Iran. Hal ini dikarenakan kombinasi pertahanan canggih Iran, strategi perang gerilya/asimetris, dan geografi yang menantang. Meskipun As melakukan serangan udara intensif ( Operasi Epic Fury) yang menghancurkan sebagai infrastruktur militer, Iran tetap tangguh dengan personel aktif bahkan taktik perlawanan yang menyulitkan.
Bahkan, Mojtaba Khamenei, seorang pemimpin tertinggi Iran secara terbuka menggaungkan klaim kemenangan negaranya dalam persaingan geopolitik melawan Amerika Serikat ( AS) dan Israel. Putra dari Ayatullah Ali Khamenei itu menegaskan bahwa ketahanan Iran ditengah tekanan internasional telah menjadikan Teheran sebagai sumber inspirasi bagi bangsa- bangsa lain di dunia. ( mediaindonesis. com, 10/04/2026).
Berdasarkan hal tersebut, AS- Israel tak mudah untuk mengalahkan Iran sebagaimana halnya hanya satu negeri Muslim saja. Dalam hal ini, kemampuan teknologi tinggi ( AS-Israel) diuji oleh strategi pertahanan yang gigih ( Iran) . Bahkan, AS mendesak negara sekutunya untuk ikut terlibat perang langsung dengan Iran. Namun, meskipun ada desakan dari pihak AS, banyak negara Sekutu terutama di Eropa skeptis dan menolak untuk terseret dalam konflik militer bersenjata langsung dan lebih memilih solusi diplomatik.
Peristiwa ini membuktikan bahwa AS dan Israel tak sekuat yang dibayangkan dunia sebagai negara adikku. Justru serangan-serangan Iran, termasuk serangan ke fasilitas strategis Israel, berhasil menembus pertahanan udara yang selama ini dianggap paling digdaya, seperti Iraon Dome dan David's Sling. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan teknologi canggih tidak selalu mampu memberikan kemenangan cepat dan absolut, sehingga menggoyahkan kredibilitas strategis AS dan Israel.
Dengan begitu, Iran membuktikan keberaniannya, yaitu melakukan retaliasi langsung terhadap Israel dan mengancam aset AS, alih-alih hanya menggunakan perang proksi. Meskipun mengalami tekanan militer berat, Iran menujukan ketahanan dan menolak untuk tunduk, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai kemenangan moral dan strategis.
Sementara itu, tidak ada negara yang bersekutu secara permanen, kecuali karena suatu kepentingan. Karena prinsip dasar dalam hubungan internasional adalah menekankan bahwa aliansi antarnegara bersifat dinamis dan didorong oleh kepentingan nasional( politik, ekonomi, atau keamanan), bukan loyalitas abadi. Dalam situasi geopolitik saat ini, sering disorot bahwa aliansi di Timur Tengah atau hubungan AS dengan negara lain sering kali didasarkan pada kepentingan minyak, pertahanan, atau posisi strategis yang bisa berubah seiring waktu.
Alih-alih mendukung Iran sebagai sesama Muslim, beberapa penguasa Muslim justru memilih untuk bergabung dengan Amerika Serikat karena suatu kepentingan. Ini merupakan sebuah pengkhianatan penguasa Muslim yang dapat melemahkan kesatuan umat. Padahal jika negeri-negeri muslim bersatu maka berpotensi menjadi kekuatan global baru. Adanya peristiwa ini seharusnya dapat membangun kesadaran umat bahwa kesatuan negeri Muslim sangat urgen.
Satu negeri Muslim saja tidak mudah terkalahkan, apalagi jika seluruh negeri Muslim bersatu dan melawan. Adanya kesatuan umat Islam adalah salah satu tujuan syariat( maqashid syariah) yang fundamental untuk menjaga kemaslahatan dan kekuatan umat di hadapan tantangan global. Ini pentingnya diatur dalam sistem Islam, negeri Muslim memiliki satu pemimpin sehingga satu suara dan arahan.
Islam mengajarkan pentingnya kesatuan dan keharmonisan di antara umat manusia. Salah satunya yaitu firman Allah SWT. Dalam surah Ali Imran ayat 105 yang menyerukan untuk menghindari perpecahan dan perselisihan yang dapat mengakibatkan kehancuran serta azab yang berat. " Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai- berai dan berselisih setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang sangat berat. "( QS. Ali Imran: 105).
Buya Hamka dalam kitab Tafsir Al-Azhar menyatakan bahwa ayat ini merupakan kelanjutan dari ayat-ayat sebelumnya yang mengingatkan akan pentingnya persatuan dalam ikatan yang kuat dengan Allah.
Persatuan di dalam ikatan Allah yang satu adalah kunci utama menuju berkah. Kekuatan yang muncul akibat dari persatuan adalah nikmat yang tersebar. Karena itu, setelah terbentuk persatuan dan kekuatan, terdapat tanggung jawab bagi sekelompok untuk memelihara persatuan tersebut melalui dakwah, mengajak kepada kebaikan, dan menghalangi kemungkaran.
Persatuan umat Islam dibawah satu kepemimpinan politik akan mampu menciptakan stabilitas ekonomi dan militer yang kuat serta mampu menandingi negara adidaya. Sistem Islam dipandang sebagai institusi yang akan membebaskan negeri-negeri Muslim dari penjajahan dan intervensi asing.
Hal ini terbukti pada masa sejarah Islam selama 13 abad, yang mana Khilafah pernah menjadi negara kuat dan disegani. Khilafah dianggap perlu untuk mewujudkan ketaatan total pada syariat Islam dalam seluruh aspek kehidupan,termasuk politik dan ekonomi. Sistem Khilafah menekankan pada ukhuwah Islamiyah(persaudaraan Islam) dan wihdatul ummah ( persatuan umat) untuk mewujudkan kekuatan global.
Oleh karena itu, melalui kesatuan negeri Muslim yang di ikat dalam institusi khilafah Islam, maka akan mampu mengalahkan hegemoni negera adidaya kafir. Khilafah Islam dengan dakwah dan jihad akan membawa rahmat bagi dunia. Hal ini karena sistem Khilafah adalah metode yang menerapkan syariat Islam secara menyeluruh ( kaffah) yang dapat menciptakan kebaikan dan kedamaian ( rahmat) di seluruh dunia, bangga berislam kaffah.
Wallahua'lam bishowab.

No comments:
Post a Comment