Oleh: suryani
Kairo (ANTARA) – Liga arab mendesak perlindungan internasional bagi rakyat palestina dan meminta komunitas global untuk memaksa israel untuk menghentikan pendudukan ilegal mereka atas tanah palestina, termasuk yerusalem timur.
Moskow (ANTARA) – Para menteri luar negeri negara anggota BRICS menyerukan komunitas internasional agar terus mendukung palestina dalam upayanya mencapai kemerdekaan dan kedaulatan. Bukan hanya itu BRICS juga mendesak gencatan senjata segera tanpa syarat di jalur gaza.
Dalam sebuah pernyataan yang menandai peringatan 78 tahun nakba palestina, sektor liga arab untuk palestina dan wilayah arab yang diduduki menekankan perlunya mengakhiri ketidakadilan historis terhadap rakyat palestina dan melanjutkan upaya internasional untuk mengakhiri penduduk israel di atas wilayah yang diduduki sejak 1967.
Gaza, Palestina hingga saat ini masih mengalami penjajahan dan ironisnya penjajahan yang dilakukan zionis israel bukan hanya membunuh, dan menghancurkan tetapi secara terang-terangan memblokade jalur ke Gaza yang menghalangi masuknya bantuan kemanusiaan, termasuk yang terbaru yaitu aksi kemanusiaan sumud flotilla.
Analisis:
Peringatan 78 tahun nakba membawa kita pada sebuah refleksi mendalam mengenai salah satu tragedi kemanusiaan dan geopolitik paling berkepanjangan dalam sejarah modern. Ini bukan sekedar peringatan retorika peringatan historis melainkan sebuah tuntutan aktif terhadap sistem hukum internasional, moralitas global, dan kesadaran kemanusiaan.
Nakba tidak boleh di pandang sebagai peristiwa tunggal yang selesai pada tahun 1948 bagi bangsa palestina, nakba adalah sebuah proses yang terus berjalan. Peringatan ke 78 menegaskan bahwa trauma ini telah diwariskan. Anak-anak palestina hari ini lahir dalam status pengungsi atau di bawah sistem pendudukan yang di akibatkan israel yang terus menerus melakukan perluasan wilayah.
Dunia internasional, khususnya kekuatan barat, seringkali cepat berupaya menegakkan hukum internasional dan menjatuhkan sanksi dalam konflik lain misalnya saja krisis ukraina pada masanya. Namun, dalam konteks palestina pelanggaran terhadap resolusi PBB dan hukum humaniter internasional kerap di hadapi dengan impunitas dan hak veto politik.
Peringatan ke 78 ini menjadi simbol kegagalan kolektif PBB, Dewan Keamanan, dan Mahkamah Internasional (ICJ/ICC) untuk mengubah keputusan hukum menjadi tindakan nyata di lapangan. Keputusan yang menyatakan pendudukan itu ilegal Seringkali mendesak di level diplomasi tanpa ada tekanan penegakan.
Dan berbagai macam solusi yang ditawarkan sejatinya tidak menghentikan israel dalam memborbardir palestina termasuk gencatan senjata. Seharusnya itu sudah dapat membuka mata dunia bahwa gencatan senjata hanyalah solusi yang bersifat sementara dan tidak membebaskan palestina secara utuh dari penjajahan. Peringatan 78 tahun nakba bukan lagi sekedar momentum untuk meratapi masa lalu, melainkan sebuah alarm keras bahwa membiarkan isu palestina tanpa penyelesaian yang hakiki adalah bentuk kebangkrutan moral tatanan internasional. Selama hak-hak dasar palestina di abaikan maka selama itu pula nurani dunai di gugat dan di pertanyakan.
Kontruksi islam:
Satu-satunya solusi hakiki yang dapat membebaskan tanah Palestina adalah jihad dan khilafah. Jihad adalah melakukan perang di jalan allah dengan tujuan merampas atau mengambil kembali apa yang menjadi hak kaum muslim termasuk tanah sedangkan Khilafah ialah merujuk pada sistem pemerintahan islam global yang di pimpin oleh seorang khilafah, yang bertujuan untuk memelihara agama dan mengatur urusan dunia berdasarkan syariat.
Bahwasanya masalah palestina tidak akan terselesaikan selama umat islam masih terpecah-pecah dalam negara bangsa, umat islam harus bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan dan tanah kaum muslimin oleh karenanya yang menjadi satu-satunya solusi dalam membebaskan tanah palestina yaitu merampasnya kembali dari tangan penjajah dengan cara jihad atau perang di jalan allah SWT.
Itu dapat dilakukan jika khilafah bisa ditegakkan seluruh umat muslim bersatu memilih pemimpin dikuatkan oleh akidah islam membangkitkan islam kaffah dan menerapkan aturan islam bisa terlaksana. Namun saat ini kita masih dibawah sistem kapitalisme yang mendorong kemerosotan berfikir bagi umat, sehingga tidak memikirkan untuk bangkit membawa perubahan ke yang lebih baik. Sistem islam pernah diterapkan hanya saja telah runtuh, dan saat itu negara islam menjadi negara yang terdepan jauh dari kata tertinggal dan mampu menaklukkan negara besar pada saat itu, sekarang kebutuhan akan khilafah sangat mendesak untuk membebaskan palestina.
Wallahu’alam.

No comments:
Post a Comment