Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharram,Momentum Perjuangan Islam Kaffah

Saturday, June 27, 2026 | Saturday, June 27, 2026 WIB










Oleh : Ummu Fatih (Pegiat Opini)

       Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah kembali hadir menyapa umat Islam di seluruh dunia. Muharram bukan sekadar pergantian angka dalam kalender Hijriah, melainkan momentum refleksi atas perjalanan umat dan kondisi kehidupan yang sedang dihadapi. Peristiwa hijrah Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah yang menerapkan Islam kaffah mengajarkan bahwa perubahan menuju kondisi yang lebih baik membutuhkan keimanan, kesabaran, pengorbanan, dan perjuangan.

       Ketika Muharram tiba tahun ini, umat Islam masih dihadapkan pada berbagai persoalan yang tidak ringan. Beragam problem sosial, ekonomi, dan kemanusiaan terus membelit kehidupan masyarakat. Karena itu, Muharram seharusnya menjadi momentum muhasabah sekaligus membangkitkan kesadaran untuk memperjuangkan Islam kaffah.

       Sepanjang tahun, masyarakat masih dihadapkan pada berbagai persoalan sosial yang memprihatinkan. Kemiskinan, kekerasan terhadap anak, perundungan (bullying), eksploitasi seksual, hingga kekerasan seksual masih menjadi tantangan serius. Berbagai laporan menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih terus terjadi di berbagai daerah. Bahkan lingkungan pendidikan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak masih diwarnai kasus kekerasan dan pelecehan.

       Data Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) mengungkapkan masih tingginya kasus kekerasan di lingkungan pendidikan, termasuk kekerasan seksual yang menimpa peserta didik. Kondisi ini menunjukkan bahwa perlindungan terhadap generasi muda masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi bangsa ini. Di saat yang sama, persoalan kemiskinan dan ketimpangan sosial juga masih menjadi masalah yang belum terselesaikan secara tuntas.


       Di tingkat internasional, perhatian dunia masih tertuju pada Gaza. Berbagai laporan lembaga kemanusiaan internasional menggambarkan kondisi yang sangat memprihatinkan. Jutaan warga menghadapi keterbatasan makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal yang layak. Banyak keluarga hidup dalam pengungsian dan mengalami kesulitan memperoleh kebutuhan dasar sehari-hari.

       Laporan lembaga kemanusiaan internasional menyebutkan bahwa krisis pangan, keterbatasan akses layanan kesehatan, serta kerusakan infrastruktur masih menjadi persoalan besar yang dihadapi warga Gaza. Anak-anak dan kelompok rentan menjadi pihak yang paling merasakan dampak dari konflik yang berkepanjangan tersebut.

       Pada 17 Juni 2026, umat Islam memasuki 1 Muharram 1448 Hijriah,tetapi kondisi umat Islam masih jauh dari predikat khairu ummah.Momentum pergantian tahun Hijriah seharusnya menjadi sarana muhasabah bagi umat Islam untuk mengevaluasi agar bangkit memperjuangkan menuju Islam kaffah.

        Namun realitas menunjukkan bahwa berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, moral, dan kemanusiaan masih membelit kehidupan umat di berbagai belahan dunia.

       Di tengah kemajuan teknologi dan perkembangan zaman yang begitu pesat, umat Islam masih menghadapi berbagai tantangan yang memerlukan perhatian serius. Oleh karena itu, Muharram hendaknya tidak hanya diperingati secara seremonial, tetapi dijadikan titik awal untuk melakukan perubahan menuju kondisi yang lebih baik,yaitu dengan berkontribusi dalam memperjuangkan Islam kaffah.

       Maraknya kemiskinan, kekerasan terhadap anak, eksploitasi seksual, perundungan, dan berbagai bentuk penyimpangan sosial menunjukkan bahwa seluruh kenestapaan dalam negeri adalah buah dari penerapan sistem sekulerisme-kapitalisme.Standar manfaat materi menggantikan halal haram,sehingga kerusakan merata di seluruh lini kehidupan.

        Ketika ukuran keberhasilan hidup hanya dilihat dari asas manfaat seperti materi, jabatan, dan kepentingan duniawi, maka nilai benar dan salah menjadi kabur. Akibatnya, berbagai bentuk penyimpangan dapat berkembang dan merusak tatanan masyarakat. Karena itu,harus ada perubahan hakiki yaitu memperjuangkan Islam kaffah.

       Lemahnya umat Islam di panggung internasional,termasuk tidak mempunyai pembela palestina di karenakan tidak adanya institusi politik Islam yaitu Khilafah Islamiyyah yang akan menyatukan dan melindungi umat .Saat ini umat Islam terpecah oleh nasionalisme dan tunduk pada kekuatan kafir.


       Muharram adalah momentum refleksi bahwa semua kenestapaan ini akibat jauhnya umat dari aturan Allah,bukan taqdir yang harus diterima.

        Allah SWT berfirman:

"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS Ar-Ra'd: 11)

       Ayat ini mengingatkan bahwa perubahan yang hakiki dengan memperjuangkan tegaknya Islam kaffah.

       Hijrah hakiki adalah berjuang untuk hijrah dari sistem kufur Sekularisme-Kapitalisme menuju sistem Islam dalam naungan Khilafah Islamiyyah.

       Rasulullah SAW bersabda:

"Seorang muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang Allah." (HR. Bukhari)

      Makna hijrah tidak hanya berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari perilaku yang buruk menuju kehidupan yang lebih sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

        Rasulullah SAW mengajarkan bahwa perubahan hakiki membutuhkan perjuangan panjang dan terorganisir sebagaimana yang beliau dan para sahabat lakukan. menunjukkan bahwa perubahan tidak terjadi secara instan. 

       Allah SWT berfirman:

"Maka bersabarlah engkau sebagaimana kesabaran para rasul yang memiliki keteguhan hati." (QS Al-Ahqaf: 35)

       Karena itu, upaya memperbaiki masyarakat harus dilakukan secara konsisten dan penuh kesungguhan.

       Umat Islam wajib berjuang bersama jamaah dakwah Islam ideologis yang mengambil metode dakwah Rasulullah SAW untuk menegakkan kembali Khilafah Islamiyyah.

       Allah SWT berfirman:

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar." (QS Ali Imran: 104)

Ayat ini menunjukkan bahwa setiap Muslim memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam memperjuangkan Islam kaffah.

       Pada akhirnya,Muharram 1448 Hijriah hendaknya tidak berlalu sebagai seremoni pergantian tahun semata. Muharram harus menjadi momentum memperjuangkan Islam kaffah dengan menegakkan institusi politik Islam yaitu Khilafah Islamiyyah.



No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update