Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharram: Saatnya Umat Bersatu untuk Mengembalikan Kehidupan yang Berkah dalam Bingkai Islam Kaffah

Wednesday, June 17, 2026 | Wednesday, June 17, 2026 WIB

 


Oleh: Kursiyah Azis (Aktivis Muslimah)


Bulan Muharram kembali tiba, kehadirannya merupakan penanda pergantian tahun dalam kalender Hijriah. Namun, bagi kaum Muslim, pergantian tahun bukan sekadar pergantian angka atau momentum seremonial yang dirayakan dengan berbagai acara. Muharram semestinya menjadi saat yang tepat untuk melakukan muhasabah, meninjau kembali arah perjalanan umat, serta menguatkan tekad untuk memperjuangkan kehidupan yang selaras dengan tuntunan Islam secara menyeluruh (kaffah).


Peristiwa hijrah Rasulullah ﷺ dari Makkah ke Madinah menjadi dasar penanggalan Hijriah. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat, melainkan perubahan besar yang mengantarkan kaum Muslim dari fase tekanan menuju fase penerapan Islam dalam kehidupan masyarakat.


Di Madinah, Islam tidak hanya mengatur ibadah individual, tetapi juga menjadi pedoman dalam pendidikan, ekonomi, sosial, hukum, hingga tata kelola pemerintahan.

Karena itu, semangat hijrah yang diwariskan Rasulullah ﷺ sejatinya mengajarkan bahwa Islam adalah agama yang mengatur seluruh aspek kehidupan. Allah SWT berfirman:

"Wahai orang-orang yang beriman! Masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan (kaffah)." (QS. Al-Baqarah: 208)


Ayat di atas menunjukkan bahwa keimanan tidak cukup diwujudkan dalam ibadah ritual semata. Islam menuntut keterikatan total terhadap hukum dan petunjuk Allah dalam seluruh aktivitas manusia. Ketika Islam dipahami hanya sebatas urusan pribadi, sementara urusan ekonomi, politik, hukum, dan sosial diserahkan kepada aturan buatan manusia, maka yang terjadi adalah pemisahan agama dari kehidupan yang bertentangan dengan konsep Islam kaffah.


Realitas umat Islam saat ini menunjukkan berbagai persoalan yang tak kunjung usai. Mulai dari maraknya kemiskinan, ketimpangan ekonomi, kerusakan moral, korupsi, kriminalitas, hingga konflik berkepanjangan terus menjadi tantangan. Di tengah berbagai problem tersebut, umat sering kali terpecah oleh perbedaan kelompok, organisasi, maupun kepentingan sesaat. Padahal, Allah SWT telah memerintahkan kaum Muslim untuk berpegang teguh pada tali agama-Nya dan tidak bercerai-berai.


Muharram seharusnya menjadi momentum untuk mengembalikan persatuan umat di atas landasan akidah Islam. Persatuan yang hakiki bukan dibangun atas dasar suku, bangsa, kepentingan ekonomi, atau fanatisme golongan, melainkan atas dasar keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT. Ketika umat menjadikan Islam sebagai standar pemikiran dan perbuatan, maka persatuan yang kokoh akan lebih mudah diwujudkan.


Persatuan tersebut juga harus diiringi dengan kesadaran untuk mendalami Islam secara benar dan menyampaikannya kepada masyarakat. Umat membutuhkan dakwah yang mengajak kepada pemahaman Islam yang menyeluruh, bukan parsial. Dakwah yang menumbuhkan kesadaran bahwa Islam memiliki solusi atas berbagai persoalan kehidupan, sekaligus mengingatkan bahwa kemuliaan umat hanya dapat diraih melalui ketaatan kepada syariat Allah SWT.


Muharram mengajarkan bahwa perubahan besar selalu diawali oleh keimanan yang kuat, kesadaran yang benar, dan perjuangan yang sungguh-sungguh. Rasulullah ﷺ dan para sahabat mampu mengubah wajah dunia karena mereka menjadikan wahyu sebagai pedoman hidup dan bersatu dalam perjuangan menegakkan ajaran Islam.


Oleh karena itu, memasuki tahun baru Hijriah, umat Islam hendaknya tidak berhenti pada ucapan selamat tahun baru semata. Muharram harus menjadi momentum memperbarui tekad untuk meningkatkan ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta mengokohkan komitmen menjalankan Islam secara kaffah dalam kehidupan pribadi, keluarga, dan masyarakat.


Semoga Muharram tahun ini menjadi titik awal kebangkitan umat, menguatkan persatuan kaum Muslim, dan menumbuhkan semangat untuk menjadikan Islam sebagai pedoman hidup yang menyeluruh, agar keberkahan hidup dapat terwujud. 


Dengan demikian, umat dapat kembali meraih kemuliaan yang dijanjikan Allah SWT dan menjadi pembawa rahmat bagi seluruh alam. Wallahu a'lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update