Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muharam, Merajut Harapan dan Kebangkitan Umat Islam

Sunday, June 28, 2026 | Sunday, June 28, 2026 WIB
Oleh Esin Kuresin
Aktivis Dakwah 


Waktu semakin cepat, tidak terasa bulan ini sudah memasuki bulan Muharram 1448 H. Dengan harapan adanya perubahan besar untuk umat Islam di seluruh dunia, yaitu adanya negara yang mau menerapkan sistem Islam yang kaffah. Karena kondisi umat yang sangat memprihatinkan, setiap hari kita melihat di sosial media kondisi rakyat yang semakin kehilangan arah, kebijakan pemerintah yang jelas menyengsarakan rakyat, pekerjaan yang sulit di dapatkan dan bahan pangan yang harganya mencekik rakyat. Seharusnya negara hadir dengan membawa harapan besar bagi seluruh rakyat dan memberikan solusi di setiap permasalahan yang di derita rakyatnya, tapi malah justru negara memberikan beban di pundak rakyatnya dengan terus memungut pajak di segala arah. Rakyat terasa tercekik hidup di negaranya sendiri.

Permasalahan yang dihadapi rakyat saat ini bukan sekadar kemiskinan yang struktural, kerusakan terjadi di setiap elemen, krisis iman yang menghasilkan umat semakin jauh dari kata takwa, judol, pinjol, prostitusi semakin marak dan jelas di depan mata kita, hukum yang tumpul ke atas tapi tajam ke bawah, penguasa sewenang-wenang dalam kekuasaannya, korupsi berjamaah belum lagi dari sisi pendidikan, kesehatan yang luar biasa. Semua kerusakan ini berasal dari penerapan sistem yang salah.

Belum lagi persoalan yang dialami saudara-saudara kita yang ada di Palestina sampai saat ini mengalami krisis kemanusiaan yang parah dan meluas. Korban masih terus berjatuhan tercatat korban melampaui 73.000 jiwa akibat dari kebiadaban Israel, jutaan warga sipil di Gaza menghadapi kerusakan infrastruktur total dan mereka masih merasakan kesulitan bertahan di tenda-tenda yang penuh keterbatasan, belum lagi sulitnya mendapatkan air bersih dan layanan medis yang sangat terbatas. Bahkan wilayah yang di tetapkan sebagai wilayah zona aman, mengalami krisis kebutuhan pokok seperti makanan dan bahan bakar yang pastinya menambah penderitaan saudara-saudara kita yang ada di Palestina. 

Sampai saat ini negara muslim belum ada yang mengirimkan bantuan militer yang hadir untuk memberikan pembelaan dan siap berjihad melawan kaum zionis Yahudi. Bahkan sungguh Mereka seakan-akan buta dan tuli melihat kesengsaraan saudara kita di Palestina.

Tahun baru Hijriyah yang seharusnya menjadi harapan besar bagi seluruh kaum muslim merasakan  ketenangan untuk bisa menikmati indahnya kehidupan ,namun belum tampak adanya perubahan kalau negara-negara Islam masih memakai aturan buatan manusia.
Kenestapaan yang dirasakan seluruh umat manusia di muka bumi ini karena masih mengadopsi mabda yang salah, sistem kapitalisme sejatinya bukan berasal dari Al-Qur'an dan as Sunnah. 

Sistem sekulerisme yang memisahkan agama dengan kehidupan, umat akan perlahan-lahan mengalami kerusakan dari akhlak dan akidah. Padahal negara ini banyak memiliki sumber daya alam yang melimpah, yang sudah disiapkan oleh alam untuk dikelola dengan baik dan benar, namun faktanya negara yang diberikan banyak keberkahan ini malah justru diisi dengan para pejabat yang serakah dan tamak. Mereka berusaha untuk menikmati kekayaan alam hanya untuk segolongan mereka dan memperkaya individunya sendiri.

1 Muharam sebagai awal tahun Hijriyah ,bukan sekedar pergantian angka melainkan momentum spritual untuk melakukan muhasabah dan hijrah. Melakukan perubahan besar untuk merajut harapan yang lebih baik lagi. Bukan sekadar perubahan individunya, tapi ada perubahan yang besar di mulai dari perubahan sistem di sebuah negara yaitu kembali kepada aturan yang bersumber dari Al-Qur'an dan as Sunnah.

Di dalam Al-Qur'an jelas tertulis,
 
إِنَّ اللهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ  

Artinya: "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS.Ar-ra'ad ayat 11)

Hijrah mengandung makna perubahan dari keadaan umat yang tertinggal menuju kemajuan yang berdampak luas. Nabi berhijrah dari Mekah ke Madinah ingin keluar dari kegelapan era kejahilian menuju kehidupan yang terang benderang dalam cahaya tauhid. Membangun peradaban Islam yang gemilang dengan mendirikan negara Islam dengan menerapkan syari'at Islam di setiap aturan kehidupan. Maka umat harus bisa berani untuk hijrah dan kembali melanjutkan Islam dalam kehidupan.

Sebagaimana yang tertulis di dalam Al-Qur'an yang mengajak untuk melakukan hijrah,

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَٱلَّذِينَ هَاجَرُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ أُو۟لَـٰٓئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌۭ رَّحِيمٌۭ ٢١٨

Artinya: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman orang -orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah , mereka itu mengharapkan Rahmat Allah dan Allah maha pengampun dan maha penyayang."(QS. Al-Baqarah: 218)

Seharusnya 1 Muharam ini dijadikan sebagai momentum perubahan besar dengan bersatunya umat dalam barisan yang sama, memiliki tujuan yang sama, di gerbong yang sama menerapkan perasaan, pemikiran dan aturan yang sama untuk menegakkan daulah Islam.
Dengan dakwah kita bisa mewujudkan perubahan itu, merubah yang sudah terlanjur rusak, memperbaiki dengan metode yang dulu Rasulullah lakukan dengan mendirikan negara Islam dan dipimpin oleh seorang Khalifah yang bertakwa dan bisa menjadi perisai umat, yang bisa menjadi penjaga umat bukan hanya di dalam negeri saja, tapi Khalifah akan hadir menjadi penjaga umat di seluruh muka bumi ini. 

Waktu itu ibarat pedang yang sangat tajam, jika engkau tidak bisa menjinakkan dan menggunakan dengan benar, engkau sendiri yang akan tertebas oleh pedang itu. Hidup adalah pilihan dan pilihan akan menentukan nasib, kalau hidup hanya bisa memuja ketampanan dan kekayaan harta, maka satu persatu hal itu akan menjauh dan meninggalkan kita. Momentum hijrah ini bukan terlena dengan sistem demokrasi, tapi harus berani menggantinya dengan sistem yang benar yaitu sistem Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan as Sunnah bukan akal manusia.

Wallahualam bissawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update