Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Krisis Guru di Bekasi, Bukti Rapuhnya Sistem Pendidikan Negeri Ini

Sunday, June 07, 2026 | Sunday, June 07, 2026 WIB

Lia Ummu Thoriq (Aktivis Muslimah Peduli Generasi)

Lia Ummu Thoriq 
(Aktivis Muslimah Peduli Generasi)


Di Bekasi, kebutuhan tenaga guru masih tinggi, sementara banyak sekolah bergantung pada guru honorer untuk mengisi kekurangan pengajar. Namun hingga saat ini, nasib para guru honorer masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat terkait pengangkatan dan status kepegawaiannya. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolah. (Bekasisatu.com, 18/05/2026)


Pendidikan adalah hal yang urgent bagi sebuah negara. Karena dengan pendidikan denyut nadi kehidupan suatu negara akan tetap berjalan. Mengapa demikian? Karena pendidikan adalah 'kawah candradimuka' bagi generasi muda suatu bangsa untuk menambah pengetahuan yang akan menjadi bekal dalam memimpin bangsa. Pendidikan tidak bisa lepas dari pendidik (baca:guru). Pendidikan tidak akan bisa berjalan jika tidak ada pendidik.


Namun faktanya hari ini banyak guru yang jauh dari kata sejahtera. Mereka harus menelan pil pahit kejamnya dunia pendidikan hari ini karena kerja keras mereka tidak sebanding dengan gaji yang mereka terima. Akibatnya banyak anak negeri yang memilih mundur pelan-pelan untuk tidak menjadi guru. Akibatnya hari ini khususnya di Bekasi terjadi krisis guru.


Krisis guru membuktikan bahwa pendidikan hari ini kalah prioritas dibanding proyek pembangunan dan kepentingan politik anggaran. Negara mampu membiayai banyak proyek fisik, tetapi kesulitan memberi kepastian bagi guru yang setiap hari menjaga keberlangsungan pendidikan generasi.


Guru honorer dijadikan penyangga sistem pendidikan selama bertahun-tahun, tetapi nasibnya terus digantung. Mereka mengajar, mendidik, bahkan menutupi kekurangan guru ASN, namun kesejahteraan dan statusnya tetap berada dalam ketidakpastian. Negara seolah membutuhkan tenaganya, tetapi enggan menanggung tanggung jawab penuh terhadap kehidupannya.


Akar masalahnya terletak pada sistem kapitalistik yang memandang pendidikan dengan hitung-hitungan anggaran. Selama pendidikan diposisikan sebagai beban biaya, maka pengangkatan guru akan terus dibatasi dan sekolah dipaksa mencari jalan murah melalui tenaga honorer. Dampaknya, kualitas pendidikan melemah dan generasi muda kembali menjadi korban sistem.


Sistem Islam Menyejahterakan Guru


طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ“

"Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah). Menuntut ilmu adalah kewajiban dari setiap muslim. Karena dengan ilmu manusia mempunyai pegangan dalam mengarungi samudera kehidupan. Namun mustahil ilmu didapat tanpa seorang guru yang mengajar ilmu. 


Sistem Islam sangat memperhatikan ilmu atau pendidikan. Pendidikan dalam sistem Islam adalah kebutuhan dasar yang harus dirasakan oleh setiap manusia. Negara wajib menjamin kebutuhan pendidikan bagi setiap warga negaranya. Biaya pendidikan diambil dari kas negara. Kas negara diperoleh dari pengelolaan sumber daya alam yang hasilnya disalurkan berupa pendidikan, kesehatan dan keamanan untuk rakyat. Dengan biaya yang mencukupi negara mampu menggaji guru dengan baik, sehingga kesejahteraan guru terjamin dalam sistem Islam.


Dalam sistem pendidikan Islam yang mampu memberikan kesejahteraan kepada guru. Posisi guru dalam Islam sangatlah dihargai dan dihormati. Guru memiliki peran strategis dalam membina generasi dan memajukan peradaban bangsa. Dengan posisi dan perannya yang cukup strategis untuk keberlangsungan hidup negara Islam, maka pemerintah sangat memperhatikan kesejahteraan guru. Salah satu kesejahteraan guru adalah memberikan gaji yang tinggi. Dengan gaji yang tinggi maka kesejahteraan guru akan terjamin. Guru akan fokus mengajar tanpa memikirkan lagi pendapatan tambahan. Karena dengan gaji yang diberikan oleh negara guru dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan kebutuhan keluarganya. 


Berdasarkan Sirah Nabi dan Tarikh Daulah Khilafah Islam (lihat Al Baghdadi, 1996) negara akan memberikan jaminan pendidikan secara gratis untuk warga negaranya. Selain itu negara juga memberikan kesempatan yang luas untuk semua warganya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Kesejahteraan atau gaji guru juga sangat diperhatikan oleh negara. Sebagai contoh Khalifah Umar bin Khattab memberikan gaji kepada tiga orang guru yang mengajar di Madinah masing-masing sebesar 15 Dinar emas setiap bulannya (1 Dinar = 4,25 gram emas).


Begini cari sistem Islam melaksanakan sistem pendidikan. Sistem pendidikan gratis agar semua warga negaranya bisa merasakannya. Fasilitas pendidikan, sarana dan prasarana juga memadai. Serta gaji guru yang tinggi sehingga kesejahteraan guru terjamin. Dengan gaji guru yang tinggi maka guru akan fokus mengajar untuk masa depan anak didiknya, tanpa memikirkan lagi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Dari sini akan lahir generasi yang berkualitas yang akan mengisi peradaban bangsa.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update