Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketika Rupiah Turun, Kehidupan Rakyat Ikut Terguncang

Monday, June 01, 2026 | Monday, June 01, 2026 WIB

Oleh: Firda – Aktivis Muslimah

Melemahnya nilai rupiah terhadap dolar kembali membawa dampak bagi kehidupan masyarakat. Kenaikan harga kebutuhan pokok, bahan baku, hingga energi menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Dilansir dari Tempo.co, nilai tukar rupiah bahkan sempat menyentuh Rp17.600 per dolar AS.

Bagi sebagian masyarakat, kondisi ini bukan sekadar isu ekonomi nasional, tetapi persoalan yang benar-benar dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Pengeluaran semakin besar, sementara kondisi pendapatan banyak masyarakat tidak mengalami peningkatan yang berarti. Akibatnya, tidak sedikit yang harus mencari berbagai cara agar kebutuhan hidup tetap terpenuhi, termasuk bergantung pada pinjaman online.

Keadaan ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi semakin nyata dirasakan masyarakat kecil. Namun di sisi lain, kondisi tersebut sering kali dianggap belum terlalu mengkhawatirkan. Padahal, ketika harga kebutuhan terus naik dan daya beli masyarakat melemah, rakyatlah yang menjadi pihak paling terdampak.

Persoalan ini juga memperlihatkan bahwa kebijakan ekonomi yang ada belum sepenuhnya mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat. Beban hidup terus meningkat, sedangkan solusi yang dirasakan langsung oleh rakyat masih belum maksimal.

Inilah keniscayaan yang terjadi dalam sistem ekonomi kapitalisme. Berbagai krisis ekonomi yang berulang telah terjadi dalam rentang sejarahnya. Perdagangan eksternal, guncangan harga, dan ketidakstabilan politik global memicu terjadinya masalah ekonomi. Dalam kapitalisme, selain menjadi alat tukar, uang juga adalah komoditas yang diperjualbelikan. Tinggi-rendahnya nilai rupiah, sangat dipengaruhi oleh jumlah permintaan dan penawaran rupiah di pasar uang. Makin banyak jumlah permintaan mata uang rupiah, makin tinggi nilai mata uang rupiah. Begitu pula sebaliknya, makin tinggi jumlah rupiah yang beredar di pasar, sementara permintaan rupiah rendah, maka nilai rupiah akan menurun. 

Oleh karena itu, untuk menyelesaikan masalah ekonomi rakyat tidak cukup hanya dengan langkah-langkah pragmatis yang tidak menyentuh akar masalah, selama sistem tyang diterapkan masih sama. Islam yang bukan hanya sebatas agama ritual, tetapi juga sebuah sitem kehidupan, memiliki pengaturan ekonomi yang dapat menciptakan keadilan dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Dalam Islam, negara memiliki tanggung jawab besar dalam menjamin kesejahteraan rakyat. Pemimpin tidak hanya berfungsi membuat kebijakan, tetapi juga memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak.

Islam juga mengatur sistem ekonomi yang berorientasi pada kemaslahatan masyarakat, termasuk menjaga stabilitas harga dan melindungi rakyat dari praktik ekonomi yang merugikan. Dengan penerapan aturan yang sesuai syariat, negara berkewajiban hadir untuk menjaga masyarakat dari kesulitan hidup.

Karena itu, melemahnya rupiah seharusnya tidak dipandang sebagai persoalan biasa. Lebih dari itu, kondisi ini perlu menjadi evaluasi agar kebijakan ekonomi benar-benar berpihak pada kesejahteraan rakyat, bukan hanya menjaga stabilitas ekonomi semata. Hanya sistem Islam yang dapat mewujudkan itu semua.

Wallahu a’lam bish-shawab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update