Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Islam Menjamin Terselenggaranya Pendidikan Tinggi bagi Rakyat

Sunday, June 07, 2026 | Sunday, June 07, 2026 WIB

 

Oleh: Ummu Syifa 

Ibu Rumah Tangga


Sangat miris, impian meneruskan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi bagi masyarakat menengah ke bawah menjadi semakin berat. Selain karena perekonomian yang terus memburuk, alokasi anggaran pendidikan tinggi di Indonesia relatif rendah dan timpang, dengan porsi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) hanya mendapat sekitar 7,96% atau Rp57,68 triliun dari total anggaran pendidikan. Mirisnya, justru dana pendidikan terkonsentrasi pada program non-kampus seperti Makan Bergizi Gratis (MBG). (Kemenkopmk.go.id, 29/7/2025) 


Ketika anggaran rendah menyebabkan UKT di sejumlah universitas dan perguruan tinggi mengalami kenaikan yang berimbas semakin meningkatnya angka putus kuliah dan banyak anak yang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah karena finansial. (goodstats.id, 14/8/2025)


Pendidikan merupakan pondasi dan modal bagi terwujudnya sumber daya manusia yang berkualitas, produktif dan bermanfaat bagi pembangunan peradaban. Negara seharusnya bertanggung jawab mengakomodir hal tersebut dengan memudahkan pembiayaan, prasarana, dan pemenuhan kebutuhan para mahasiswa. Namun, ketika sistem kapitalisme yang berkuasa, negara hanya bertindak sebagai regulator. Perguruan tinggi malah diliberalisasi,  pengelolaannya diberikan kepada swasta atau individu,  dibiarkan mandiri dan membiayai dirinya sendiri sehingga biaya UKT melangit karena sebagian besar pendapatan kampus dari UKT.  Negara berlepas tangan sehingga beban pendidikan ditanggung sendiri oleh rakyat.


Selama kapitalisme bercokol langkah anak-anak terbaik kita yang berprestasi dan layak melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi akan terhenti karena kesulitan finansial, padahal kita membutuhkan mereka untuk membangun negeri ini di masa mendatang.


Berbeda dengan Islam.  Islam memposisikan pendidikan sebagai kebutuhan dasar dan faktor penting penentu kemajuan masyarakat. Pendidikan tinggi menghasilkan generasi yang saleh yang memiliki kepakaran dibidangnya. 


Selain itu, pendidikan tidak boleh dikomersilkan. Pendanaan pendidikan bisa didapatkan dari Baitul maal. Setiap warga negara berhak mendapatkan pengajaran, negara berfungsi sebagai Raa 'in (pengurus) kebutuhan rakyatnya. Oleh karena itu, negara bertanggung jawab penuh terhadap rakyatnya termasuk dalam masalah pendidikan.


Adapun pengelolaan perguruan tinggi swasta akan tetap ada namun tetap gratis karena pendanaan akan berasal dari wakaf para Aghniya (orang kaya) dengan tetap menyelenggarakan kurikulum dan standar pendidikan yang telah ditentukan oleh negara. Jadi, tidak akan terjadi ketimpangan antara perguruan tinggi negeri dan perguruan tinggi swasta.


Dengan tegaknya syariat Islam dalam kehidupan, akan membuka peluang membentuk generasi yang maju yang berkepribadian Islam yang dengannya,  peradaban Islam akan kembali jaya sebagaimana  saat Islam diterapkan selama 14 abad dan menghantarkan kepada   kemakmuran dan kesejahteraan bagi seluruh manusia.


Wallahu a'lam bishshawwab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update