Penulis : Aisya Fahma
Pelajar SMA
Peristiwa hijrah Rasulullah saw. dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu peristiwa paling penting dalam sejarah Islam. Hijrah bukan hanya perpindahan tempat tinggal dari satu kota ke kota lain, tetapi menjadi titik awal perubahan besar bagi umat Islam.
Sebelum hijrah, kaum Muslim hidup dalam tekanan dan berbagai bentuk penindasan di Makkah. Meskipun mereka telah memiliki keimanan yang kuat, mereka belum memiliki kekuatan yang mampu melindungi agama dan umat. Setelah hijrah ke Madinah, keadaan berubah secara signifikan. Rasulullah saw. berhasil membangun masyarakat yang berlandaskan Islam, mempersatukan umat, memperkuat ekonomi, menerapkan syariat, serta membangun kekuatan yang disegani. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika peristiwa hijrah dijadikan sebagai awal penanggalan Islam oleh Khalifah Umar bin al-Khaththab ra.
Peristiwa hijrah memberikan pelajaran bahwa perubahan besar tidak akan terjadi jika hanya berhenti pada keinginan atau harapan semata. Perubahan membutuhkan usaha yang nyata dan terarah. Rasulullah saw. menunjukkan bahwa kebangkitan umat harus dimulai dari pembentukan akidah yang kuat, kemudian dilanjutkan dengan membangun kehidupan sosial yang baik dan sistem yang mampu menjaga keberlangsungan masyarakat. Salah satu hasil terbesar dari hijrah adalah lahirnya ukhuwah islamiyah yang mampu menyatukan kaum Muhajirin dan Anshar. Padahal sebelumnya masyarakat Madinah, khususnya suku Aus dan Khazraj, telah lama terlibat dalam konflik dan permusuhan. Namun, Islam mampu menyatukan mereka dalam ikatan keimanan. Hal ini sesuai dengan firman Allah Swt.:
"Sesungguhnya orang-orang Mukmin itu bersaudara." (QS. Al-Hujurat: 10)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa persaudaraan dalam Islam memiliki kedudukan yang sangat penting. Persatuan inilah yang menjadi salah satu faktor utama keberhasilan umat Islam pada masa awal perkembangan Islam.
Jika melihat kondisi umat Islam saat ini, masih banyak tantangan yang dihadapi. Umat Islam berjumlah lebih dari dua miliar jiwa, tetapi sering kali belum mampu menunjukkan pengaruh yang sebanding dengan jumlah tersebut.
Di berbagai wilayah dunia, masih bertebaran konflik, kemiskinan, ketergantungan ekonomi, dan berbagai bentuk ketidakadilan yang menimpa kaum Muslim. Kondisi ini menunjukkan bahwa umat Islam masih menghadapi persoalan yang kompleks dan membutuhkan solusi yang menyeluruh.
Jika dianalisis lebih jauh, berbagai persoalan tersebut berkaitan erat dengan sistem kehidupan yang diterapkan saat ini, yaitu kapitalisme demokrasi sekuler. Kapitalisme menempatkan keuntungan materi sebagai tujuan utama sehingga sering memunculkan kesenjangan sosial dan penguasaan kekayaan oleh kelompok tertentu. Sementara itu, sekularisme memisahkan agama dari kehidupan publik sehingga aturan agama tidak menjadi dasar utama dalam mengatur urusan ekonomi, politik, maupun sosial. Akibatnya, banyak kebijakan yang lebih didasarkan pada kepentingan manusia dari pada petunjuk wahyu.
Di sisi lain, ada demikian banyak negeri Muslim menerapkan sistem yang berasal dari luar Islam dan memandangnya sebagai solusi terbaik. Padahal Islam sebagai sistem hidup yang berasal dari Zat yang Maha Menciptakan alam semesta, manusia, dan kehidupan memiliki aturan yang menyentuh seluruh aspek kehidupan. Sudah barang tentu benar dan terbaik. Terlebih sistem Islam pun telah terbukti mampu membentuk peradaban manusia yang unggul hingga berabad lamanya, ketika aturan kehidupannya sempurna diterapkan.
Allah Swt. berfirman:
"Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? Dan hukum siapakah yang lebih baik dari pada hukum Allah bagi orang-orang yang yakin?" (QS. Al-Maidah: 50)
Ayat ini meyakinkan kepada kita betapa aturan Allah Al-Khaliq merupakan pedoman terbaik bagi kehidupan manusia. Ketika manusia lebih mengandalkan aturan yang dibuat berdasarkan hawa nafsu dan kepentingan tertentu, maka berbagai masalah berpotensi muncul dan sulit diselesaikan secara tuntas.
Maka dari itu, Islam memandang bahwa solusi atas berbagai persoalan tersebut adalah kembali menjadikan ajaran Islam sebagai pedoman dalam kehidupan. Hijrah dalam hal ini mengajarkan bahwa umat Islam harus berpindah dari ketundukan ideologi kufur berganti menuju ideologi Islam semata. Hal ini diwujudkan dengan memperkuat keimanan, mempererat persatuan, dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Islam juga mengajarkan sistem ekonomi yang melarang riba, penimbunan, dan monopoli sehingga kesejahteraan dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat. Allah Swt. berfirman:
"Agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kalian." (QS. Al-Hasyr: 7)
Ayat ini memaparkan betapa Islam mengananatkan distribusi kekayaan yang adil sehingga tidak hanya dinikmati oleh segelintir orang. Selain itu, Islam juga mengajarkan pentingnya menjalankan syariat dalam berbagai aspek kehidupan (kaffah) agar tercipta keadilan dan kesejahteraan hakiki bagi masyarakat.
Momentum hijrah juga mengajarkan bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. Sebelum mengubah keadaan umat, setiap individu harus berusaha memperbaiki kualitas keimanan, akhlak, dan ketaatannya kepada Allah Swt. Sebagaimana firman-Nya:
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra'd: 11)
Ayat ini mengajarkan bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa adanya usaha dari manusia itu sendiri. Oleh karena itu, semangat hijrah seharusnya tidak hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri dan berkontribusi bagi perbaikan masyarakat.
Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa hijrah merupakan peristiwa yang memiliki makna sangat besar bagi umat Islam. Hijrah menunjukkan bahwa kebangkitan umat membutuhkan keimanan, persatuan, dan penerapan nilai-nilai Islam dalam kehidupan.
Kondisi umat Islam saat ini menjadi pengingat bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Karena itu, semangat hijrah perlu terus dihidupkan sebagai dorongan untuk melakukan perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sesuai dengan tuntunan Islam. Dengan mengambil pelajaran dari hijrah Rasulullah saw., umat Islam diharapkan mampu membangun masa depan yang lebih kuat dan membawa manfaat bagi seluruh manusia.
Wallahualam bissawab.

No comments:
Post a Comment