Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Gen Z Dari Depresi Menuju Resistensi

Monday, June 29, 2026 | Monday, June 29, 2026 WIB


Oleh. Puji


Data yang dirilis  GoodStats  pada April 2026 menunjukkan bahwa 60 persen Gen Z  di Indonesia cemas terhadap masa depan. Selain itu, 57 persen mengaku tertekan oleh masalah finansial, 42 persen terbebani ekspektasi sosial, dan 36 persen merasa khawatir terhadap situasi yang berada di luar kendali mereka ( https://www.kompasiana.com/25/6/2026).


Berdasarkan hasil survei tersebut menyebutkan bahwa Gen Z di negeri ini paling banyak mengalami kecemasan dan gangguan mental. Fenomena ini menggejala di seluruh dunia ,  dengan ketidakpastian karier dan masa depan membuat Gen Z bersikap lebih skeptis. Krisis multidimensi yang melanda dunia hari ini menjadi pemicu utama kecemasan Gen Z terhadap masa depan. Faktor pemicunya pun beragam yaitu pengaruh media sosial, tekanan sosial, ekonomi dan lain sebagainya. 


Apalagi adanya ancaman PHK massal ini semakin mempengaruhi mental Gen Z yang cemas dan khawatir akan masa depan. Ditambah adanya persaingan mencari pekerjaan yang semakin ketat dilihat dari adanya jumlah lowongan kerja dengan jumlah lulusan baik itu SMK maupun Perguruan tinggi. Hal ini merupakan salah satu tekanan sosial maupun ekonomi bagi para Gen Z yang bisa menjadi salah satu sebab Gen Z mengalami depresi. Potensi mereka sebagai pemuda dilemahkan dengan berbagai hal yang merusak jati diri melalui peradaban sekuleristik kapitalistik. 


Namun dari kondisi tersebut muncul gelombang resistensi yang diprediksi mampu menjadi titik balik generasi muda ini. Di sisi lain, kecemasan dan sikap kritis Gen Z bisa menjadi peluang perubahan untuk mereka bangkit menuju kondisi yang lebih ideal. Apalagi kalau gen Z itu semakin menyadari tentang potensinya sebagai calon pemimpin masa depan untuk membangun kemajuan bangsa ini. 


Islam sebagai solusi atas gen Z yang mengalami depresi bisa untuk menuju resistensi. Kita bisa menjadikan Islam sebagai rujukan untuk Gen Z  dari depresi menuju resistensi. Dimana, karakter generasi muda di masa kejayaan Islam sangat kuat, berkepribadian Islam dan cakap dalam berbagai bidang keilmuan. Sebagaimana Ibnu Sina, Imam Syafi'i,  bahkan Muhammad Al  Fatih semuanya berkepribadian Islam, cerdas berbagai bidang ilmu dan bahkan mampu menaklukkan Konstantinopel di usia muda. Terlebih lagi, Islam menekankan bahwa pentingnya kehadiran negara sebagai pelindung dan pelayan umat juga menjamin pemenuhan kebutuhan hidup secara adil dan mendorong generasi muda untuk berilmu dan berprestasi membangun peradaban sesuai Islam dan Alquran. Hal ini perlu dilakukan agar Gen Z dari depresi menuju resistensi yang berkepribadian Islam dan bisa berprestasi bangun bangsa ini.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update