Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pemprov Sumbar Kucurkan Bantuan UEP Rp80 Juta, Panti Disabilitas Nurul Mustakim Resmikan Rumah Produksi Jamur Tiram

Monday, June 29, 2026 | Monday, June 29, 2026 WIB



Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota – Yayasan Harapan Bunda terus menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan penyandang disabilitas. Melalui Panti Disabilitas Nurul Mustakim, yayasan tersebut meresmikan Rumah Produksi Jamur Tiram yang didukung Bantuan Hibah Usaha Ekonomi Produktif (UEP) Tahun 2026 dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat senilai Rp80.003.200.

Peresmian yang berlangsung di Jorong Bumbuang, Nagari Situjuah Tungkar, Kecamatan Situjuah Limo Nagari, Kabupaten Lima Puluh Kota, dihadiri Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Heni Yunida yang mewakili Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat Drs. Syaifullah Yusuf, MM, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lima Puluh Kota, Camat Situjuah Limo Nagari Elvi Yandri,  unsur Forkopimda, wali nagari, wali jorong tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

Pimpinan Panti Disabilitas Nurul Mustakim sekaligus Kepala SLB Citra Bangsa, Hj. Nelhasni, S.Pd, menyampaikan bahwa bantuan tersebut menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kemandirian penyandang disabilitas melalui kegiatan usaha produktif.

Menurutnya, Yayasan Harapan Bunda telah berdiri sejak tahun 2004 di Nagari Situjuah Tungkar. Seiring perkembangan, pada 2007 yayasan berpindah ke Jorong Bumbuang dan terus berkembang hingga saat ini.

Di bawah naungan Yayasan Harapan Bunda terdapat Panti Asuhan Nurul Yaqin, Panti Disabilitas Nurul Mustakim, dan SLB Citra Bangsa yang memberikan layanan pendidikan sekaligus pembinaan bagi anak-anak berkebutuhan khusus.

Nelhasni menjelaskan kepada awak media, tenaga pendidik di SLB Citra Bangsa merupakan lulusan Pendidikan Luar Biasa (PLB) STKIP yang memiliki kompetensi dalam mendampingi peserta didik disabilitas.

Saat ini, SLB Citra Bangsa membina 21 siswa, terdiri dari 4 siswa tingkat SD, 10 siswa tingkat SMP, dan 7 siswa tingkat SMA. Dari jumlah tersebut, 16 siswa tinggal di asrama panti, sedangkan 5 siswa mengikuti pendidikan dengan berangkat dari rumah masing-masing. Komposisi peserta didik terdiri dari 13 siswa laki-laki dan 8 siswa perempuan.

Ia berharap rumah produksi jamur tiram dapat menjadi pusat pelatihan keterampilan sekaligus membuka peluang usaha bagi penyandang disabilitas sehingga mereka mampu hidup lebih mandiri dan produktif. (R.Sitepu)

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update