Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Pendidikan Sekuler Gagal Membentuk Generasi Beradab

Sunday, May 03, 2026 | Sunday, May 03, 2026 WIB Last Updated 2026-05-03T03:14:41Z

 


Oleh

Nayla Shofy Arina (Pegiat Literasi)


Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, ungkapan yang menunjukkan betapa penting peran seorang guru dalam membentuk generasi. Guru dituntut bukan hanya mentransfer materi pelajaran, tetapi juga membimbing, menanamkan nilai, dan menjadi teladan. Namun hari ini kita menyaksikan fakta yang miris dalam dunia Pendidikan. 


Sebuah video yang memperlihatkan tindakan tidak sopan sejumlah siswa terhadap guru di SMA Negeri 1 Purwakarta viral di media sosial dan menuai kecaman publik. Dalam video berdurasi sekitar 30 detik itu, beberapa siswa terlihat mengejek seorang guru perempuan dari belakang setelah kegiatan belajar mengajar selesai. Sejumlah siswi tampak mengacungkan jari tengah, sementara siswa lain turut melakukan gestur yang dinilai tidak pantas. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Purwanto, menyampaikan bahwa pelaku merupakan siswa kelas XI IPS. Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (16/4/2026) setelah kegiatan belajar selesai (javatv.co.id/20/4/2026)


Setelah video tersebut viral dan mendapat kecaman publik, para siswa menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan pihak sekolah memberikan sanksi kerja sosial dan skorsing.


Fenomena ini menambah daftar panjang kasus krisis adab murid kepada guru. Dalam beberapa kasus yang viral, ada murid mengejek guru dengan kata-kata yang tidak pantas sambil tertawa, murid naik keatas meja sambil joget saat guru menulis dipapan, murid tantang guru adu panco dikelas karena tidak terima nilainya jelek, melempar kertas ke kepala guru saat sedang menerangkan, murid tantang guru berkelahi didalam kelas karena ditegur main HP.


Belum lagi kasus kekerasan yang dilakukan murid terhadap guru yang menyebabkan guru jatuh, terluka bahkan sampai koma dan meninggal dunia. Rata-rata motifnya sama direkam untuk dijadikan konten, setelah viral dan mendapat kecaman publik barulah menyesal dan meminta maaf. Sanksi yang diberikan kepada murid tersebut pun sama sekali tidak menimbulkan efek jera, buktinya makin kesini dunia pendidikan selalu terwarnai dengan adanya kasus yang serupa, lantas jika hal ini terus terjadi bagaimana nasib generasi kedepannya? 


 *Pendidikan dalam Sistem Kapitalis-Sekuler* 


Sejatinya, Pendidikan akan tetap berjalan, akan tetapi kalau aktifitasnya tidak lain mentransfer ilmu tanpa adab dan akhlak, yang ada hanya akan mencetak ijazah berjalan. Dalam kurikulum Pendidikan sekarang, indikator keberhasilan murid hanya dilihat dari nilai, ranking dan kelulusan. Namun, dalam hal adab dan akhlak tidak memiliki standar penilaian. 


Akibat sistem Kapitalis-Sekuler saat ini, melahirkan generasi yang rapuh secara moral. Kapitalisme yang semakin menguatkan orientasi akademik, kurikulum mencetak lulusan yang kompetitif dan siap terjun ke dunia kerja, semua terfokus pada hal yang bernilai ekonomi. 


Disisi lain aspek adab dan akhlak dikesampingkan karena dinilai tidak menghasilkan keuntungan materi. Sedangkan Sekularisme yang memisahkan nilai agama dari kehidupan menjadikan standar perilaku tidak lagi pada ketakwaan, nilai moral tidak bersumber dari keyakinan, generasi mudah terpengaruh karena tidak memahami konsep benar dan salah, akibatnya siswa lebih terdorong mengejar pengetahuan dan keterampilan tetapi tidak memiliki adab karena ketika diajarkan hanya sebatas teori bukan landasan hidup. Padahal tanpa adab sebagai fondasi, ilmu akan kehilangan arah.


 *Pendidikan dalam Sistem Islam* 


Pendidikan dalam Islam tidak hanya mentransfer ilmu tetapi juga membentuk kepribadian Islam yang selaras dengan syariat, membentuk manusia yang mengenali rabbnya dan menjalankan tugasnya sebagai khalifah di bumi, dan memberi manfaat bagi peradaban.


Adab harus menjadi fondasi utama sebelum ilmu. Adab bersumber dari aqidah Islam melahirkan kesadaran bahwasannya setiap tingkah laku akan dipertanggungjawabkan diakhirat kelak. Karena itu, adab dalam Islam bersifat tetap dan menyeluruh, mencakup hubungan dengan Allah, sesama manusia bahkan lingkungan. 


Sistem Pendidikan dalam Islam membentuk generasi sebagai penerus peradaban yang tidak hanya unggul dalam ilmu dan intelektualitas, tetapi unggul dalam iman, ilmu dan akhlak. Karena kepribadian Islam telah terbentuk dalam diri tiap generasi.


Pembentukan generasi haruslah didukung dengan pendidikan yang mereka peroleh dari keluarga sebagai fondasi utama yang menanamkan aqidah, membentuk keimanan yang kuat kepada anak, sekolah yang mengutamakan kurikulum berbasis aqidah, masyarakat yang beramar ma’ruf nahi munkar serta negara penanggung jawab utama mengarahkan pendidikan yang memastikan sistem pendidikan bukan sekedar membentuk generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian Islam yakni pola pikir dan pola sikap yang Islami. 


Negara juga bertanggung jawab mendukung penuh peran guru sebagai pendidik, dengan kesejahteraan yang layak, dan kebijakan yang tidak sampai membebani para guru. Selain itu, negara wajib mengontrol media, budaya dan arus informasi agar tidak merusak moral generasi. 


Demikianlah sistem Islam dengan pengaturannya memandang kedudukan guru dan ilmu. Seseorang tidak akan mendapatkan keberkahan ilmu jika ia tidak bisa memuliakan pembawa ilmunya. Rasulullah SAW bersabda: “Muliakanlah orang yang kamu belajar kepadanya.” (HR. Abu al-Hasan al-Mawardi). Wallahu’alam bishowab.

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update