Oleh. Sri Rahayu Lesmanawaty
Transportasi Publik saat ini masih menjadi PR. Kecelakaan yang merenggut banyak nyawa masih belum teratasi. Signal kuat untuk pemerintah agar bermuhasabah terkait penyediaan transportasi publik bagi rakyatnya tetap harus menjadi fokus perhatian untuk dikelola.
Memang, siapa pun tak ada yang menginginkan kecelakaan maut terjadi. Namun siapa yang tahu bahwa perjalanan yang dilakukan malah menjadi perjalanan terakhir di dunia. Terlepas dari bahwa peristiwa yang terjadi adalah sudah menjadi ketetapan Allah Ta'ala, namun alangkah baiknya dengan adanya peristiwa ini yang seringkali terjadi, menjadi bahan muhasabah bagi pemerintah agar tidak terulang kembali.
Menelisik dari banyaknya kejadian kecelakaan pada sarana transportasi publik, ada beberapa faktor yang terkait dengannya. Antara lain, Pertama, mahalnya transportasi membuat konsumen atau penyewa memilih transportasi yang murah tanpa melihat lagi apakah kendaraan yang disewa layak pakai dan tepat untuk digunakan. Ingin menghemat anggaran namun kurang perhatian pada faktor Keselamatan.
Kedua, kendaraan sudah tak layak jalan namun dipaksakan untuk melayani konsumen. Tidak adanya surat izin angkutan serta status lulus uji berkala yang sudah kedaluwarsa menjadikan status kendaraan tidak terdefinisi layak pakai. Mahal dan tidak mudahnya pengurusan untuk hal tersebut membuat perusahaan transportasi tidak memperhatikan kepentingannya. Dilematik. Ingin dapat untung, tetapi modal tidak cukup. Ingin memberi fasilitas dan kenyamanan, tetapi biaya pemeliharaan kendaraan tidak sedikit. Akhirnya pemilik perusahaan transportasi mencoba menekan biaya dengan tidak rutin mengontrol kendaraannya.
Ketiga, pemerintah hanya mengimbau agar seluruh Perusahaan yang terkait dengan transportasi publik dan pengemudi memeriksa secara berkala kondisi armada dan melakukan pendaftaran izin angkutan serta rutin melakukan uji berkala kendaraan. Sehingga bagi yang bermasalah, enggan untuk meneriksakan kendaraannya. Di sini pemerintah seharusnya memberi kemudahan administrasi dan uji berkala kendaraan dengan biaya terjangkau agar para pemilik transportasi mau Dan mampu melakukan pengecekan dan pemeliharaan terhadap kendaraan yang mereka miliki.
Keempat, biasanya tempat terjadinya kecelakaan merupakan kawasan blackspot, yaitu jalur rawan. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sudah seharusnya mengkaji ulang di ruas-ruas jalan rawan kecelakaan agar peristiwa kecelaan tidak selalu berulang.
Oleh karena itu sebagai pelayan masyarakat negara sudah seharusnya bukan hanya sekadar melakukan imbauan dan saran agar tidak terjadi kecelakaan. Namun sudah sangat penting diperhatikan memperbaiki dan menata dengan baik jalan dan jalur yang banyak menimbulkan resiko kecelakaan.
Islam Memperhatikan Layanan Keamanan dan Kenyamanan Transportasi Publik
Transportasi aman nyaman disertai infrastruktur publik yang juga aman bagi pengguna jalan merupakan salah satu bentuk pelayanan yang diberikan Islam dalam visinya. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap warga yang melakukan perjalanan baik dalam kota, antarkota, antarprovinsi, bahkan antarnegara merupakan kewajiban negara untuk memenuhinya.
Dengan dorongan amanah syarak, negara akan senantiasa memperhatikan apa pun terkait transportasi publik. Negara akan melakukan hal-hal sebagai berikut,
Pertama, membangun dan memperbaiki sarana publik seperti jalan raya secara totalitas.
Kedua, menyediakan moda transportasi dengan teknologi terbaru dan tingkat keselamatan yang tinggi sehingga kelaikan moda transportasi jenis apa pun terjamin kualitasnya.
Ketiga, membangun industri strategis, yakni industri IT dengan segala risetnya yang dapat membantu menghindarkan rakyat dari hal-hal yang mengganggu perjalanan sehingga dapat terhindar dari kecelakaan.
Keempat, menegakkan sistem sanksi tegas bagi siapa pun yang melanggar aturan yang sudah negara tetapkan.
Kelima, menyiapkan anggaran terkait kelayakan transportasi publik melalui baitulmal. Di mana salah satu sumber pemasukan baitulmalnya adalah dengan pengelolaan kekayaan alam secara benar agar masyarakat dapat merasakan manfaat dari sumber daya alam yang mereka miliki. Di antaranya adalah manfaat transportasi dan infrastruktur publik yang memadai, aman, dan nyaman.
Demikianlah dengan sistemnya, Islam memperhatikan berbagai hal sampai pada kebutuhan rakyat akan tranportasi. Tentunya semua ini tak kan terwujud jika Islam tak pernah dilirik atau pun diterapkan dalam kehidupan. Marilah berikan ruang keyakinan untuk kembali pada penerapan Islam, agar seluruh gambaran kebaikan yang dihidupkan Islam benar-benar suatu keniscayaan bukan fatamorgana, termasuk dalam hal transportasi yang menyenangkan secara hakiki.
Wallaahu a'laam bisshawaab.

No comments:
Post a Comment