Nusantaranews.net, Lima Puluh Kota — Bupati Safni menunjukkan kinerja konkret dalam memperkuat sektor pertanian dengan berhasil mengamankan bantuan pengembangan perkebunan seluas 6.000 hektare dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Bantuan tersebut mencakup tiga komoditas strategis, yakni kakao, kopi, dan alpukat, masing-masing seluas 2.000 hektare.
Tak hanya itu, Lima Puluh Kota juga dipercaya sebagai penyedia bibit kakao nasional, menandai peningkatan posisi daerah dari sekadar penerima program menjadi bagian penting dalam rantai pasok perkebunan nasional.
Kepastian ini diperoleh setelah verifikasi lapangan oleh Rizka Novia, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Nasional Perbenihan Perkebunan dari Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan, pada Rabu (8/4/2026) di Gando, Piobang. Hasil peninjauan menunjukkan penangkar lokal memenuhi standar, baik dari sisi kualitas, kapasitas produksi, maupun keberlanjutan.
Keberhasilan ini mempertegas arah kebijakan Bupati Safni yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat. Khusus komoditas kakao, kebutuhan bibit kini dipenuhi oleh penangkar lokal, sehingga memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi di daerah.
Capaian ini tidak lepas dari langkah strategis Safni melalui komunikasi aktif dengan pemerintah pusat. Pendekatan tersebut berhasil mengamankan alokasi program sekaligus meningkatkan posisi tawar daerah di tingkat nasional.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Kota juga tengah mendorong pengembangan sebagai sentra penyedia bibit perkebunan, tidak hanya kakao, tetapi juga kopi, kelapa, dan komoditas unggulan lainnya.
Dengan capaian ini, bantuan 6.000 hektare menjadi langkah awal menuju transformasi ekonomi daerah yang lebih mandiri, produktif, dan berkelanjutan, sekaligus menegaskan kinerja nyata Bupati Safni dalam memajukan sektor pertanian di Lima Puluh Kota. (R.Sitepu)


No comments:
Post a Comment