Oleh : Astina (Penulis Opini)
Narkoba merupakan ancaman besar bagi anak-anak dan remaja. Penggunaannya tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga berdampak pada kehidupan sosial, psikologis, dan masa depan mereka. Narkoba memiliki dampak buruk bagi masyarakat apalagi bagi anak-anak dan remaja yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Sebanyak 15 anak SMP di Surabaya dinyatakan positif mengonsumsi narkoba. Hal itu terungkap saat Badan Nasional Narkotika Provinsi (BNNP) Jawa Timur melakukan tes urine secara acak di Jalan Kunti, Kecamatan Semampir, Surabaya. Jalan Kunti, selama ini dijuluki sebagai Kampung Narkoba di Surabaya. Di sana berjajar bedeng-bedeng kecil yang terbuat dari kayu beratapkan terpal. Tempat itu diduga kerap digunakan orang untuk transaksi narkoba hingga pesta sabu.
Kepala BNNP Jatim Brigjen Pol Budi Mulyanto mengatakan, awalnya pihaknya melakukan penggerebekan di kawasan itu. Lalu, pihaknya melakukan tes urine di SMA dan SMP yang dekat dengan lokasi. Dua orang pengedar narkoba di kawasan Jalan Kunti Surabaya ditetapkan sebagai tersangka oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur. Mereka ditangkap saat operasi pemulihan kampung rawan narkotika pada Jumat (7/11). Selain menangkap AH dan A, BNN juga turut menangkap AR yang merupakan penyedia bilik untuk pengguna narkoba. Namun dari hasil pemeriksaan, AR tidak ditetapkan sebagai tersangka. Dalam operasi tersebut, petugas juga menangkap 9 orang lainnya. Namun mereka diketahui merupakan pengguna narkotika sehingga dilakukan rehabilitasi.
Jalan Kunti yang berada di wilayah Kecamatan Semampir, Surabaya, dikenal sebagai "kampung narkoba". Hal ini setelah aparat beberapa kali melakukan penggerebekan dan menemukan kasus peredaran narkoba di wilayah tersebut. Bahkan, polisi pernah menemukan bunker di salah satu rumah saat menggerebek kampung narkoba itu pada tanggal 20 November 2024 lalu. Kabid Pemberantasan dan Intelijen BNNP Jatim, Kombes Pol M Suhanda, mengatakan pihaknya terus menelusuri asal-usul barang yang mengakibatkan 15 siswa SMP positif narkoba. Namun, ia belum bisa menyebutkan jenis narkoba apa yang digunakan oleh sejumlah siswa SMP itu.
Kasus narkoba marak terjadi di Indonesia, setiap tahun selalu ada berita terkait narkoba dikalangan masyarakat umum sampai Artis-artis pun terjerat dengan kasus narkoba. Pengguna narkoba bagaikan gunung Es yaitu tumpul kebawah, kasus yang terlihat hanya sedikit, tetapi pada kenyataannya lebih banyak, hanya saja tidak semua kasus terdeteksi. Sehingga harus ada perhatian khusus pada kasus ini, terlebih lagi kasus yang baru ditemukan kasus pada anak dan remaja.
Narkoba memiliki dampak yang sangat buruk bagi anak dan remaja, padahal merekalah generasi penerus bangsa. Generasi yang seharusnya dibentuk dengan pendidikan dan akhlak yang baik, justru terjebak dalam kasus Narkoba. Sementara itu, Anak-anak dan remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga rasa ingin mencobanya juga lebih besar. Dalam sistem kapitalisme saat ini sangat besar kemungkinan anak dan remaja untuk bebas berekspresi, karena kurangnya pengawasan dari orang tua, sekolah dan negara. Termasuk mencoba sesuatu yang baru bagi mereka seperti Narkoba, awalnya mereka hanya penasaran dan mencobanya, tetapi karena narkoba membuat pemakainya kecanduan maka para penggunanya selalu ingin memakainya hinga menjadi pecandu narkoba.
Kasus yang banyak diberitakan dan banyak ditangkap adalah para pecandu narkoba yang kemudian dilakukan rehabilitasi agar dari pecandu bisa kembali normal dan tidak memakai narkoba lagi, hanya saja tidak sedikit yang sudah di rehabilitasi kembali menjadi pengguna narkoba. Banyaknya pecandu narkoba tentunya karena ada yang menjual narkoba dan sudah banyak cara untuk memperjualbelikan narkoba tersebut. Jadi tidak heran jika banyak pengguna narkoba saat ini, karena pada kenyataannya sistem yang berlaku saat ini tidak tegas dalam memberantas Narkoba. Begitulah potret sistem kapitalisme yang berlaku saat ini, sistem yang hanya mementingkan materi, kepentingan golongan dan individu tanpa mementingkan generasi bangsa dan kemaslahatan umat.
Berbeda dengan Sistem islam, Dalam pandangan Islam narkoba merupakan permasalahan yang serius karena dapat mengganggu akal, jiwa dan masa depan generasi. Islam mengharamkan segala sesuatu yang memberikan dampak buruk bagi manusia termasuk narkoba yang diharamkan, karena narkoba dapat merusak akal para pemakainya. Islam sendiri memiliki cara untuk mencegah remaja menggunakan narkoba, Dalam Islam remaja harus diberikan pembinaan berkaitan dengan ibadah ruhiyah dan didukung oleh lingkungan pergaulan yang baik agar mereka memiliki ketenangan batin dan kestabilan emosi. Selain itu, Islam membangun pola pikir remaja agar kritis terhadap pengaruh negatif dan memahami bahwa tubuh serta akal adalah amanah dari Allah. Pembinaan akhlak juga ditekankan agar remaja memiliki karakter yang kuat, mampu menahan diri, dan tidak mudah terpengaruh oleh tekanan sosial.
Dalam sistem sosial Islam, keluarga memiliki peran penting sebagai teladan dan tempat pendidikan pertama bagi anak, sementara masyarakat berfungsi sebagai lingkungan yang menegakkan nilai kebaikan dan menjauhkan kemaksiatan. Negara juga memegang peran besar melalui kebijakan tegas untuk menutup pintu produksi, distribusi, dan peredaran narkoba, sekaligus menyediakan pendidikan berbasis akidah, ekonomi yang adil, serta rehabilitasi bagi pengguna. Dengan pendekatan menyeluruh ini, Islam tidak hanya melarang penyalahgunaan narkoba, tetapi membangun sistem kehidupan yang membuat remaja kuat secara spiritual, sehat secara mental, terlindungi oleh lingkungan yang baik, serta mampu berkembang menjadi generasi yang berdaya dan bertanggung jawab.

No comments:
Post a Comment