Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Zionis Israel Membungkam dan Mengepung Gaza (lagi), Tentara Islam Sangat Dinanti

Sunday, September 28, 2025 | Sunday, September 28, 2025 WIB Last Updated 2025-09-28T01:14:55Z





Oleh: Annisa Nurul Khalifah



Sejak tanggal 18 September 2025 akses internet, telekomunikasi serta listrik di Gaza diputus secara total (Lestanti, 2025). Perusahaan telekomunikasi Palestina, Paltel mengatakan “Dengan menyesal kami mengumumkan bahwa semua layanan telekomunikasi di Jalur Gaza telah terputus karena serangan yang sedang berlangsung, Gaza kembali gelap gulita,” Dalam keadaan terisolir yang gelap dan hening tersebut ribuan tank dikerahkan untuk mengepung warga sipil. 

Hal ini menambah kekacauan di wilayah Gaza, banyak keluarga yang hilang tanpa kabar, lembaga-lembaga kemanusiaan kesulitan memantau korban, hingga kondisi pasien yang sulit dievakuasi karena pihak rumah sakit yang kesulitan untuk berkoordinasi. Ujung dari peristiwa ini adalah berpindahnya warga Palestina ke wilayah selatan untuk mengungsi. Tapi dibalik semua itu, ini merupakan salah satu upaya Zionis untuk mengosongkan wilayah Gaza dengan cara membuka jalur evakuasi Salah al-Din. 


Kebrutalan Israel semakin hari kian menjadi. Hal itu telah membuat mereka semua tuli. Meskipun tindakan Israel telah mendapatkan kecaman dan embargo dari seluruh dunia, tapi tanpa merasa bersalah Israel tetap melakukan tindak biadabnya. Berbagai gerakan boikot produk-produk yang terafiliasi dengan Israel telah digaungkan oleh masyarakat dunia. Misalnya seperti Belgia yang telah menerapkan larangan impor dari Israel. Spanyol melarang kapal pesawat yang membawa senjata ke Israel untuk berlabuh di pelabuhan Spanyol atau memasuki wilayah udaranya. Di Hollywood, surat penyeruan boikot terhadap perusahaan, festival dan penyiaran Israel telah ditandatangani lebih dari 4.000 orang dalam sepekan, bahkan sekjen PBB pun telah mengingatkan dunia agar tidak boleh terintimidasi oleh Israel. 

Bagaikan angin berlalu, Israel tak bergeming dengan semua itu. Mereka tetap pada tujuan utamanya yaitu membangun  Negara Israel Raya dengan menjadikan Palestina sebagai pusat kekuasaannya. Kekuatan Israel untuk mencapai misinya itu telah mendapatkan dukungan penuh oleh negara nomor 1 di dunia yaitu Amerika Serikat, tempat di mana para kapitalis dunia yang terafiliasi kepada gerakan Zionis bermukim. Mereka tidak akan merasakan ketakukan dengan seluruh gelombang boikot dan kecaman yang terjadi. 


Hollywood memang mendukung gerakan boikot produk Israel, tapi dibalik itu Amerika Serikat malah mendukung gerakan Israel untuk mencapai misinya. Ini membuktikan bahwa dalam kacamata kapitalisme yang terjadi saat ini, gerakan boikot hanyalah dijadikan sebagai lipstik politik. Pada kenyataannya kerja sama dengan Yahudi masih akan tetap berjalan secara rahasia asalkan masih menguntungkan satu sama lain. 

Fakta ini membuat kita sadar bahwa gerakan boikot produk terafiliasi Israel saja tidak akan pernah cukup untuk menghentikan kekajamannya. 


Para penguasa di era kapitalis ini masih bermain di belakang layar untuk membela siapa saja yang menguntungkan bagi diri mereka. Hanya ada satu jalan untuk menuntaskan ini semua, yaitu kehadiran Tentara Islam di bawah komando Khalifah. Berbeda dengan para penguasa kapitalis, Tentara Islam akan memperjuangkan kebenaran bukan keuntungan. Mereka akan bergerak bukan hanya karena dorongan kemanusiaan, tapi untuk membela kebenaran dan menjalankan tugasnya di hadapan Allah S.W.T.. 

Sebagai seorang muslim kita juga sadar bahwa hubungan antar sesama muslim bukan hanya sekedar saudara, tapi kita adalah satu tubuh yang akan merasakan kesakitan ketika salah satu anggota tubuh lainnya merasa sakit. Maka ketika saudara kita ditindas, meskipun jaraknya jauh di belahan bumi yang berbeda tapi sebagai seorang muslim kita wajib untuk membela serta memperjuangkan keadilan bagi saudara kita di sana. Dalam sebuah hadits riwayat Imam Muslim, no. 1852 dari Arajafah, Rasulullah berkata ““Jika ada orang yang datang kepada kalian, ketika kalian telah sepakat terhadap satu orang (sebagai pemimpin), lalu dia ingin merusak persatuan kalian atau memecah jama’ah kalian, maka perangilah ia”.


Sepanjang sejarah Islam, Yahudi adalah kaum yang paling keras perlwanannya kepada kaum muslimin.Allah jelaskan dalam Q.S Al-Maidah: 82 

“Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” Ayat ini sangat menggambarkan kondisi genosida yang tengah terjadi di Gaza. Tapi untuk memerangi Israel, kita memerlukan sebuah sistem yang bisa mengalahkan sistem yang penuh dengan manipulasi kelicikan kapitalis itu. Yaitu dengan sistem yang hakiki, yang dibuat langsung oleh Allah S.W.T. sebagai Tuhan seluruh Alam, Tuhan yang mengetahui seluk beluk manusia. Jadi gerakan boikot saja tidak cukup untuk menggoyahkan Israel, hanya Khilafah ‘ala minhajinubuwah yang akan mampu melumpuhkan Israel dan membebaskan Gaza, Palestina bahkan seluruh umat manusia dari makar jahat kaum Zionis Israel.


Wallahu alam bishowab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update