Oleh: Ucy ( Mahasiswi UMB)
Situasi di Jalur Gaza semakin memburuk setelah sinyal internet dan jaringan telekomunikasi kembali terputus total pada Kamis Pemadaman akses internet ini bukan sekadar masalah teknis, melainkan konsekuensi langsung dari strategi militer Israel yang menargetkan infrastruktur penting, termasuk jalur komunikasi utama. TribunNews.Com (24/09/25)
Layanan komunikasi mengakibatkan pemborbardirsn terus brutal, infrasutruktur hancur bahkan membuat 800.000 warga gaza terisolasi dari dunia luar akibat pemadaman listrik di saat yang sama ribuan zionis memasuki jantung kota gaza untuk mengepung warga sipil.
Apa yang dilakukan oleh zionis terhadap gaza adlaah sebuah kejahatan yang tidak memeliki prikemanusiaan, genozida yang ugal-ugalan serangan terhadap warga sipil, pemnghancuran infrasuktur, pemadaman listrik dan menutup komunikasi terhadap dunia luar, jelas sekali tujuanya untuk memusnakan kota gaza.
Lebih parah lagi, meskipun di kejam dengan PBB para penguasan muslim, tidak menjamin kedamaian terhadap warga gaza, justru itu merupakan sebuah formalistas tanpa adanya pergerakan politik dan itu juga yang menyebapkan umat makin menyerahkan semua ke PBB padahal itu hanya formalitas doang.
Dengan memutus media komunikasi Zionis berharap agar umat tidak menyadari penderitaan Kota gaza, namun tindak ini membuat mereka sadar bahwa tindakan yang mereka lakukukan tidak benar, mengapa harus di sembunyikan dari publik. Kerbahasilan atas pembantai dikota gaza tidak lepas dengan Amerika serika yang membeking dari dulu, bukan sekedar sekutu zionis akan tetapi penompang utama dalam hal senjata, logistik politik, atau bahwa perlindung politik diforum internasional.
Bahkan Amerika serikat sering kali menggunakan hak vetornya untuk menggalkan PBB yang menuntut penghentian agresi zionis adalah bagian strategis Amerika itu sendiri untuk menjaga hegomonis di timur tengah, tidak lian ada tujuan tertentu politiknya sangat kuat yaituh mencega umat islam bangkit, karena secara otomatis kapitalisme terancam dimusnakan dan di gantikan dengan sistem kekhilafahan.
Dengan keberadaan khilafah akan mengakhiri dominasi barat atas sumber daya strategis di kawasan penghapus ketergantungan pada sistem ribawi internasional dan menghentikan hegemoni politik yang selama ini menguntungkan Amerika dan sekutunya karena itu Palestina
untuk mengalihkan energi umat Islam agar tetap sibuk dengan luka yang tak kunjung sembuh sehingga peluang bangkitnya kekuatan politik Islam bisa ditekan
Dari sini menjadi jelas bahwa, konflik Gaza bukan sekedar isu kemanusiaan melainkan bagian dari perang ideologi global zionis hanyalah pion sementara aktor utama yang mengendalikannya adalah Amerika dan blok kapitalis internasional maka solusi yang tepat tidak cukup dengan diplomasi atau mengandalkan lembaga internasional yang sejak awal terbukti tidak berpihak satu-satunya jalan adalah dengan mengerahkan kekuatan nyata umat Islam Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda sesungguhnya imam atau khalifah itu adalah perisai umat berperang di belakangnya dan berlindung.
Peperangan melawan zionis hanya bisa efektif jika dipimpin oleh sebuah entitas politik yang mewakili seluruh umat Islam yaitu khilafah. Kehadiran khilafah bukan sekedar pilihan ideologis melainkan kebutuhan mendesak untuk melindungi darah kehormatan dan tanah kaum muslimin lebih dari itu melawan penjajahan dengan peperangan yakni jihad.Karena itu Gaza dan Palestina hanya akan benar-benar terbebas dari penjajahan ketika ada kekuatan militer yang terorganisasi dan dipimpin oleh komando politik yang sah yakni jihad fisabilillah di bawah kepemimpinan seorang khalifah sebab jihad dalam Islam bukan sekedar perlawanan spora di melainkan kewajiban kolektif yang membutuhkan struktur strategi dan legitimasi dari pimpinan yang ditetapkan untuk seluruh umat .
Maka dari itu, umat Islam harus memiliki kesadaran penuh untuk mengembalikan perisai mereka yang hilang yakni daulah khilafah tanpa perisai ini umat islam terus bercerai berai lemah dan hanya bisa menyaksikan penderitaan saudaranya tanpa mampu memberikan perlindungan nyata perjuangan untuk mengembalikannya memang bukan perkara muda tetapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah memberikan teladan beliau bersama para sahabat membentuk kelompok ideologis yang disebut rasul yang secara konsisten melakukan dakwah pembina umat dan mengajak masyarakat pada Islam sebagai solusi insya Allah berjuang bersama.

No comments:
Post a Comment