Oleh Lafifah
Aktivitas Muslimah
Anggota Komisi II DPR RI, Muhammad Khozin
mendesak Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menindaklanjuti temuan
keterlibatan pegawai Dukcapil dalam sindikat perdagangan bayi yang terjadi di
Bandung, Jawa Barat. Khozin menegaskan, dugaan keterlibatan tersebut merupakan
pelanggaran serius terhadap Undang-Undang. Ia mengatakan Kemendagri perlu
segera melakukan audit di internal Dukcapil.
"Kami minta Kementerian Dalam Negeri responsif dan aktif dalam kasus dugaan keterlibatan oknum pegawai Dukcapil dalam dugaan kasus sindikasi penjualan bayi," kata Khozin, melalui keterangannya, pada Jumat,18/7/2025 (mediaindonesia.com)
Kasus perdagangan manusia bukan pertama kali terjadi, bahkan saat ini terkesan makin marak. Semu bermuara pada sistem aturan yang diterapkan saat ini, yakni sistem demokrasi-kapitalisme. Demokrasi dengan asas kebebasannya menjadikan tatanan kehidupan tidak seimbang, kekayaan alam yang melimpah hanya dinikmati segelintir oligarki. Rakyat hanya mendapatkan upah minimum saja, yang pastinya tidak bisa membuat mereka sejahtera.
Maka faktor kemiskinan adalah salah satu penyebab manusia hilang hati nurani dan sisi kemanusiaannya, terutama sebagai ibu. Seorang ibu yang mengandung dan melahirkan, seharusnya tidak akan menjual buah hatinya hanya demi sejumlah uang. Bahkan menjadi bagian dari sindikat perdagangan anak.
Kemiskinan juga menjadi faktor penyebab hilangnya ketakwaan individu kepada Allah Swt. sebagai pencipta alam semesta manusia dan kehidupan, sekaligus sebagai Al Muddabir. Setiap individu hanya disibukkan dengan aktivitas mencari materi. Apalagi di era ekonomi Kapitalis seperti saat ini, mencari pekerjaan semakin sulit. Akibatnya rakyat semakin sengsara, terutama kaum ibu yang sehari-hari mengatur kehidupan rumah tangga. Ibu tidak lagi menjadi sosok pelindung bagi anak nya, bahkan ada orang tua kandung rela menjual anaknya sendiri.
Semua yang terjadi merupakan kelalaian negara dan abainya negara dalam meriayah masyarakat, terutama lalai dan gagal dari berbagai sisi, gagal menjamin kesejahteraan, keamanan, dan akidah umat.
Negeri ini subur dan makmur, bahkan banyak tersemat julukan yang menggambarkan negeri ini demikian indahnya, negeri yang “gemah ripah loh jinawi”, Jamrud khatulistiwa, tongkat dan kayu jadi tanaman, laut terbentang luas, hutan sawah dan ladang hijau terbentang. Namun, tidak mampu menyejahterakan rakyatnya. Mengapa semua ini terjadi? Jawabannya karena tidak diterapkannya aturan yang benar, yang datang dari pencipta alam semesta manusia dan kehidupan yaitu Allah Swt..
Firman Allah, “Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pastikan kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan ayat-ayat kami) itu, maka kami siksa mereka disebabkan perbuatannya" (QS Al-A'raf ayat 69)
Wallahualam bissawab

No comments:
Post a Comment