Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Genosida Pemikiran, Strategi Menjinakkan Umat agar Diam?

Tuesday, August 26, 2025 | Tuesday, August 26, 2025 WIB

 


Oleh. Istiqomah

(Anggota KMM Depok)

Kita sering sekali mendengar kata genosida sejak meletus dan berkecamuk nya perang di Timur Tengah antara pasukan hamas dan pasukan zionis Israel, 7 Oktober 2023 lalu. 

Genosida yang dilakukan oleh para penjajah zionis ternyata sudah beralih tujuan. Bukan lagi menyerang secara fisik bagi warga sipil Gaza, tetapi sudah sampai ke mental kaum Muslim. Inilah yang disebut dengan genosida pemikiran.

Brutal, melelahkan, tetapi umat dibungkam supaya diam. Sudah banyak solusi yang ditawarkan, namun tidak kunjung menjadi solusi yang efektif. Sadarkah ini masalah sistemik? Ketika umat sudah lelah,  saat itu di ubah pula pemikirannya, sehingga menganggap genosida sebagai hal yang biasa.

Melansir dari Republika (20-8-2025), saat ini genosida sudah  mencapai 60.000 jiwa shahid melayang sia-sia di Gaza. Dalam perkiraan perhitungan kira-kira 20% warga sipil Gaza meninggal karena serangan zionis Yahudi di Palestina. Hari-hari mereka dihujani bom, rudal tiada habisnya. Terbayang bagaimana mencekamnya kondisi di Gaza.

Sadis dan tidak memandang sisi kemanusiaan. Seperti tidak puas dengan bom saja. Beberapa alat tempur lain dikerahkannya seperti pesawat tempur,  drone, rudal, artileri, senapan dan senjata infantri modern, tank-tank dan perlengkapannya. Sampai bencana kelaparan yang disengaja (man-made famine).

 Kelaparan adalah senjata perang yang digunakan untuk melemahkan fisik, mental, dan daya juang rakyat, hingga mereka menyerah tanpa perlawanan. Namun pahamkah zionis bahwa ini pelanggaran? Setelah sebelumnya segala macam pelanggaran perang ditabraknya? Apakah PBB terlihat turun tangan? Lalu apa peran PBB sebenarnya? 

Bencana kelaparan di Gaza beserta sederet penyebabnya adalah kejahatan perang yang sistemik, dan ini merupakan pelanggaran perang. Kejahatan ini digunakan sebagai alat perang untuk menghancurkan daya hidup sebuah populasi. Akibatnya anak-anak, bayi-bayi yang tidak berdosa, mereka tanpa makanan dan tanpa gizi yang cukup. Bahkan Israel sendiri tak menyadari ada tahanan Hamas juga terdampak kelaparan yang sama. Keanehan lain muncul bahwa dunia malah diam dan di dukung oleh pengkhianat.

Ini juga lah yang di maksud dengan genosida pemikiran. Otak-otak manusia dibiarkan untuk terus menerus melihat pembiaran kebiadaban, kejahatan dinormalkan, pembunuhan dibiasakan. Akibatnya membentuk pola hal semacam itu hal biasa dan normal terjadi. Sehingga rasa kemanusiaan bahkan sebagai seorang muslim rasa memiliki satu tubuh kepada sesama muslim pun pudar dan hilang.

Apa yang terjadi di Gaza bukan lagi perang namun sudah mengarah pada pemusnahan massal suatu etnis. Mirisnya, negeri-negeri Muslim pun tidak banyak bertindak.   

Gaza dan negeri yang lainnya akan terus begini tanpa solusi. Kecuali, umat mengambil sikap tegas persatuan dalam satu kepemimpinan tunggal. Layaknya dahulu gaung kepemimpinan Khalifah, yang membuat musuh penjajah lari tunggang langgang. Tunduk takluk tak berdaya karena komando jihad. Al-jaysh(pasukan militer) yang di kerahkan oleh Amirul Jihad dari seluruh negara dalam daulah. 

Adakah pemimpin seperti ini, hari ini? Tidak. Pantaslah penjajahan di negeri Muslim baik secara fisik Gaza, Uighur, Suriah, Rohingya, menjadi buktinya. Begitu juga dengan penjajahan  non-fisik. Hampir seluruh negeri Muslim dijajah dalam bentuk penindasan politik ekonomi (neo-kolonialisme) di bawah sistem kapitalisme global yang dikendalikan oleh pengaruh sistem kapitalisme global yang dikendalikan oleh Barat.

 Mereka tunduk dan membebek dengan kebijakan Barat. Sekalipun mereka negara Islam, seperti Uni Emirat Arab, Saudi, Mesir, Lebanon, dan negeri Muslim lainnya. 

Sistem ini membuktikan, mereka, negara kapital yang menjadi adidaya dengan kepemimpinannya yang tidak akan berdasarkan nash yang benar. Hasil kepemimpinannya yang rakus, menguasai sumber daya alam semaunya sendiri. Akhirnya negara-negara hari ini dapat diatur oleh mereka para pemilik kapital. 

Sekarang saat paling tepat mengubah genosida pemikiran menjadi semangat persatuan berjihad membentuk jaysh.  Dengan ketangguhannya berjihad memberhentikan penjajahan, genosida pemikiran, memberantas penjajahan politik ekonomi, dan sekaligus sistem pemikirannya, di ganti dengan sistem pemerintahan Islam. 

Sistem yang gaungnya belum pernah terbantahkan dan tertandingi, padahal dunia hanya di pegang oleh satu kepemimpinan, satu orang saja, yaitu khalifah yang menerapkan semua aturan Sang Pencipta dalam seluruh aspek kehidupan.

Mau menolak? Ubah dahulu genosida pemikirannya. Bahwa nyatanya dunia saat ini dipegang oleh beberapa kepala negara dengan sibuk akan sekat-sekatnya tidak akan pernah membentuk persatuan, walhasil nihil mau menolong Gaza. Lihatlah, betul bukan?

Kebutuhan kita sudah jelas, genosida dan penjajahan sistemik lainnya hanya butuh pemimpin yang menerapkan semua aturan Sang Pencipta. Aturan yang sesuai fitrah manusia, menghapus semua bentuk penghambaan selain kepada Sang Pencipta. Aturan yang akan menghapuskan semua bentuk penjajahan di muka bumi. Saatnya kembali kepada Islam kafah, sistem yang melindungi seluruh jiwa tanpa terkecuali.


Wallahu a'lam bishawab 

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update