Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Seni yang Berakhir dengan Penistaan Agama

Friday, July 18, 2025 | Friday, July 18, 2025 WIB

 


Oleh Nurenda

Aktivis Muslimah

 

Apa itu seni? Tidak pernah ada masalah sebenarnya dengan seni, karena seni adalah bentuk ekspresi luapan kreatifitas manusia yang melibatkan penggunaan berbagai media dan suatu teknik untuk menciptakan karya yang memiliki nilai suatu keindahan, makna, dan pesan. Namun, jika seni tersebut menjadi suatu awal dari ujaran kebencian apalagi penistaan suatu agama, maka kita harus berpikir apa yang sepantasnya kita ekspresikan pada seni tersebut.

Seperti halnya kasus yang diangkat CNN Indonesia, Jakarta. Pada bentrokan yang terjadi di Istanbul, Turki, setelah sejumlah massa berdemo memprotes kartun Nabi Muhammad yang dibuat oleh majalah Satir LeMan, Senin (30/6).

Masyarakat bisa sampai marah hebat dikarenakan terbitnya majalah LeMan edisi 26 Juni yang di dalamnya berisi dua sosok kartun yang digambarkan sebagai "Muhammad" dan "Musa".

Sontak saja masyarakat muslim mengecam keras karena dianggap menghina Nabi Muhammad, dalam agama Islam menggambar Nabi Muhammad dilarang karena bisa memicu pemujaan dan kesesatan. Sehingga akhirnya turunlah tindakan dari pemerintah Istanbul untuk penangkapan editor majalah LeMan, setelah protes yang merebak. Penuntutannya adalah tentang majalah tersebut secara terbuka menghina nilai-nilai agama.

Seperti yang dikutip AFP, "Kantor kejaksaan telah meluncurkan penyelidikan atas publikasi kartun di majalah LeMan edisi 26 Juni 2025 yang secara terbuka menghina nilai-nilai agama, dan surat perintah tersebut telah dikeluarkan untuk mereka yang terlibat.”

Pembelaan dari pemimpin redaksi LeMan, Tuncay Akgun kepada AFP berbicara bahwa gambar tersebut telah disalahartikan karena pada kenyataannya bukan merujuk pada Nabi Muhammad.

Diartikan pada karya tersebut seorang muslim yang tertipu dalam pengeboman Israel didefinisikan sebagai Muhammad karena katanya lebih dari 200 juta orang di dunia Islam bernama Muhammad, dan kartunis ingin menggambarkan orang-orang muslim yang tertindas dengan menggambar kan seorang muslim yang dibunuh oleh Israel, dan tidak pernah berniat untuk menghina nilai-nilai agama.

 

Poin yang bisa kita ambil adalah seharusnya umat muslim bisa melakukan suatu tindakan. Jika ada seseorang yang ingin melecehkan agama muslim, respon emosional pasti tidak akan dibenarkan tetapi halnya bersabar, menahan diri, memperkuat pemahaman agama, memberikan klarifikasi dan edukasi, menggunakan jalur hukum (jika relevan), serta menjaga persatuan umat amat sangat disarankan, karena melakukan langkah-langkah tersebut secara konsisten dapat membantu umat muslim dalam merespon pelecehan agama dengan cara yang efektif, damai serta sesuai dengan ajaran Islam.

Pemerintah harusnya bisa berperan serta memberikan suatu tindakan atau peringatan berupa hukuman terhadap orang-orang yang secara sengaja berniat untuk menyebarkan ujuran kebencian dalam beragama. Seperti halnya Menteri Dalam Negeri Turki Ali Yerlikaya, mengatakan bahwa polisi telah menangkap kartunis yang bertanggung jawab atas "gambar keji" tersebut serta sejumlah staf termasuk desainer grafisnya.

Kebebasan bukan berarti memiliki hak untuk menjadikan nilai-nilai suci dari suatu keyakinan menjadi subyek humor jelek. Sedangkan penistaan agama dalam Islam adalah perbuatan yang sangat dilarang dan dianggap dosa besar, seperti halnya terdapat dalam QS.Al Hujarat ayat 11,

artinya: "Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum yang lain (karena boleh jadi) mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokan) perempuan-perempuan lain (karena boleh jadi) perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok) janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar -gelar yang buruk, seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”

Kebijakan seseorang akan orang lain adalah cerminan karakter manusia yang berakhlak mulia. Karena selalu melibatkan perasaan orang lain dan penuh pertimbangan dalam setiap tindakan nya, adalah salah satu ciri khas umat Islam. Jadi seseorang tidak dibenarkan jika tindakannya dengan sengaja hanya untuk menjadikan segala sesuatu jadi perdebatan.

Kembali pada khilafah dan adanya seorang khalifah adalah solusi jitu agar seluruh kehidupan di dunia bisa tertata benar dan sesuai dengan hukum syariat Islam. Umat pun akan selamat dunia dan akhirat  Wallahualam bissawab

No comments:

Post a Comment

×
Berita Terbaru Update