Oleh Nurenda
Aktivis
Muslimah
Apa
itu seni? Tidak pernah ada masalah sebenarnya dengan seni, karena seni adalah
bentuk ekspresi luapan kreatifitas manusia yang melibatkan penggunaan berbagai
media dan suatu teknik untuk menciptakan karya yang memiliki nilai suatu
keindahan, makna, dan pesan. Namun, jika seni tersebut menjadi suatu awal dari
ujaran kebencian apalagi penistaan suatu agama, maka kita harus berpikir apa
yang sepantasnya kita ekspresikan pada seni tersebut.
Seperti
halnya kasus yang diangkat CNN Indonesia, Jakarta. Pada bentrokan yang terjadi
di Istanbul, Turki, setelah sejumlah massa berdemo memprotes kartun Nabi
Muhammad yang dibuat oleh majalah Satir LeMan, Senin (30/6).
Masyarakat
bisa sampai marah hebat dikarenakan terbitnya majalah LeMan edisi 26 Juni yang
di dalamnya berisi dua sosok kartun yang digambarkan sebagai
"Muhammad" dan "Musa".
Sontak
saja masyarakat muslim mengecam keras karena dianggap menghina Nabi Muhammad,
dalam agama Islam menggambar Nabi Muhammad dilarang karena bisa memicu pemujaan
dan kesesatan. Sehingga akhirnya turunlah tindakan dari pemerintah Istanbul
untuk penangkapan editor majalah LeMan, setelah protes yang merebak. Penuntutannya
adalah tentang majalah tersebut secara terbuka menghina nilai-nilai agama.
Seperti
yang dikutip AFP, "Kantor kejaksaan telah meluncurkan penyelidikan atas
publikasi kartun di majalah LeMan edisi 26 Juni 2025 yang secara terbuka
menghina nilai-nilai agama, dan surat perintah tersebut telah dikeluarkan untuk
mereka yang terlibat.”
Pembelaan
dari pemimpin redaksi LeMan, Tuncay Akgun kepada AFP berbicara bahwa gambar
tersebut telah disalahartikan karena pada kenyataannya bukan merujuk pada Nabi
Muhammad.
Diartikan
pada karya tersebut seorang muslim yang tertipu dalam pengeboman Israel
didefinisikan sebagai Muhammad karena katanya lebih dari 200 juta orang di
dunia Islam bernama Muhammad, dan kartunis ingin menggambarkan orang-orang
muslim yang tertindas dengan menggambar kan seorang muslim yang dibunuh oleh
Israel, dan tidak pernah berniat untuk menghina nilai-nilai agama.
Poin
yang bisa kita ambil adalah seharusnya umat muslim bisa melakukan suatu
tindakan. Jika ada seseorang yang ingin melecehkan agama muslim, respon
emosional pasti tidak akan dibenarkan tetapi halnya bersabar, menahan diri,
memperkuat pemahaman agama, memberikan klarifikasi dan edukasi, menggunakan
jalur hukum (jika relevan), serta menjaga persatuan umat amat sangat
disarankan, karena melakukan langkah-langkah tersebut secara konsisten dapat
membantu umat muslim dalam merespon pelecehan agama dengan cara yang efektif,
damai serta sesuai dengan ajaran Islam.
Pemerintah
harusnya bisa berperan serta memberikan suatu tindakan atau peringatan berupa
hukuman terhadap orang-orang yang secara sengaja berniat untuk menyebarkan
ujuran kebencian dalam beragama. Seperti halnya Menteri Dalam Negeri Turki Ali
Yerlikaya, mengatakan bahwa polisi telah menangkap kartunis yang bertanggung
jawab atas "gambar keji" tersebut serta sejumlah staf termasuk
desainer grafisnya.
Kebebasan
bukan berarti memiliki hak untuk menjadikan nilai-nilai suci dari suatu
keyakinan menjadi subyek humor jelek. Sedangkan penistaan agama dalam Islam
adalah perbuatan yang sangat dilarang dan dianggap dosa besar, seperti halnya
terdapat dalam QS.Al Hujarat ayat 11,
artinya:
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah suatu kaum mengolok-olokan kaum
yang lain (karena boleh jadi) mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka
(yang mengolok-olok). Dan jangan pula perempuan-perempuan (mengolok-olokan)
perempuan-perempuan lain (karena boleh jadi) perempuan (yang diolok-olok) lebih
baik dari perempuan (yang mengolok-olok) janganlah kamu saling mencela satu
sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar -gelar yang buruk, seburuk-buruk
panggilan adalah (panggilan) yang buruk (fasik) setelah beriman. Dan barang
siapa tidak bertobat maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
Kebijakan
seseorang akan orang lain adalah cerminan karakter manusia yang berakhlak mulia.
Karena selalu melibatkan perasaan orang lain dan penuh pertimbangan dalam
setiap tindakan nya, adalah salah satu ciri khas umat Islam. Jadi seseorang
tidak dibenarkan jika tindakannya dengan sengaja hanya untuk menjadikan segala
sesuatu jadi perdebatan.
Kembali
pada khilafah dan adanya seorang khalifah adalah solusi jitu agar seluruh
kehidupan di dunia bisa tertata benar dan sesuai dengan hukum syariat Islam.
Umat pun akan selamat dunia dan akhirat Wallahualam
bissawab

No comments:
Post a Comment