Oleh Maryatiningsih
Aktivis Dakwah
Penistaan
agama kembali muncul. Sebelumnya pernah terjadi hal yang serupa seperti penistaan
Nabi Muhammad, dan pembakaran Al-Quran.
Dilansir
dari Jakarta, CNBC Indonesia. Bahwa beberapa kartunis majalah satir di tangkap
otoritas turki setelah menerbitkan ilustrasi yang dinilai menyinggung agama
karena dianggap menggambarkan Nabi Muhammad dan Nabi Musa. Di mana hal itu
memicu kecaman luas dari pemerintah dan kelompok konservatif. Presiden Recep Tayyip
Erdogan menyebut karya tersebut sebagai "provokasi keji" dan
menegaskan bahwa pemerintah tak akan mentolerir penghinaan terhadap nilai-nilai
sakral umat Islam.
Hal
ini dapat terjadi karena penerapan sistem kapitalis sekuler, di mana di sistem ini
salah satunya terdapat liberalisme yang memberikan kebebasan berekspresi dan berbicara tanpa
melihat norma serta mengabaikan aturan agama. Berkreasi dengan seni tidaklah
salah, tetapi ada batasannya yakni ada hal-hal yang perlu
dipahami mana yang boleh dan tidak boleh dalam melakukan setiap perbuatan, apalagi bagi
seorang muslim ada batasan halal dan haram sesuai syarak. Jika hal ini tidak dihentikan maka
akan terus mengusik umat Islam. Karena kebencian musuh Islam akan membutakan
hati mereka dengan menggunakan sarana apa saja untuk terus menghancurkan dan
merendahkan Islam. Sistem kapitalis sekuler ini telah melegalkan kebebasan yang jelas menghina Islam.
Mereka memuja-muja kebebasan yang bertentangan dengan Islam dan menjerumuskan
kepada dosa.
Akidah
yang lurus adalah akidah Islam yang akan membentuk
manusia kejalan yang benar juga membentuk peradaban Islam yang dibangun dengan
asas akidah Islam. Bukan dibangun untuk
mendapatkan manfaat materi saja dan memuaskan nafsu kebebasan.
Penjagaan
terhadap akidah dan Islam hanya bisa dilakukan dengan sistem Islam. Karena
sistem Islam memiliki batasan dengan penerapan hukum syarak. Benar dan salah
disandarkan pada hukum syarak, bukan pada pandangan manusia.
Karena
Islam memiliki mekanisme menjaga kemuliaan Islam dengan penerapan sistem Islam
dalam kehidupan negara/khilafah. Sejarah panjang kekhilafahan telah membuktikan hal tersebut
bahkan sejarawan barat telah mengakuinya secara objektif. Islam juga
memiliki sistem
sangsi yang tegas dan menjerakan para penghina nabi Muhammad saw. Syarak telah menentukan beragam sangsi
dengan detail untuk mereka, baik yang menghina secara langsung dan jelas substansi
penghinaannya,
maupun
penghinaan pernyataan yang multitafsir.
Siapapun pelakunya baik kafir harbi, zimi ataupun muslim. Hanya Islam yang
mampu menyolusi semua problematika umat,maka sudah seharusnya umat menyadari
untuk bangkit dan bersegera bersyariat
Islam secara kaffah dan memperjuangkannya dengan bersatu dalam barisan dakwah
yang lurus yakni dakwah Islam secara kaffah
(menyeluruh) Wallahu'alam bissawab

No comments:
Post a Comment